Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
Bab 51


__ADS_3

Setelah selesai makan malam.. Rendra mengajak Sari untuk menonton televisi bersama. Mereka terlihat sangat akrab. Saling bercanda tawa dan berbagi cerita. Sari mulai terlihat biasa dengan Rendra. Rasa malu dan canggung yang berlebihan kini mulai sedikit berkurang.


"Sayang... Jujur aku bahagia banget, aku gak sabar cerita ke mama dan papa tentang hubungan kita sekarang!" kata Rendra sambil tiduran dipangkuan Sari.


"Tapi aku takut mas kalau pak Yudi dan bu Lestari tidak merestui hubungan kita gimana... mas tau sendiri kan kalu aku awalnya cuma pembantu disini. Pasti mereka akan kaget dengan hubungan kita!" Kata Sari yang merasa resah.


"Mama dan papa udah tau sebelum kamu tau sayang.. jadi aku yakin mereka akan merestui hubungan kita!" jelas Rendra.


"Maksud mas apa, tau sebelum aku?" tanya Sari seraya mengerutkan keningnya.


"Tau tentang perasaan aku.. jadi sebelum aku mengutarakan perasaan aku ke kamu, mama dan papa udah tau duluan kalau aku suka sama kamu sayang!" jelas Rendra.


"Serius mas.... terus pak Yudi dan bu Lestari bagaimana setelah mengetahui itu?" tanya Sari penasaran.


"Mereka setuju sayang, selama itu bahagia buat aku, mereka pasti juga akan bahagia. Lagipula mereka juga menyukaimu!" jelas Rendra kembali.


"Mas Rendra gak bohongkan..!" kata Sari yang masih tak percaya.


"Buat apa aku bohongi kamu..yang aku bilang itu jujur apa adanya!" kata Rendra seraya membelai pipi Sari.


"Alhamdulillah... Aku seneng banget mas... aku pikir pak Yudi dan Bu Lestari tidak akan meyetujui hubungan kita mas... tapi malah sebaliknya... Makasih yaa mas, kamu udah buat aku bener bener bahagia!" ucap Sari, seraya mengelus kepala Rendra.


"Aku juga makasih sama kamu sayang, karna kamu juga udah buat aku bahagia" kata Rendra tersenyum.


Mereka saling pandang cukup lama.. Tak lama mereka dikejutkan dengan suara televisi, sontak mereka langsung tertawa bersama.


Sari dan Rendra masih berlanjut menonton tv bersama, sampai jam menunjukkan pukul 22.00 WIB.


"Kita tidur yuuk sayang... besok kan kamu harus ikut aku kekantor setelah itu kita beli baju!" kata Rendra yang bangun dari pangkuan Sari.


"Emang harus ya mas, aku ikut ke kantor dulu!" tanya Sari yang merasa ragu.


"Ya harus dong sayang, biar gak bolak balik nanti... memangnya kenapa?" tanya Rendra.


"Aku sebenarnya malu sama semua karyawan mas, takut nanti kalau kita jadi bahan omongan karna mas pacarin pembantunya sendiri!" resah Sari.


"Biarin aja sayang. Yang penting cintaku tulus sama kamu... udah jangan difikirin masalah kayak gitu!" jelas Rendra


"Yaudah mas, ayuk tidur..." ajak Sari.

__ADS_1


"Aku anterin ke kamar kamu dulu!"kata Rendra


Kemudian mereka berjalan menuju kamar tamu. Setelah itu Rendra menuju kamarnya sendiri.


...***KEESOKAN HARINYA***...


Sari sudah bangun dari tadi pagi, dia langsung membantu Asih untuk memasak dan menyiapka sarapan.


"Mbak Asih aku tinggal lihat mas Rendra dulu yaa, takutnya nanti dia belum bangun, soalnya udah jam 7 nih!" cemas Sari.


"Iyaa Sar, coba kamu lihat sana!" kata Asih seraya merapikan meja makan.


Sari kemudian langsung menaiki tangga menuju kamar Rendra.


Dia mencoba mengetuk pintu,dan memanggil nama Rendra, tapi tidak ada jawaban sama sekali. Akhirnya Sari membuka pintu kamar, kebetulan kamar Rendra tidak dikunci.


Setelah masuk kamar, Sari melihat Rendra yang masih tidur dibalik selimutnya.


