
Sudah 3 hari Rendra terbaring sakit, dan selama itu pula Sari merawatnya dengan telaten dan penuh kasih sayang. Sari juga telah memberitahu pak Yudi dan bu Lestari bahwa Rendra sakit. Tapi mereka belum bisa pulang, Mereka menyerahkan Rendra kepada Sari untuk merawatnya.
Tapi sekarang Rendra sudah sembuh, dan pagi ini akan berangkat ke kantor. Rencananya dia akan mengajak Sari untuk ke kantornya. Setelah sarapan, mereka pun berangkat bersama menaiki mobil Rendra.
Setelah sesampainya di kantor, Rendra menggandeng tangan Sari untuk masuk ke dalam kantor. Saat memasuki kantor semua karyawan Rendra menatap mereka... ada yang menyapa dan ada pula yang hanya melihat sambil berbisik bisik. Sari yang merasakan hal itu, merasa tidak enak hati. Dia sangat malu, seperti yang sudah dia kira, bahwa dia dan Rendra akan jadi omongan karyawanya, dan ternyata benar.
Sari mencoba tetap berjalan disamping Rendra seraya sedikit menundukkan kepalanya karena merasa malu.
Setelah sampai diruangan Rendra, Sari menarik nafas panjang.
"Kenapa kamu sayang, kayak abis lari maraton aja!" tanya Rendra.
"Aku malu mas, dilihat sama semua karyawan mas tadi. Mereka kayaknya pada ngomongin kita!" jawab Sari.
"Biarin aja, gak usah dipikirin. Yang penting kamu nyampe sini dengan selamat kan!" ledek Rendra.
"Ya iya sih mas, tapi aku rasanya jadi gak enak aja!" kata Sari.
"Yaudah sekarang tenangin diri kamu dulu disini!" kata Rendra seraya menuntun Sari untuk duduk di shofa.
Kemudian Rendra menuju meja kerjanya, mengangkat gagang televon untuk memanggil Rio.
Tak lama Rio pun datang...
"Eh ada Sari ternyata... hai...!" sapa Rio setelah memasuki ruangan.
"Hai juga mas Rio!" balas Sari seraya tersenyum.
"Jadwal gue ada meeting gak hari ini bro?" tanya Rendra menyela.
"Untuk hari ini, lo ada meeting!" jawab Rio.
"Bisa dimajuin gak waktunya sekarang, soalnya gue mau pergi dengan Sari." kata Rendra.
"Bisa aja sih... kalau gitu aku telvon klien dulu.. lo siap siap aja dulu... nanti kalau udah deal gue panggil lo!" kata Rio, yang kemudiam keluar dari ruangan Rendra.
__ADS_1
"Sayang nanti kamu tunggu disini ya, aku mau meeting dulu, gak lama kok. Kalau kamu perlu apa apa, kamu bilang aja sama sekertaris aku yang ada di depan tadi!" jelas Rendra.
"Iya mas, gak usah mikirin aku.. mas selesain aja dulu urusan pekerjaannya!" kata Sari.
Sekitar 30 menit kemudian Rio kembali untuk memberitahu Rendra bahwa sudah ditunggu di ruang meeting.
Kemudian Rendra langsung bergegas menuju ruang meeting. Sedangkan Sari menunggunya di dalam ruangan Rendra.
Sekitar satu jam lebih Sari menunggu akhirnya Rendra kembali ke ruang kerjanya karena meeting sudah selesai.
"Lama yaa sayang nunggunya?" tanya Rendra setelah masuk dan duduk di sebelah Sari.
"Gak apa mas, mau berapapun lamanya aku masih tetap disini nungguim mas!" kata Sari
"Udah pinter ngegombal yaa sekarang!" kata Rendra seraya mencubit hidung Sari.
"Aduh mas... siapa yang gombal, aku ngomong apa adanya kok!" jelas Sari seraya melepas tangan Rendra yang masih mencubit hidungnya.
"Yaudah sekarang kita pergi yuuk, kita belanja baju buat kamu!" ajak Rendra.
"Minta tolong apa sayang, bilang aja!" kata Rendra.
"Aku minta tolong pinjemin handphone mas, soalnya aku pengen telvon bapak sama ibu aku dikampung mas!" jelas Sari.
"Oh... Iya sayang... ini... emang orang tua kamu punya hp ya di sana?" tanya Rendra seraya memberikan handphonenya kepada Sari.
"Punya mas, kemarin waktu aku pulang aku beliin mereka handphone biar gampang ngasih tau kabar!" jelas Sari.
"Tapi kamu sendiri gak punya handphone?" tanya Rendra kembali.
"Enggak mas, kalau aku bisa beli nanti kalau udah ada rejeki lagi!" jelas Sari.
"Nanti deh kita beli sekalian ya...
Emang kamu hafal nomer orang tua kamu, dan apa sekalian kamu mau bilang ke mereka tentang hubungan kita yang?" tanya Rendra beruntun.
__ADS_1
"Hafal kok mas... dan kalau tentang hubungan kita, aku pengennya ceritain ke bapak dan ibu secara langsung mas!" jelas Sari.
"Itu lebih baik sayang... Nanti kalau kita pulang dari luar negri kita pulang ke kampung kamu, sekalian aku mau ngelamar kamu, gimana?" kata Rendra menatap Sari.
"Mas serius... apa gak terlalu cepat ini buat kamu mas?" tanya Sari tak percaya.
"Enggak Sar, malah aku gak mau nunggu lama lagi, lagian kita juga udah cukup umur untuk berumah tangga. Apa kamu keberatan?" tanya Rendra balik.
"Enggak, aku malah seneng... itu tandanya mas memang serius sama aku...!" jawab Sari seraya tersenyum manis.
"Yaudah kita pergi sekarang yuk!" ajak Rendra.
"Iya mas"..
Kemudian mereka pergi. Awalnya Rendra mengajak Sari untuk membeli baju, di butik terkenal yang ada dijakarta. Setelah membeli baju lalu Rendra mengajak Sari untuk membeli handphone agar Sari bisa lebih mudah untuk menghubungi orang tua dan dirinya.
Setelah dirasa cukup mereka menyempatkan diri untuk makan siang terlebih dahulu disebuah restoran.
"Mas, apa semua ini gak berlebihan buat aku?" tanya Sari, setelah mereka duduk dan memesan makanan.
"Yaa gak donk sayang... itu malah belum seberapa, apapun yang kamu mau dan butuhin aku akan berikan sama kamu. Jadi setiap kamu membutuhkan sesuatu jangan sungkan bilang sama aku!" jelas Rendra.
"Tapii mas...." Resah Sari.
"Tapi kenapa... kamu mikirin orang tua kamu dirumah ya... tenang sayang. Nanti kalau kita mau kesana, kita bawain mereka hadiah dan oleh oleh yang banyak!" jelas Rendra yang mengerti apa yang Sari sedang pikirkan.
"Makasih mas.. kamu memang sempurna buat aku!" kata Sari seraya meneteskan air mata.
"Lho kok malah nangis sih sayang... udah malu nanti dilihatin orang!" kata Rendra seraya menghapus air mata Sari.
"Aku menangis karena terharu kok mas!" kata Sari.
Tak lama makanan yang mereka pesan pun datang. Kemudian mereka menikmati makan siang bersama dengan saling berbagi cerita dan canda tawa.
...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏...
__ADS_1