
Jam sudah menunjukkan pukul 1 siang, ospek untuk hari kedua pun selesai. Saat Andra akan membuka pintu mobilnya, tiba tiba Tania memanggilnya.
"Andra!" seru Tania.
"Hai Tan, ada apa?" tanya Andra lalu menutup pintu mobilnya kembali.
"Lo udah mau pulang yaa?" tanya Tania.
"Iya Tan, kenapa, apa lo mau bareng gue?" tanya Andra balik.
"Oh, enggak kok, gue tadi bawa mobil sendiri. Lo hati hati yaa kalau pulang, salam buat tante sama Aira!" kata Tania.
"Iyaa, thanks Tan!" ucap Andra singkat.
"Oh ya And, tadi gue lihat si Dona bentak bentak anak baru dikantin, kasihan tuh mana anaknya polos banget lagi. Untung tadi ada gue, langsung aja gue usir tuh si nenek lampir!" jelas Dona.
"Iya kah Tan, kapan, kok gue gak tau, dan siapa anak baru yang dibentak bentak sama Dona?" tanya Andra penasaran.
"Kalau gak salah namanya Anisa, gue lihat papan didadanya tadi. Lo bilangin si Dona tuh, lo kan sebagai ketua panitianya, jadi siapa tau Dona dengerin kata elo!" kata Tania.
"Oke, besok gue akan peringatkan dia, thanks yaa Tan, udah kasih tau gue. Yaudah kalau gitu cabut duluan ya Tan!" kata Andra, lalu membuka pintu mobilnya.
"Oke,hati hati!" kata Tania.
Setelah masuk kedalam mobil dan mengemudi mobilnya,Andra langsung melaju meninggalkan kampus. Dia berniat akan mencari Anisa di tempat pemberhentian bus yang dekat dengan kampusnya. Andra berharap semoga Anisa masih menuggu bus disitu. Andra melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia kepikiran dengan apa yang dibilang oleh Tania kepadanya tadi. Andra yakin Dona membentak bentak Anisa pasti ada sangkut pautnya dengan dirinya. Karena Andra sudah sadar sejak lama bahwa Dona menyukainya, tapi Andra berlagak tidak tahu itu. Karena memang perasaannya pada Dona hanya sebatas teman, tidak pernah lebih dari itu.
Pernah sekali Dona menyatakan perasaannya pada Andra. Tapi Andra menolaknya dengan halus dan dengan alasan yang dapat diterimanya. Tapi penolakan itu tidak membuat Dona menyerah. Dia masih saja terus mendekati Andra, memberikan perhatian yang lebih dan terkadang selalu mengikuti kemanapun Andra pergi.
Setelah sampai didepan halte bus, Andra melihat Anisa yang masih berdiri menunggu bus. Andra langsung membuka jendela kaca mobilnya dan memanggil Anisa.
Anisa yang mendengar namanya dipanggil langsung menengok ke arah suara. Dia menundukkan sedikit badannya dan melihat ke dalam mobil, ternyata kakak panitia ospeknya.
"Iya kak!" kata Anisa.
"Buruan naik, gue anter pulang, sama ada hal yang ingin gue tanyakan sama lo!" seru Andra dari dalam mobil.
__ADS_1
"Tapi kak....!" kata Anisa,yang langsung dipotong oleh Andra.
"Udah, ayo buruan masuk!" kata Andra.
Lalu tanpa pikir panjang lagi, Anisa kemudian naik ke mobil Andra. Setelah naik dan memakai sabuk pengaman, Andra melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Di dalam mobil mereka masih saling diam, sekitar 5 menit, Andrapun membuka obrolan.
"Lo tadi dibentak bentak sama Dona ya?" tanya Andra langsung.
"Kakak tau dari mana?" tanya Anisa balik.
"Gue tau sendiri tadi, bener kan!" jawab Andra berbohong.
Anisa hanya menganggukkan kepalanya,tanpa menjawab pertanyaan dari Andra.
Terlihat wajah sedih kembali menghiasi wajah cantik Anisa. Andra pun menyadari itu.
"Ada hubungannya sama gue kan?" tanya Andra kembali.
"Enggak kok kak, mungkin memang saya ada berbuat salah tadi makanya kak Dona menegur saya!" jawab Anisa berbohong.