Sari bergegas mendekati Rendra dan membangunkannya.


"Mas Rendra bangun, udah siang, apa mas tidak berangkat kerja hari ini!" kata Sari seraya membuka selimut yang menutupi wajahnya.


"Lho mas Rendra kamu kenapa kok wajahmu pucat sekali, keringat dingin juga... badan kamu juga panas sekali mas!" seru Sari yang sangat panik seraya memegang kening Rendra.


"Ya Allah mas, kamu sakit... sebentar aku ambilkan kompres dulu ya...!" kata Sari yang langsung bergegas menuju dapur untuk mengambil air kompresan.


"Sar, kamu kenapa panik begitu dan kenapa kamu lari lari?" tanya Asih yang melihat Sari setengah berlari menuju dapur dengan wajah panik.


"Itu mbak, mas Rendra sakit.. badannya panass banget...aku mau ambil air buat kompre dia!" seru Sari seraya menuang air kompresan ke dalam baskom.


"Ya Allah Sar terus gimana keadaan den Rendra sekarang?" tanya Asih yang ikutan panik.


"Kita lihat sama sama aja mbak, ikut aku ke kamar mas Rendra!" ajak Sari.


Tanpa pikir panjang Asih mengikuti Sari menuju kamar Rendra.


"Ya Allah den, kenapa pucat sekali!" kata Asih yang terkejut melihat keadaan Rendra.


"Iya mbak, aku bingung,. apa kita bawa aja mas Rendra ke rumah sakit!" kata Sari panik, seraya mengompres kening Rendra.

__ADS_1


"Tidak usah... bi Asih tolong panggilkan dokter Setiawan saja, suruh dia untuk kesini!" perintah Rendra.


"Iya den saya akan menelvon dokter setiawan sekarang.. saya permisi!" kata Asih, dan bergegas kebawah untuk menelvon dokter setiawan.


Dokter Setiawan adalah dokter pribadi keluarga Rendra. Jika ada keluarga Rendra yang sakit dokter Setiawanlah yang datang kerumah untuk memeriksa.


"Sabar yaa mas, sebentar lagi dokter datang!" Kata Sari sambil terus megusap lembut kepala Rendra.


"Iya, kamu disini aja, jangan kemana mana temani aku disini!" pinta Rendra seraya memegang tangan Sari.


"Iyaa mas, aku akan selalu disini temani mas!" kata Sari dengan wajah sedih.


Setelah menunggu sekitar 30 menit akhirnya dokter setiawan datang. Dia langsung diantar oleh Asih menuju kamar Rendra.


"Permisi... boleh saya memeriksa pak Rendra!" kata dokter Setiawan setelah samapi dikamar.


"Iya silahkan dokter" kata Sari yang langsung beranjak dari duduknya.


Kemudian dokter Setiawan mulai memeriksa Rendra.


"Pak Rendra, anda tidak apa apa, hanya kurang istirahat saja... setelah minum obat panas anda akan segera turun!" kata dokter Setiawan setelah selesai memeriksa.


"Iyaa dok... terimakasih!" Ucap Rendra.


"Ini Obat pak Rendra, diminum 3x sehari setelah makan ya,. saya permisi... mari pak Rendra" ucap dokter Setiawan.


"Iya, terimakasih ya dok!" kata Sari seraya menerima obatnya.


Kemudian dokter Setiawan berjalan keluar kamar Rendra diantar oleh Asih.


Sari kembali mendekati Rendra dan mengusap lembut pipinya.


"Mas sarapan dulu ya, terus minum obat.. aku ambilin dulu sarapannya!" kata Sari.


"Tapi aku maunya disuapin sama kamu sayang!" kata Rendra, seraya tersenyum kecil dibibirnya.


"Iyaa mas, nanti aku suapin. Tunggu sebentar ya!" kata Sari, yang kemudian berlalu untuk mengambil sarapan.


Rendra merasa beruntung karena disaat sakit seperti ini ada Sari yang mengurusinya.

__ADS_1


Dan hari ini Rendra tidak bisa berangkat ke kantor. Rendra juga telah memberi tahu Rio bahwa dirinya sedang sakit dan tidak bisa berangkat ke kantor, semua pekerjaan diserahkannya kepada Rio hari ini.


...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏...


__ADS_2