
Sesampainya di kamar, Anisa membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan posisi miring. Air matanya tak sanggup lagi ia bendung. Hati nya benar-benar sakit dan sedih.
Andra yang mengetahui istrinya itu menangis,langsung berjalan mendekatinya. Andra berjongkok di depan istrinya,kemudian tangannya menyeka air mata yang mengalir dari ke dua mata Anisa. Hati nya begitu sedih setiap melihat istrinya itu menangis. Di pandanginya wajah Anisa, wanita yang begitu ia sayangi. Tangan nya berpindah mengelus lembut kepala Anisa dengan penuh sayang.
"Sayang..udah dong jangan nangis. Mas jadi sedih kalau lihat kamu nangis gini," Ucap Andra lirih sambil terus membelai rambut Anisa.
Anisa hanya diam tak menjawab perkataan suaminya. Air matanya terus saja keluar.
"Anisa sayang..," Kata Andra lagi.
Lalu Anisa bangun dari tidur nya, di usapnya air mata di pipinya. Ia memandang Andra dengan intens. Tangan kanannya membelai lembut pipi suaminya itu.
"Aku merasa seperti seorang wanita dan istri yang tidak sempurna mas," Ucap Anisa. Air matanya keluar semakin deras dari ke dua matanya.
"Sayang.....kamu bicara apa sih. Buat mas, kamu adalah seorang wanita dan seorang istri yang begitu sempurna. Udah dong sayang, jangan terlalu di pikirkan perkataan Mama sama Papa tadi ya," Ucap Andra dengan menggenggam ke dua tangan Anisa dengan begitu erat.
"Nggak mas. Selama aku belum bisa kasih mas keturunan, aku merasa belum bisa menjadi istri yang sempurna. Maafin aku mas," Ucap Anisa yang kini menundukkan kepalanya dengan tangisan yang semakin dalam.
"Ini bukan salah kamu sepenuhnya. Kamu jangan menjadikan ini semua seolah-olah hanya kamu yang bermasalah. Lagi pula kita kan udah cek ke dokter, dan hasilnya baik-baik aja kan? tidak ada masalah. Dokter juga bilang kalau kita masih memiliki harapan untuk memiliki keturunan. Ini hanya masalah waktu aja sayang. Sabar dan terus berdoa sama Allah. Mas yakin, suatu saat kita akan bisa punya anak," Kata Andra dengan penuh keyakinan.
__ADS_1
"Tapi ini sudah terlalu lama mas. Sudah 5 tahun usia pernikahan kita. Dan selama ini aku selalu memendam semua omongan orang di luar sana.
Aku ingin kamu bahagia mas. aku ingin kamu bisa punya anak untuk meneruskan usaha kamu, terus juga kasih cucu buat mama sama papa kamu," Ucap Anisa.
"Udah cukup. Mas nggak mau dengar lagi apapun dari kamu tentang masalah ini. Pada akhirnya kita selalu berdebat kayak gini. Dan ujung-ujungnya pasti kamu nyuruh mas untuk menikah lagi. Plis sayang...jangan paksa mas untuk menuruti kemauan kamu. Mas nggak akan pernah mau," Ujar Andra.
"Karena mungkin cuma itu jalan satu-satunya mas. Aku ikhlas kalau Mas Andra mau menikah lagi. Semua demi penerus keluarga ini," Kata Anisa menatap ke arah suaminya .
"Itu bukan jalan satu-satu nya. Masih banyak jalan yang lain. Kita masih bisa adopsi anak dari panti asuhan kan? kita cari yang masih bayi sayang," Ucap Andra.
"Beda mas. Itu bukan dari darah daging mu sendiri. Aku menyuruh Mas buat menikah lagi bukan karena aku nggak sayang lagi sama kamu mas. Tapi malah justru sebaliknya, saking sayangnya aku ke kamu makannya aku nyuruh Mas Andra buat menikah lagi. Kalau mas punya anak kan pasti aku akan ikut seneng ngelihatnya. Apa lagi Mama sama papa kamu. Pasti bakalan bahagia sekali," Ucap Anisa yang tetap kekeh dengan keinginannya.
"Stop Anisa. Mas nggak akan pernah mau menikah lagi. Mas cuma sayang dan cinta sama kamu. Mas juga nggak butuh perempuan lain, apalagi untuk menikah lagi. Sayang...Mas mohon, kamu harus percaya sama Mas. Karena Mas sangat yakin kita akan bisa punya anak suatu saat nanti. Jangan bahas ini lagi ya? Mas mohon sama kamu. Kalau kamu terus maksa Mas buat menikah lagi, hati mas sakit rasanya," Ucap Andra. Terlihat ke dua matanya mulai berkaca-kaca.
"Ya sudah Mas. Maafin aku kalau gitu. Aku nggak akan maksa mas lagi. Aku akan coba buat yakin kalau suatu saat nanti kita lekas di kasih kepercayaan untuk memiliki anak," Ucap Anisa.
"Iya sayang, makasih ya. Jangan sedih lagi, jangan nangis lagi. Mas nggak mau lihat kalau kamu nangis," Kata Andra,lalu memeluk istrinya dengan erat.
"Iya mas,, makasih udah selalu ada buat aku, selalu support aku, udah se sayang ini ke aku. Aku beruntung punya suami seperti Mas Andra," Ucap Anisa membalas pelukan suaminya.
__ADS_1
"Mas nggak akan pernah ninggalin kamu sayang. Apapun yang terjadi,Mas akan selalu ada buat kamu," Ucap Andra.
"Sekali lagi makasih Mas.
Ya udah mas, udah malam. Tidur yuk," Ajak Anisa seraya melepas pelukannya dari Andra.
"Iya sayang, Mas udah ngantuk ini. Badan Mas juga capek rasanya," Ucap Andra,lalu naik ke atas tempat tidur.
"Mau aku pijitin dulu? biar enakan badannya?," Kata Anisa.
"Nggak usah sayang. Ini buat tidur,pasti besok udah enakan. Kamu tidur aja. Jangan banyak pikiran ya," Kata Andra.
"Ya udah kalau gitu. Mas tidur duluan aja. Aku mau cuci muka dulu di kamar mandi," Ucap Anisa beranjak dari tempat tidur nya .
"Iya sayang. Buruan tidur ya kalau udah selesai. Jangan mikir macam-macam lagi," Kata Andra.
"Iya Mas," Jawab Anisa.
Anisa pun kemudian menuju kamar mandi untuk cuci muka.
__ADS_1
Kali ini ia akan meyakinkan dirinya sendiri bahwa ini adalah ujian dalam pernikahannya. Mas Andra lah alasan satu-satunya yang membuat dirinya kuat dan sabar. Kalau suaminya saja bisa se yakin itu, harusnya dirinya justru lebih yakin lagi. Anisa yakin tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini selama kita mau berusaha dan berdoa.
Setelah selesai cuci muka, Anisa lekas menyusul sang suami untuk tidur. Kini hati dan juga pikirannya sudah mulai tenang. Anisa akan menjalani kedepannya dengan lebih kuat dan sabar lagi. Dirinya yakin ia pasti bisa hamil suatu saat nanti.