
Jam sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB. Sari dan Rendra memutuskan untuk tidur, setelah lama mengobrol diteras depan. Sedangkan pak Pardi dan Bu Siti sudah tidur lebih awal.
Mereka berdua mulai memasuki kamar. Saat berada di dalam kamar berdua, hati Sari dan Rendra menjadi tak menentu. Detak jantung mereka sangat cepat, rasa bingung dan grogi menghampiri keduanya.
"Sayang... apa kamu bahagia menikah denganku?" tanya Rendra memulai pembicaraan. Rendra awalnya belum pernah merasakan keadaan seperti ini. Yang membuat dirinya begitu gugup. Padahal tak hanya sekali dua kali Rendra berdua didalam kamar dengan seorang wanita,tapi itu hanya sekedar mengobrol. Rendra bukan tipe orang yang sering melakukan hubungan ****.. selama dia berpacaran, dia belum pernah sekalipun melakukan hubungan terlarang tersebut.
"Aku sangat bahagia mas.. Rasanya masih seperti mimpi kalau kita sekarang sudah menjadi suami istri!" jawab Sari.
Mereka berdua duduk diatas ranjang. Kemudian tangan Rendra membelai lembut pipi Sari.
"Aku sangat mencintaimu sayang..dampingi aku selamanya!" ucap Rendra.
"Iya mas, aku berjanji akan selalu berada disisimu selamanya!" kata Sari.
Rendra semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Sari. Sari yang sadar akan hal itu memejamkan matanya,jantungnya terasa akan meledak. Nafasnya pun sudah mulai tidak beraturan. Kemudian dia merasakan bibirnya menyentuh sesuatu, perlahan dia membuka matanya, dan ternyata bibir Rendra sudah menempel dibibirnya.
Nafas merekapun saling tidak beraturan. Sari mulai menikmati ciumannya begitupun Rendra. Mereka saling menikmati permainan bibir mereka. Rendra kemudian menuntun Sari untuk tidur.. posisi Sari sekarang berada di bawah Rendra. Mereka akhirnya bertaut kasih, bertukar keringat dengan segala kenikmatan dan kepuasan yang mereka nikmati bersama.
Saat adzan subuh mulai terdengar mereka baru saja memejamkan mata. Sari mencoba bangun untuk segera mandi dan menunaikan sholat subuh. Tapi badannya terasa sangat sakit semua. Dia memaksakan diri untuk segera bangun lalu beranjak pergi ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi Sari kembali ke kamarnya untuk membangunkan suaminya.
"Mas, ayo bangun, kita sholat subuh dulu!" kata Sari lembut.
"Udah subuh yaa, kayak nya kita baru aja tidur!" kata Rendra dengan masih menutup matanya.
"Iya mas udah subuh, buruan mandi dulu, aku tunggu kamu,kita sholat sama sama ya!" kata Sari.
__ADS_1
Kemudian Rendra beranjak bangun dari tempat tidur dan bergegas menuju kamar mandi. Setelah selesai mandi, Sari dan Rendra pun menunaikan sholat subuh berjamaah.
Selesai sholat Sari membantu ibunya memasak didapur. Hari ini Sari memasak tumis kangkung kesukaan suaminya.
Setelah selesai memasak, merekapun sarapan bersama pagi itu.
"Enak banget tumis kangkungnya, udah lama rasanya gak makan tumis kangkung buatan istri!" kata Rendra ditengah sarapannya.
"Kangen ya mas sama tumis kangkung aku. nanti tiap hari aku masakin buat kamu!" kata Sari seraya tersenyum.
"Oh ya pak,bu, setelah ini kita pergi jalan jalan yuk!" ajak Rendra.
"Iya nak... dihabisin dulu sarapanya, lalu kita pergi!" kata bu Siti.
Sebenarnya Sari dan Rendra merasakan kantuk yang amat sangat, sebab semalam mereka hanya tidur sebentar sekali.
Setelah selesai sarapan dan bersiap siap. Merekapun pergi dengan menaiki mobil Rendra.
Mereka pergi menuju ke pusat kota yang dekat dengan kampung Sari.
Hanya menempuh perjalanan sekitar 45 menit akhirnya mereka sampai.
Rendra langsung mengajak mereka ke toko elektronik.
Rendra langsung menyuruh pak Pardi dan bu Siti untuk memilih barang yang diperlukan, tapi bu Siti hanya mengambil beberapa barang saja, yaitu mejicom, kipas angin, dan setrika. Kemudain Rendra memilihkan barang yang lain, karena Rendra tahu bahwa mertuanya tidak enak hati jika memilih barang barang yang lebih mahal. Rendra menambahkan, sebuah kulkas, televisi, mesin cuci, lalu Rendra juga membeli kursi dan meja tamu, tak lupa springbed untuk mereka tidur.
Awalnya pak Pardi dan bu Siti menolak pemberian Rendra. Tapi setelah Rendra dan juga Sari meyakinkan mereka, akhirnya merekapun mau menerimanya meski hati mereka masih menyimpan perasaan tidak enak.
__ADS_1
Setelah selesai pembayaran, semua barang yang dibeli tadi akan diantar oleh penjaga toko ke rumah Sari.
Setelaj berada dalam mobil, Rendra terfikirkan untuk membuatkan bu Siti usaha dirumah.
"Bu apa ibu mau buka usaha sendiri dirumah?" tanya Rendra seraya menyetir mobilnya.
"Sebenarnya ibu mau nak, tapi ibu bingung mau usaha apa, dan ibu juga belum punya modal untuk membuka usaha!" jelas bu Siti.
"Kalau masalah modal usaha jangan difikirkan bu, kan ada saya anak ibu. Jadi itu udah urusan saya.
Bagaimana kalau ibu buka usaha toko kelontonh dirumah?" tanya Rendra memberikan usul.
"ide bagus itu mas... kalau Sari setuju dengan idenya mas Rendra. gimana ibu sama bapak mau tidak?" tambah Sari.
"Tapi nak... bapak dan ibu rasa sudah cukup, ini semua sudah terlalu berlebihan untuk kami. Kami tidak mau merepotkan kalian lagi!" kata pak Pardi.
"Jangan bilang seperti itu pak. Bapak dan ibu adalah orang tua saya. Jadi saya mohon ijinkan saya untuk membahagiakan orang tua saya!" jelas Rendra.
"Masyaallah nak, hatimu sungguh baik... Sari sangag beruntung mendapatkan suami sepertimu... semoga Allah selalu melimpahkan rejeki dan kesehatan untuk kalian!" kata bu Siti terharu.
"Kalau begitu kita langsung aja beli perlengkapan dan kebutuhan untuk membuka warung yaa. Sebelum kita berangkat ke jakarta, warung ibu, Rendra pastikan sudah jadi.. iya kan sayang!" jelas Rendra.
"Iya mas... terimakasih untuk semuanya!" kata Sari menatap suaminya dengan rasa haru bercampur bahagia...
Pak pardi dan bu Siti juga merasakan kebahagiaan yang teramat sangat. Mempunyai anak dan menantu yang begitu memperdulikannya. Mereka hanya bisa mendoakan agar pernikahan anaknya selalu dikelilingi dengan kebahagiaan....
...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏🙏...
__ADS_1