
Keesokan harinya, pukul 9 pagi, acara pemakaman bu Tini pun berakhir. Anisa masih terus menangis di pusara ibunya, dia masih tidak menyangka bahwa ibunya meninggalkannya secepat ini.
"Ibu... kenapa ibu tinggalin Anisa, Anisa takut!" kata Anisa sambil terisak memeluk nisan ibunya.
Andra, Aira, Sari dan Rendra masih berada di pemakaman menemani Anisa, sedangkan para pelayat yang lain sudah pada pulang. Sari dan Aira tidak bisa menahan air matanya melihat kesedihan Anisa. Apa lagi Andra, dia benar bemar tidak tega melihat Anisa yang terlihat begitu rapuh dan hancur.
"Ma, pa....!" kata Andra menatap Sari dan Rendra secara bergantian.
Sari dan Rendra seakan tau apa yang dimaksud anaknya, merekapun menganggukkan kepalanya.
Andra kemudian mendekati Anisa yang masih terduduk lemas di samping nisan ibunya. Andra kemudian menyentuh kepala Anisa.
"Anisa, didepan makam ibu kamu, aku ingin melamarmu untuk menjadi istriku!" kata Andra dengan suara yang lantang.
Anisa yang terkejut mendengar perkataan Andra langsung mengalihkan pandangannya menatap ke arah Andra.
__ADS_1
"Aku berjanji didepan makam ibu kamu, kalau aku akan buat kamu bahagia!" kata Andra kembali.
Anisa tidak bisa berkata apa apa lagi... tangisnya semakin pecah, dan dia langsung memeluk Andra dengan erat, menumpahkan segala kesedihan dan kerapuhan hatinya.
Andra pun membalas pelukan Anisa, tak terasa air matanya pun sudah menetes.
"Mari kita pulang nak, ibu kamu sudah tenang disana, ikhlaskan,ini semua sudah menjadi kehendak Allah!" kata Sari, lalu mengangkat tubuh Anisa.
Kemudian merekapun pulang kerumah. Mereka semua menuju ke rumah Anisa. Rencananya Anisa akan diajak tinggal bersama dirumah Andra. Karena sebentar lagi Andra akan segera menikahi Anisa. Andra tidak mau menunggu lebih lama lagi.. Dia begitu mencintai Anisa, dia ingin segera memberi kebahagiaan kepada Anisa.
Meskipun terbilang masih terlalu muda, dan mereka sama sama masih berkuliah, itu tidak menjadi halangan bagi Andra untuk menikah dengan Anisa. Sari dan Rendra pun sudah memberi restu untuk mereka berdua. Mereka yakin Andra sudah bisa bertanggung jawab dan menjadi kepala keluarga yang baik.
"Ibu, Anisa hari ini akan menikah dengan lelaki yang Anisa cintai dan mencintai Anisa. Semoga ibu disana juga bahagia sama seperti Anisa hari ini. Dan semoga ibu bisa melihat Anisa menikah hari ini dari atas sana!" kata Anisa dari dalam hatinya.
Acara akad pun akan segera dimulai...para tamu undangan sudah hadir semua..
__ADS_1
"Bagaimana para saksi sah?"...
"SAHHHH" jawab para tamu undangan serempak...
Anisa dan Andra mengucap syukur alhamdulillah, akhirnya mereka telah sah menjadi pasangan suami istri. Semua keluarga besar merasakan kebahagiaan pada hari ini. Akhirnya Anisa dan Andra bisa menyatukan cinta mereka dalam satu ikatan yang suci, meskipun pertemuan dan perkenalan mereka terbilang singkat, tapi rasa cinta dan sayang diantara mereka sangatlah tulus.
Sedangkan Dona yang mengetahui tentang kabar pernikahan Andra dengan Anisa merasa syok, dan akhirnya dia lebih memilih untuk pergi keluar negri, dan akan meneruskan study nya disana.
Dan Tania akhirnyapun melabuhkan hatinya pada Alex. Tania sudah bisa mengikhlaskan Andra menikah dengan orang lain. Dia menyadari bahwa Andra bukanlah jodohnya. Dan saat ini Tania sudah bahagia dengan Alex. Karena Alex juga begitu mencintainya.
Malam harinya, resepsi pernikahan Andra dengan Anisa berlangsung sangat meriah dan mewah. Banyak para tamu undangan yang menghadiri resepsi tersebut. Semua terlihat begitu bahagia....
*TERIMAKASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA NOVEL SAYA SAMPAI AKHIR. SEMOGA KALIAN SEMUA BISA TERHIBUR. MOHON MAAF JIKA SELAMA INI BANYAK SALAH DALAM PENULISAN DAN ALUR.
DAN INI AKHIR DARI CERITA JODOH SI GADIS MISKIN.
__ADS_1
TERIMAKASIH SEKALI ATAS PARTISIPASINYA, KALIAN SEMUA SANGAT LUAR BIASA...
LOVE YOU ALL.....😊🙏🙏🙏🙏😊*