
Setelah pertemuannya dengan Putri, perasaan Anisa sama sekali tidak bisa tenang. Dilihatnya jam dinding di rumahnya sudah menunjukkan jam 9 malam. Namun Suami nya belum pulang juga. Padahal biasanya suaminya itu selalu pulang sore. Jika pun ada lembur,pasti suaminya akan menghubungi nya terlebih dahulu. Tapi sampai sekarang tidak ada pesan maupun panggilan masuk dari suaminya.
Anisa yakin, kalau pasti suaminya sangat marah terhadapnya. Ingin sekali Anisa menghubungi suaminya terlebih dahulu. Tapi ia takut kalau ia malah akan mengganggunya.
Tak berapa lama, terdengar suara mobil dari halaman rumah nya. Anisa segera bangkit dari duduknya,karena pasti itu suaminya.
Dan benar saja, seseorang yang ia tunggu dari tadi keluar dari dalam mobil lalu berjalan ke arah pintu.
"Assalamualaikum,," Andra masuk ke dalam rumah dengan mengucapkan salam.
Raut wajahnya terlihat sangat tidak bersemangat. Terpancar aura kesedihan dari mimik muka nya.
"Walaikumsalam,,!! Jawab Anisa. Kemudian langsung meraih tas kerja suaminya yang di tenteng Andra, dan langsung mencium punggung tangan Andra.
"Segera mandilah Mas. Tadi sudah aku siapkan air hangat untukmu mandi. Aku akan membuatkan mu teh hangat," Kata Anisa. Melihat suaminya yang terlihat tidak semangat, Anisa merasa semakin bersalah. Ia menyesal dengan semua perkataannya kemarin. Setelah ini ia akan meminta maaf,dan tidak akan menyuruh suaminya untuk menikah lagi.
"Iya," Andra menjawab perkataan Anisa singkat. Ia pun langsung menuju kamar mandi.
__ADS_1
Hari ini memang ia sengaja pulang terlambat. Karena ia tidak mau berdebat lagi dengan Anisa.
"maafkan aku sayang. Aku tidak bermaksud mendiamkan mu. Tapi aku hanya ingin kamu sadar dan mengerti bahwa aku benar-benar tidak bisa menikah lagi dengan wanita lain," Gumam Andra dalam hati nya sambil melangkahkan kaki menuju kamar mandi.
Selesai mandi dan berganti baju,Andra menuju sofa di ruang tengah. Di lihatnya Anisa sedang serius membaca majalah. Tanpa menyapanya,Andra pun langsung duduk di sofa kosong dan mengambil secangkir teh hangat di atas meja yang sudah di siapkan Anisa.
Anisa langsung meletakkan majalah nya setelah tau suaminya berada di dekat nya.
"Mas Andra mau makan?," Tanya Anisa.
"Mas Andra masih marah ya?," Tanya Anisa ragu-ragu.
"Seharusnya kamu paham," Jawab Andra dengan nada datar,tanpa menoleh sedikitpun ke pada Anisa. Sebenar nya ia tidak mau bersikap dingin seperti ini terhadap istri nya. Namun terpaksa ia lakukan,karena ia mau istri nya itu bisa sadar dan tidak menyuruh nya untuk menikah lagi.
"Lihat aku Mas," Anisa memegang pipi suaminya dan mengarahkan agar mau menatap ke arah nya.
"Aku minta maaf. Maaf kalau aku selalu memaksa Mas Andra untuk menikah lagi. Aku sekarang sadar,kalau yang aku perbuat itu sangat salah. Maaf kalau aku menyakitimu Mas. Tapi semua yang aku lakukan semata-mata ingin melihat mu bahagia," Anisa menatap wajah suaminya dengan sendu. Air mata nya tak bisa ia bendung.
__ADS_1
Andra yang melihat istri nya menangis langsung memeluknya dengan erat. Ia begitu lega karena Istri nya sudah menyadari kesalahan nya.
"Sudah sayang. Aku sudah memaafkan mu. Dan berjanjilah untuk tidak menyuruhku menikah lagi. Karena aku tidak akan pernah mau. Lebih baik aku mati dari pada harus menikah lagi. Kita jalani ini sama-sama sayang. Mas yakin kita bisa kalau kita terus bersama-sama," Ucap Andra, lalu melepaskan pelukannya. Di usapnya air mata yang masih mengalir di pipi cantik istri nya itu dengan lembut. Betapa ia sangat mencintai wanitanya itu.
"Iya Mas, aku janji tidak akan pernah menyuruhmu untuk menikah lagi. Dan makasih udah selalu ada buat aku, selalu menjadi semangat buatku, makasih udah mencintai dan menyayangiku sedalam ini. Aku sangat beruntung bisa memilikimu Mas," Kata Anisa dengan sebuah senyuman tersungging di wajah nya.
Mereka berdua pun kembali berpelukan dengan penuh kasih sayang.
"Ya udah yuk tidur," Ajak Andra.
"Tumben,nggak biasa nya Mas Andra ngajakin tidur jam segini," Anisa melihat ke arah suaminya dengan mengerutkan ke dua alis nya karena merasa heran.
"Malam ini kita coba yuk, siapa tau berhasil," Andra mengerlingkan sebelah mata nya untuk menggoda Anisa.
"Mulai deh, ujung-ujungnya pasti ke situ," Ucap Anisa dengan pipi merona merah.
Tanpa berlama-lama, Andra pun langsung membopong Anisa menuju ke kamar di selingi canda tawa di antara mereka berdua.
__ADS_1