Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
Bab 46


__ADS_3

Pagi pagi sekali sehabis sholat subuh Sari dan Asih sudah sibuk memasak di dapur. Karena pagi ini majikan mereka,pak Yudi dan bu Lestari akan berangkat ke luar negri.


Sedangkan pak Yudi dan bu Lestari masih bersiap siap di kamarnya, dan Rendra sendiri juga masih bersiap untuk mengantar orang tuanya ke bandara. Keluarga mereka memang sengaja tidak memiliki sopir, karna mereka lebih suka mengendarai mobil sendiri sendiri jika akan pergi ke manapun.


Setelah semua selesai bersiap. Mereka berkumpul di ruang makan untuk sarapan.


Jam 7 pagi mereka harus sudah berada di bandara.


Selesai makan, mereka kemudian langsung berangkat menuju bandara...


Kurang dari satu jam perjalanan, mereka sampai di bandara.


"Hati hati pa, ma!" ucap Rendra sebelum berpisah.


"Iyaa sayang, kamu juga hati hati yaa dirumah, jaga kesehatan, jangan makan telat!" kata bu Lestari.


"Ya udah papa sama mama langsung masuk yaa, sebentar lagi pesawat kami akan berangkat!" kata pak Yudi.


Mereka lalu berpelukan bergantian... setelah agak jauh Rendra berteriak kepada orang tuanya..


"Tunggu Rendra dan Sari kesana ma,pa...!" seru Rendra.


Pak Yudi dan bu Lestari hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya kepada Rendra.


Setelah kedua orang tuanya masuk ke dalam dan tak terlihat, Rendra pergi menuju kantornya.


Dalam perjalanan menuju kantor, Rendra memikirkan cara untuk mengungkapkan isi hatinya kepada Sari. Rendra sudah beberapa kali pacaran, tapi dia tidak pernah sebingung ini memikirkan cara untuk menembak seorang wanita.


Banyak wanita cantik dan menawan yang menyukai Rendra, dari kalangan orang orang yang kaya...mulai dari seorang model, pengusaha, dan artis, tapi satupun tidak ada yang menarik dihati Rendra. Tapi malah wanita biasa yang penuh keluguan yang mampu membuat hati Rendra bergetar, dan terus saja memikirkannya.

__ADS_1


Tal berapa lama Rendra akhirnya sampai dikantor. Dia langsung menuju ruangannya, disana sudah ada Rio yang menunggu kedatangannya.


"Akhirnya lo dateng juga Rend!" kata Rio yang melihat kedatangan Rendra.


"Kenapa bro memangnya, tumben udah disini nungguin gue!" tanya Rendra.


"nih ada berkas yang harus lo tanda tanganin sekarang!" jawab Rio seraya menyerah berkasnya.


"Berkas apaan?" tanya Rendra... sebelum menandatanganinya Rendra membacanya terlebih dahulu.


"Lo baca aja sendiri. Oh ya om dan tante jadi ke luar negri?" tanya Rio.


"Jadi, tadi gue abis nganteri mereka ke bandara makanya nyampe kantoe agak kesiangan gue!" jelas Rendra.


"Lo gak ikut kesana?" tanya Rio kembali.


"Rencana apaan bro?" tanya Rio penasaran.


"Rencananya gue mau ngungkapin perasaan gue ke seseorang bro!" ucap Rendra seraya tersenyum, dan langsung mengingatkannya pada Sari.


"Jangan bilang kalau itu Sari!" seru Rendra terkejut.


"Memangnya kenapa,kalau itu Sari!" tanya Rendra.


"Yaa gak papa sih.. emang bener orang yang lo maksud itu Sari?" tanya Rio.


"Iya bro, bener. Gue mau ngungkapin perasaan gue ke dia. Karna setelah gue ngeyakinin hati gue sendiri, ternyata emang bener gue udah jatuh cinta dengan dia.. yah,meskipun dia awalnya pembantu gue, tapi gue tidak pernah memandang itu bro!"jelas Rendra.


"Bener yang lo bilang. Terkadang cinta memang tidak memandang status. Mau tua muda, miskin kaya, kalau udah cinta susah mau dilupain. Terus apa lo tau perasaan dia ke lo gimana?" tanya Rio kembali.

__ADS_1


"Kalau masalah itu gue gak tau bro. Tapi sebagai seorang cowok gue harus berani ngungkapin itu, mau diterima atau enggaknya itu urusan belakang. Yang penting maju terus pantang mundur!" kata Rendra bersemangat.


"Sipp... Semangat bro.... Lalu rencana lo mau ngungkapin kapan?" tanya Rio.


"rencananya nanti malam bro... lebih cepat lebih baik!" Jawab Rendra


"Lalu?" tanya Rio kembali.


"Nanti malem gue mau ngajak dia keluar, buat makan malam, nah di situ gue mau ngungkapin perasaan gue... gimana menurut lo?" jelas Rendra.


"Bagus sih rencana lo... tapi apa lo udah menjamin kalau dia mau lo ajak keluar buat makan malem?" kembali Rio bertanya.


"Kalau masalah itu gampang, tinggal bilang aja kalau gue butuh temen jalan, pasti dia mau... lagian selama ini dia gak pernah menolak perintah gue!" kata Rendra.


"Oke... gue doain semoga berjalan dengan lancar!" kata Rio.


"Thanks bro" ucap Rendra seraya tersenyum lebar.


Rendra merasa tidak sabar menunggu malam tiba. Dia sangat berharap jika nanti perasaannya bisa diterima oleh Sari.


Rendra tidak perduli dengan omongan atau gunjingan orang tentangnya nanti jika perpacaran dengan pembantunya sendiri. Dan dia tidak akan malu menunjukan kepada siapapun bahwa Sari adalah kekasihnya jika nanti dia diterima oleh Sari.


Sebelum itu... Rendra sudah memboking satu meja untuknya nanti dengan Sari. Di sebuah restoran mewah dan romantis. Dia harus mempersiapkan semuanya sebelum malam tiba.


GAK SABAR YAA NUNGGUIN GIMANA KELANJUTANNYA... NANTIKAN EPISOD SELANJUTNYA YAA, KARNA DISITU AKAN ADA DIMANA RENDRA MENGUNGKAPKAN PERASAANNYA KEPADA SARI.


MAU TAU REAKSI SARI GIMANA, TUNGGU YAA, SEBENTAR LAGI AKAN UP KEMBALI....


TERIMAKASIH BANYAK SEMUANYA..... SEMOGA SELALU TERHIBUR😊🙏

__ADS_1


__ADS_2