Anisa kembali menundukkan kepalanya. Dia mencoba menyembunyikan kebenarannya,tapi Andra mengetahui bahwa apa yang dikatakannya barusan adalah bohong. Anisa hanya tidak mau masalahnya itu menjadi semakin panjang dan berlarut larut. Sudah terlalu banyak beban yang harus dia tanggung setiap harinya, dia tidak mau menambahnya dengan masalah ataupun beban yang baru.
"Dona bilang apa aja sama lo?" tanya Andra untuk kesekian kalinya.
"Tapi saya mohon kalau saya cerita yang sebenarnya, kakak jangan bilang bilang ke kak Dona ya, dan jangan buat masalah ini semakin panjang!" mohon Anisa.
"Oke, ceritakanlah, jangan ada yang lo tutup tutupin!" jawab Andra.
Anisapun menceritakan apa yang sudah dibilang Dona kepadanya. Anisa menceritakannya dengan lengkap, tanpa ada yang dikurangi atau ditambahkan. Andra mendengarkannya dengan seksama, dia tidak berkomentar sama sekali sebelum Anisa selesai dengan ceritanya.
"Jadi begitu kak, saya dituduh mendekati kak Andra!" kata Anisa mengakhiri ceritanya.
"Jangan lo fikirkan apa yang dibilang sama Dona. Karena semua apa yang katakan itu tidak benar. Dia hanya mengada ngada. Dan kalau sampai dia kembali melabrak lo, bilang ke gue, karena itu udah jadi urusan gue!" kata Andra.
Anisa hanya menganggukkan kepalanya saja. Hatinya menjadi lebih lega sekarang, karena bisa menceritakan kegelisahan hatinya. Dan Andra pun mempercayai semua apa yang dikatakannya. Anisa juga akan menjaga jarak terhadap Andra, agar Dona tidak kembali melabraknya. Karena Anisa sadar bahwa Dona suka terhadap Andra.
__ADS_1
"Oke, kalau gitu gue anter pulang ya!"kata Andra.
"Jangan kak, saya belum mau pulang!" jawab Anisa.
"Lho kenapa... memangnya lo mau kemana lagi?" tanya Andra penasaran.
"Sebenarnya saya habis pulang dari kampus tadi sudah berencana akan mencari pekerjaan kak!" jawab Anisa.
"Pekerjaan?... lo kan kuliah, kenapa kerja?" tanya Andra heran.
"Nanti saya kerja sambil kuliah kak!" jawab Anisa.
"Emang lo bisa bagi waktunya. Bisa bisa lo sakit lho jika harus kerja dan kuliah karena kecapean!" kata Andra mencoba menasehati
"Insayaallah saya bisa kak. Kalau tidak begitu nanti saya dan ibu saya tidak bisa makan, dan membeli obat untuk ibu saya yang sedang sakit!" jelas Anisa.
"Ibu lo sakit?" tanya Andra agak terkejut.
"Iya kak, sudah seminggu lebih ibu saya sakit stroke!" jawab Anisa.
"Semoga ibu lo lekas sembuh yaa. Oh ya, kalau lo mau lo bisa kerja di restoran nyokap gue. Lokasinya juga tidak terlalu jauh dari kampus, gimana?" tawar Andra.
"Yang bener kak, saya bisa bekerja direstoran mama nya kak Andra. Saya mau kak,saya bersedia!" seru Anisa senang, tidak sadar tangannya memegang lengan Andra. Anisa yang menyadari itu langsung menjauhkan tangannya.
"Maaf kak, maaf, saya tidak sengaja.. saya terlalu senang!" kata Anisa malu.
"Tidak apa apa kok. Besok aku kabarin kamu yaa, mungkin besok pulang dari kampus kamu sudah langsung bisa bekerja disana!" kata Andra, dengan senyuman manisnya.
"Alhamdulillah, terimakasih kak, terimakasih banyak!" kata Anisa.
Andra pun mengantar Anisa pulang kerumahnya. Sesampainya di rumah Andra pun mampir ke rumah Anisa sebentar untuk menjenguk ibu Anisa yang sedang sakit.
Andra merasa kasihan dengan keadaan Ibu Tini. Yang hanya terbaring ditempat tidur.
Setelah berkenalan dan sedikit mengobrol dengam bu Tini, Andra pun pamit untuk pulang. Anisa mengantarkannya sampai depan rumah, seraya mengucapkan rasa terimakasihnya berkali kali....
__ADS_1
......TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏......