Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
Bab 7


__ADS_3

 


Pagi yang cerah, seakan matahari semangat untuk menyinari bumi. Burung\-burung kecil yang saling berkicau, menambah syahdu pagi ini.


 


Tepat hari ini sari akan berangkat ke kota, memulai memperbaiki hidup dengan merantau ke ke sana. Kota yang menjadi tujuan sari adalah kota jakarta. Kota yang yang penuh dengan hiruk pikuk orang-orang perantauan yang mencari sesuap nasi disana. Tapi itu tidak membuat sari takut ataupun mengurungkan niat nya. Dengan niat yang dia punya, sari memberanikan diri mengadukan nasib nya di sana, demi ke dua orang tuanya,kebahagiaan mereka, sari akan melakukan apa saja selama itu masih berada di jalan Allah.


 


Pak pardi dan bu siti sudah menunggu sari di ruang tengah. Sari yang masih berada di dalam kamar merapikan pakaian untuk di masukkkan ke dalam tas.


 


Hanya beberapa potong pakaian yang dia bawa, sebab tas nya tak bisa menampung banyak barang, hanya tas kecil yang dia punya.


Setelah dirasa semua nya sudah beres, sari kemudian keluar kamar, dan menemui orang tua nya yang sudah menunggu nya.


 


Pak,bu.... Sari berangkat yaa"! kata sari, seraya duduk mendekati orang tua nya.


 


"Iya nak, kamu hati-hati di sana, jaga diri kamu baik-baik. jangan lupa sholat" Kata bu siti yang sudah berkaca-kaca.


 


"Iya bu.... Ibu dan bapak tenang saja, sari bisa jaga diri kok, jangan khawatirin sari, doain saja sari ya..semoga sari bisa dapat pekerjaan secepat nya" kata sari menggenggam tangan ibu nya.


"Pasti kami selalu mendoa kan mu nak, karna hanya doa yang bisa kami berikan untukmu. Pesan bapak, jika nanti kamu di sana tidak mendapatkan pekerjaan, pulang lah, jangan memaksakan diri, pintu rumah selalu terbuka untukmu" kata pak pardi.


"Iya pak.... Ya sudah, sari berangkat sekarang ya,nanti keburu siang, bapak sama ibu jaga diri ya selama sari tidak ada" kata sari seraya mencium tangan pak pardi dan bu siti.


" Maaf kan bapak nak tidak bisa mengantarmu, kamu hati\-hati" kata pak pardi.


"tidak apa\-apa pak, nanti sampe depan sari naik ojek buat ke terminal....


 


assalamualaikum" kata sari.


 

__ADS_1


"Walaikumsalam.." kata bu siti dan pak pardi bersamaan.


 


"Hati-hati nak".. kata bu siti sedikit teriak karna sari telah berjalan menjauh dari rumah nya.


Sari membalas dengan lambaian tangan. sambil terus berjalan,menuju jalan depan.


 


Bu siti dan pak pardi kelihatan sedih melihat anak satu\-satu nya pergi jauh, baru kali ini mereka ditinggalkan sari mungkin dalam waktu yang lama. Bu siti yang sudah meneteskan air mata masih berdiri didepan rumah melihat kepergian anak nya,meskipun sari sudah tak terlihat lagi.


 


"Sudah bu, jangan ditangisi,sari pergi untuk bekerja bukan untuk meninggalkan kita. Kalau sari lihat ibu nangis pasti dia akan sedih" kata pak pardi menenangkan istri nya.


"Ibu cuma berat pak melepaskan sari pergi jauh. Bagaimana nanti dia disana pak, tak ada teman ataupun saudara" kata bu siti sedih.


"Sari sudah besar,sudah dewasa,jangan berfikir yang tidak\-tidak bu, harus nya ibu mendoakan sari, bukan malah menangisi nya"imbuh pak pardi.



Bu siti menghapus air mata nya, benar apa yang di katakan suami nya, hanya doa yang bisa di berikan kepada anak nya, anak semata wayang nya. Meskipun hati bu siti masih terasa berat, namun bu siti harus merelakan, toh kepergian sari untuk mereka berdua. Pak pardi dan bu siti akhir nya masuk ke dalam rumah. Setelah di rasa sari sudah benar\-benar jauh melangkah meninggalkan rumah.



"Tunggu sari pak,bu... sari akan kembali" batin sari sambil terus berjalan.



Butuh waktu sekitar 15 menit sari berjalan menuju jalan depan,yaitu jalan utama keluar dari desa nya.. Sari menuju ke pangkalan ojek. Sari memilih naik ojek untuk pergi ke terminal bus, jarak ke terminal sekitar 30 menit naik kendaraan.



"Pak umar, sari minta dianter ke terminal bisa?" tanya sari kepada tukang ojek, yang ternyata adalah tetangga sari yang berprofesi sebagai tukang ojek.



"Sari, mau kemana kamu kok bawa tas segala?" tanya pak umar agak terkejut melihat sari membawa tas.



"Sari mau ke kota pak, mau kerja di sana"jawab sari seadanya.

__ADS_1


"Yaudah sari ayo bapak antar ke terminal, keburu siang, biar tidak panas!" kata pak umar tanpa banyak bicara lagi.


Sari segera naik ke atas motor dan kemudian pergi menuju ke terminal.



Sampai di terminal, sari mengeluarkan uang untuk membayar ojek nya.


"Ini pak uang nya" kata sari seraya menyerahka uang 50 ribu kepada pak umar.



"Tidak usah sar, simpan saja uang nya buat ongkos kamu ke kota!"kata pak umar menolak pemberian sari.



"Jangan begitu pak, ini udah hak bapak.. sari masih ada uang kok untuk ongkos ke sana.. mohon di terima yaa pak!" kata sari...



"yaa sudah bapak terima, ini kembalian nya" kata pak umar seraya merogoh saku celana nya.



"Tidak usah pak, bapak simpan kembalian nya. Sari buru\-buru, nanti takut nya ketinggalan bus, terimakasih yaa pak... Sari pamit...Assalamualaikum" kata sari seraya berjalan menuju ke bus.



"walaikumsalam.... terimakasih sar... kamu hati\-hati di sana". kata pak umar dengan sedikit teriak, karna sari semakin menjauh.



Sari menuju ke parkiran bus, di sana ada beberapa bus yang masih nge tem. Sari memilih bus dengan jurusan jakarta.


Setelah menemukan bus nya segera ia masuk dan mencari tempat duduk yang nyaman, karna jarak ke kota akan memakan waktu yang cukup lama, Sekitar 5 jam.


Tidak berapa lama setelah sari duduk, akhirnya bus berangkat,menuju kota jakarta.


"Bismillah, semoga ini menjadi awal yang baik, selalu lindungi hamba dan keluarga hamba ya Allah". doa sari dalam hati.


Sari memilih duduk di belakang sopir di samping jendela, agar dia bisa melihat ke depan atau pun ke samping untuk melihat perjalanan panjang nya. Maklum, baru sekali ini sari naik bus dan pergi jauh. Cukup membuat hati sari senang bisa melihat sekeliling dari dalam bus.


Lama-kelamaan rasa kantuk pun menghampiri... Akhir nya sari memilih untuk tidur..melanjutkan perjalanan bersama dengan mimpi nya.

__ADS_1


 


 


__ADS_2