Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
Bab 90 (part 2)


__ADS_3

20 tahun silam ketika Sari melahirkan seorang anak laki laki yang diberi nama Andra Rainal Atmajaya. Kehidupan keluarganya menjadi begitu sempurna, dan kebahagiaannya bertambah setelah 5 tahu kelahiran Andra, Sari kembali melahirkan seorang anak perempuan yang bernama Aira Putri Atmajaya.


Sari dan Rendra telah dikaruniai 2 orang anak, tampan dan cantik, keduanya tumbuh menjadi anak yang cerdas.


Sekarang Andra sedang meneruskan kuliahnya di Universitas yang terkenal di Jakarta. Sebenarnya orang tuanya menyuruhnya untuk berkuliah diluar negri saja, tapi Andra tidak mau, sebab dia ingin selalu dekat dengan keluarganya.


Sedangkan Aira yang sekarang berusia 15 tahun bersekolah di salah satu sekolah yang cukup elit di Jakarta kelas 1 SMA.


Aira tumbuh menjadi seorang gadis remaja yang sangat cantik dan pintar. Disekolahnya dia dikagumi banyak lelaki, tapi Aira tak pernah sekalipun pernah pacaran dengan salah satu lelaki yang menyukainya. Dia lebih senang berteman, tanpa ada ikatan atau hubungan khusus.


Sama halnya seperti Andra, Andra adalah seorang lelaki yang baik, tidak sombong, dan yang pasti sangat tampan.


Banyak pula perempuan yang berebut untuk mendapatkan hatinya, tapi Andra hanya menganggapnya sebagi teman saja, karena hingga saat ini belum ada perempuan yang menarik hatinya.


Sekarang kehidupan Sari dan Rendra banyak berubah, Mereka sudah mempunyai rumah sendiri yang sangat mewah.


Restoran Sari pun sudah memiliki 35 cabang di berbagai kota di Indonesia, Sama hal nya dengan Rendra, masih mengurus di beberapa perusahaan miliknya dan sekarang ditambah lagi milik kedua orang tuanya, karena sekarang pak Yudi dan bu Lestari sudah tidak bekerja, mereka sudah tua dan beristirahat menikmati masa tuanya. Sehingga Rendra menggantikan posisi mereka dan pastinya dibantu oleh beberapa orang asistennya.


Sedangkan kedua orang tua Sari, hanya tinggal ibu nya saja, bu Siti, sedangkan pak Pardi sudah meninggal 5 tahun yang lalu, tepat di mana Sari baru saja melahirkan anak pertamanya. Pak Pardi meninggal karena sakit keras, segala upaya dan usaha sudah Sari dan Rendra lakukan, sampai pengobatan di luar negeri, tapi Tuhan telah mempunyai rencana lain, Tuhan lebih sayang kepada pak Pardi, sehingga Tuhan memanggilnya terlebih dahulu.


Kematian pak Pardi menjadi pukulan berat bagi Sari. Beberapa minggu setelah kematian ayahnya, Sari seperti tidak mempunyai semangat hidup, dia begitu merasa kehilangan sosok ayah yang sangat di sayangi. Tapi berkat dukungan keluarga, anak serta suaminya, Sari berangsur pulih dari keterpurukan dan kesedihannya.


Sebulan setelah kematian ayahnya, Sari pun sudah kembali hidup normal dan bahagia dengan anak dan suaminya.


Bu Siti, sampai sekarangpun masih tinggal di kampung, kini usahanya juga semakin maju. Bu Siti sudah bisa membuka mini market di beberapa titik di kampungnya. Bu Siti dirumah juga tidak sendiri, dirumahnya sekarang sudah ada 2 pembantu yang setia menemani dan mengurus segala keperluan rumah dan juga bu Siti. Sehingga Sari tidak merasa khawatir dengan keadaan ibu nya.


Pagi pagi sekali setelah sholat subuh Sari menuju dapur, dia berniat akan membantu memasak didapur, padahal dirumahnya sudah ada 3 orang pembantu salah satunya adalah Asih. Sari sengaja meminta Asih untuk bekerja dirumahnya, sebab Sari sudah menganggap Asih seperti keluarganya sendiri, rasanya dia tidak bisa berpisah dari Asih jauh jauh.


"Pagi mbak Asih" sapa Sari setelah sampai dapur.


"Pagi juga Sar, sudah bangun kamu?" tanya Asih seraya mengiris bawang merah.

