Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
Bab 93 (part 2)


__ADS_3

Setelah jam 1 siang, acara ospek hari pertama pun selesai. Semua para mahasiswa baru pun pulang.. termasuk para panitia ospek.


Andra juga berniat segera pulang, saat dia berjalan menuju parkiran bersama dengan temannya Alex, tiba tiba Dona memanggilnya.


"Andra, tunggu!" seru Dona.


"Yaa Dona, ada apa?" tanya Andra, menghentikan jalannya dan membalikkan bandannya ke arah suara yang memanggilnya.


"Makan siang bareng yuuk!" ajak Dona.


"Sorry Don, aku harus segera pulang soalnya aku udah janji sama mama dan adik aku buat makan siang bersama!" kata Andra.


"Yahh, bentar aja, please!" mohon Dona.


"Tapi aku bener bener gak bisa, atau sama Alex aja nihh, kebetulan dia juga mau makan!" kata Andra seraya menepuk bahu Alex.


"Sama gue aja, nanti gue yang traktir!" kata Alex dengan PD nya.


"Ogah, gue ngajaknya Andra kok bukan elo, makan sendiri aja sana!" kata Dona.


Tiba tiba Tania menghampiri mereka.


"Heyy semua, ada apa nih kok pada ngumpul!" sela Tania.


"Apaan lagi nih cewek satu, kerjaannya cuma ikut campur urusan orang lain!" kata Dona dengan wajah juteknya.


"Yee, apaan sih lo... terserah gue donk, lagian gue kesini karena mau ketemu Andra kok!" kata Tania sewot.


"Jadi gimana nih, gue udah laper... gimana Don, kita jadi makan bareng!" kata Alex.


"Makan aja sana sama orang utan!" seru Dona, yang kemudian langsung pergi begitu saja.


"Kenapa tuh cewek, lagi kumat yaa!" kata Tania.


"Udah, biarin aja, oh yaa Tan, ada apa.lo juga mau pulang?" tanya Andra.

__ADS_1


"Belum, gue masih ada kelas satu lagi, kalau lo udah mau pulang yaa?" tanya Tania.


"Iya nih, gue langsung cabut yaa, soalnya nanti mama sama Aira nungguin gue kelamaan, soalnya gue udah terlanjur janji mau makan siang bareng!" jelas Andra.


"Lha terus gue gimana bro?" tanya Alex.


"Lo sama Tania ajaa, . Tan, Alex kelaperan tuh, temenin dia makan ya!" kata Andra seraya memberikan senyum manisnya.


"Oke, lo hati hati yaa, salam buat tante dan Aira!" kata Tania.


Andra kemudian langsung beranjak pergi meninggalkan mereka berdua.


"Yuk Tan, makan, lo ada kelas jam berapa nanti?" tanya Alex.


"Nanti sekitar jam 2!" jawab Tania.


"Yaudah, makan dulu, cari restoran deket kampus aja, gue yang traktir.. naik mobil gue aja ya!" kata Alex.


"Oke, terserah lo aja!" kata Tania.


Sedangkan Andra mulai menjalankan mobilnya keluar kampus. Ditengah jalan tiba tiba Andra melihat Anisa yang berjalan kaki di trotoar. Dia langsung menghentikan mobilnya disamping Anisa.


"Hai, lo Anisa kan!" seru Andra dari dalam mobil.


"I...iya kak!" jawab Anisa gugup.


"Ayo naik, gue anterin!" kata Andra.


"Tidak usah kak, terimakasih, saya jalan kaki aja!" kata Anisa.


"Gak apa, ayo buruan masuk, lagian kita searah!" ajak Andra kembali.


Dengan perasaan ragu akhirnya Anisa masuk ke dalam mobil Andra.


Setelah masuk, Andra kembali melajukan mobilnya. Saat itu perasaan Anisa campur aduk, Malu, takut, gugup menjadi satu dalam hatinya. Baru pertama kali ini dia berada dalam satu mobil dengan seorang lelaki, apalagi lelaki tersebut adalah ketua ospeknya sendiri.

__ADS_1


"Rumah lo dimana?" tanya Andra.


"Di....di jalan kenanga kak!" jawab Anisa gugup.


"Lumayan jauh, terus tadi lo mau jalan pulang?" tanya Andra.


"I...iya kak, soalnya udah gak ada bis yang lewat!" jawab Anisa.


"Kalau udah siang kayak gini memang udah jarang banget ada bis yang lewat!" kata Andra


"I..iya kak!" ucap Anisa singkat.


Tak ada obrolan kembali, Andra fokus menyetir, sedangkan Anisa hanya menatap lurus kedepan, dengan perasaannya yang masih saja tidak enak.


Setelah 20 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai didepan rumah Anisa.


"Ini rumah lo?" tanya Andra seraya menatap rumah Anisa.


"Iya kak ini rumah saya, mari silahkan masuk dulu kak!" ajak Anisa.


"Lo dirumah sama siapa?" tanya Andra kembali.


"Saya dirumah cuma sama ibu, berdua saja kak... ibu saya ada didalam!" jawab Anisa.


"Lain kali saja gue mampir, karena sekarang gue harus segera pulang, salam aja buat ibu lo!" kata Andra.


"Iya kak... terimakasih banyak kak, sudah mengantarkan saya!" kata Anisa.


"Oke, sama sama!" jawab Andra.


Lalu Anisa turun dari mobil. Kemudian Andra melajukan kembali mobilnya menuju restoran mamanya.


Dalam perjalanan,Andra masih kepikiran dengan Anisa. Setelah melihat rumahnya, Andra pikir Anisa adalah anak orang kaya, karena bisa berkuliah di kampusnya. Tapi ternyata bayangannya tak sesuai kenyataan. Rumah milik Anisa yang baru saja dilihatnya sangatlah sederhana. Andra tidak menyangka,kalau Anisa adalah anak orang biasa. Andra juga berfikir, kalau Anisa lebih memilih untuk berjalan kaki saat pulang karena tidak memiliki uang yang lebih untuk naik taksi.


Sampai ditempat restoran mamanya pun Andra masih saja kepikiran dengan Anisa....

__ADS_1


...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏...


__ADS_2