__ADS_1


"Sudah mbak, habis sholat subuh tadi!" jawab Sari.


"Lalu Aira dan Andra apa mereka sudah bangun dan sholat subuh Sar?" tanya Asih kembali. Asih sudah seperti orang tua kedua bagi Sari, karena Asih selalu mengingatkan apapun hal kepadany, dan juga Asih sangat menyanyangi kedua anak Sari, karena sejak kecil Asihlah yang membantu Sari mengurus kedua buah hatinya.


"Sudah mbak, sekarang mungkin pada mandi... hari ini masak apa mbak, biar aku bantuin?" tanya Sari.


"Mau bikin nasi goreng kesukaan Andra dan Aira, mereka kan suka banget sama nasi goreng buatan aku!"jawab Asih seraya mengedipkan sebelah matanya.


"Iya iya mbak percaya aku, masakan aku aja kalah sama masakan mbak, anak anak aku sendiri malah lebih menyukai masakan mbak Asih!" kata Sari.


"Tapi kalau masakan kangkung kamu gak ada yang bakal bisa ngalahin Sar!" kata mbak Asih mencoba menghibur.


"Alhamdulillah mbak...., oh ya bi Inah sama bi Rumi kemana mbak?" kata Asih seraya melihat sekliling mencari 2 pembantunya


"Bi Inah keluar beli sayuran Sar, terus bi Rumi lagi nyuci dibelakang!" jawab Asih.


"Oh.....aku bantu goreng telur ceplok yaa mbak!" kata Sari.


Kemudian Sari berjalan menuju kulkas, dan membukanya.


"Lho mbak, ini kulkas kok kosong?" tanya Sari yang melihat isi kulkas hanya tinggal telur doang.


"Iya Sar, aku belum sempet belanja bulanan, rencananya nanti siang baru mau berangkat!" jawab Asih.


"Oh yaudah mbak, nanti uangnya sekalian aku kasih!" kata Sari.


"Tidak usah Sar, uang bulanan yang kamu kasih kemarin itu masih banyak kok!" kata Asih.


"Gak apa apa mbak, itu buat pegangan mbak, siapa tau sewaktu waktu mbak Asih, bi Inah, atau bi Rumi butuh, bisa pakai uang itu!" jelas Sari.


"Masyaallah Sar, kamu itu dari dulu sampai sekarang masih aja tetap baik. Pantesan Allah selalu melancarkan rejeki kamu, dan selalu memberikan kebahagiaan bersama suami dan anak anakmu... kamu memang pantas mendapatkan itu semua!" jelas Asih.

__ADS_1


"Apaan sih mbak Asih ini, kayak baru kenal sama aku aja!" kata Sari, seraya menggoreng telur.


Mereka lalu memasak bersama diiringi dengan saling berbagi cerita. Sari dan Asih jika sudah mengobrol tak akan ada habisnya. Serasa mereka sudah cocok satu sama lain.....


Setelah sarapan sudah siap di meja...


Sari menaiki tangga menuju kamar Aira..


"Sayang, udah siap belum?" seru Sari seraya membuka pintu kamar Aira.


"Udah donk ma, semua udah beres!" kata Aira seraya memperlihatkan gigi putihnya.


"Cantiknya anak mama yang satu ini... yaudah sekarang buruan turun ke bawah, sarapan udah siap... mama mau panggil kakak sama papa dulu!" kata Sari. Lalu berjalan keluar pintu kamar Aira.


"Andra, sayang....!" seru Sari membuka kamar Andra.


"Iya ma... Andra udah siap!" kata Andra seraya memasukan buku ke dalam tasnya.


"rambutnya disisir dulu donk sayang, masih berantakan gitu!" kata Sari yang melihat rambut anaknya masih berantakan.


"Hehe... lupa ma, soalnya hari ini ada ospek buat mahasiswa baru, dan Andra jadi salah satu panitia ospeknya!"Jelas Andra.


"Iya kah sayang... wahh, seru donk nanti dikampus!" kata Sari.


"Yaa gitu ma... pasti seru!" kata Andra.


"Yaudah, kalau gitu buruan sarapan, nanti kamu terlambat, adik kamu udah nungguin dibawah...mama panggil papa dulu..!" kata Sari.


"Siap ma!" ucap Andra.


Lalu Sari keluar dari kamar Andra kemudian menuju kamarnya, untuk memanggil suaminya....

__ADS_1


...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏...


__ADS_2