
"20.." kata Anisa mengakhiri sit up nya, dia terlihat ngos ngosan.
"oke, masuk sana kedalam barisan!" perintah Dona.
Anisa kemudian berjalan menuju barisan bergabung dengan mahasiswa lainnya.
"Oke, kita lanjut pembahasan yang tadi yaa!" kata Andra.
"Iyaa kak!" jawab mahasiswa serentak.
Dari kejauhan terlihat 2 orang perempuan sedang melihat Andra dengan rasa kagumnya. Dia adalah Tania, anak dari Sherly dan Boby, dia juga kuliah dikampus yang sama dengan Andra. Sudah sejak dulu Tania menyukai Andra, sejak dia masih SMP, karena sekolah mereka selalu sama, sebab ibunya dan ibunya Andra adalah teman baik, dan selalu menempatkan mereka disekolah yang sama. Tapi sampai sekarang Andra tidak pernah menunjukkan sikap yang lebih kepada Tania, karena Andra sudah menganggapnya seperti saudaranya sendiri. Usia mereka terpaut 5 bulan, lebih tua Tania.
"Yuk Tan kekantin gue laper nih belum sarapan!" ajak Santi teman Tania.
"Ihh bentar dulu dong San, tahan dulu bentar lagi, gue masih pengen lihatin pangeran gue!" kata Tania yang tidak mengalihkan pandangannya dari Andra.
"Udah hampir satu jam kita disini Tan, kalau lo gak mau, yaudah gue ke kantin sendiri aja!" kata Santi, yang akan meninggalkan Tania.
"Eh, tunggu tunggu, gue ikut!" kata Tania, lalu mereka langsung beranjak menuju kantin.
__ADS_1
Setelah memberi penjelasan kurang lebih 1 setengah jam, akhirnya Andra mengakhiri pidatonya. Dia menyuruh para mahasiswa dan mahasiswi baru untuk beristirahat sebentar.
Anisa yang terlihat sangat lelah berjalan menuju bangku di bawah pohon untuk duduk, badanya terasa sedikit sakit setelah disuruh sit up tadi.
"Hai, kamu gak apa apa kan!" kata salah satu mahasiswi baru yang menghampiri Anisa di bangku tempat dia duduk.
"Aku gak apa apa kok, cuma agak kram aja perut aku, mungkin karena sit up tadi!" kata Anisa.
"Nih, minum dulu... oh ya kenalin aku Tara, aku juga mahasiswi baru disini!" kata Tara seraya memberikan sebotol air mineral.
"Terimakasih... aku Anisa!" kata Anisa seraya membalas uluran tangan Tara.
"Oh ya kalau boleh tau kamu tadi kok bisa terlambat kenapa?" tanya Tara.
"Memangnya dirumah gak ada yang mengurus ibu kamu selain kamu, maaf yaa kalau aku kebanyakan nanya... anggap aja sekarang kita sahabatan, jadi mulai sekarang kamu bisa cerita apa aja sama aku!" jelas Tara.
"Gak apa apa kok, aku malah seneng bisa langsung dapet sahabat disini.
Aku sama ibu aku cuma tinggal berdua aja, bapak aku udah lama meninggal sejak 10 tahun lalu, dan aku pun anak tunggal!" jelas Anisa.
__ADS_1
"Maaf Anisa, aku gak bermaksud buat kamu mengingat masa lalu kamu!" kata Tara menyesal.
"Tidak apa apa kok Ra, itu juga udah lama banget!" kata Anisa.
"Ibu kamu sakit apa Nis, kalau boleh tau?" tanya Tara.
"Ibu aku sakit stroke, seminggu ini ibu aku cuma bisa terbaring ditempat tidur. Sebenarnya aku ingin menunda kuliah aku dulu, aku ingin bekerja dan mengurus ibu aku. Tapi ibuku tidak mengijinkannya, beliau menginginkan aku untuk kuliah, karena aku bisa kuliah disinipun karena beasiswa yang aku dapat!" jelas Anisa.
Anisa terlahir bukan dari keluarga yang berada, dia tinggal berdua dengan ibunya saja, sedangkan ayahnya sudah lama meninggal. Sebelum sakit, ibunya bekerja sebagai penjual sayur keliling. Tapi setelah ibunya sakit, ibunya tak bisa lagi mencari uang, saat ini Anisa dan ibunya mencukupi kebutuhannya dengan uang tabungan mereka. Anisa pun baru akan mencari pekerjaan setelah selesai ospek, karena tidak mungkin lagi ibunya untuk bekerja kembali. Anisa baru saja lulus SMA, dan dia mendapatkan beasiswa untuk berkuliah di kampus elite tersebut, Sebab Anisa adalah seorang anak yang pintar dan cerdas, dia selalu mendapatkan juara 1 di sekolahnya dalam setiap mata pelajaran.
Maka dari itu dia tidak ingin menyia nyiakan kesempatan beasiswa tersebut, dia ingin membuat ibunya bangga dan bahagia karena dirinya.
"Maaf Anisa, kalau aku sudah membuatmu sedih, semoga ibu kamu segera sembuh ya!" kata Tara.
"Tidak apa apa Ra, aku malah bisa jadi lega karena bisa sedikit menceritakannya sama kamu, makasih yaa kamu udah mau jadi sahabat aku!" kata Anisa.
"Jika kamu butuh teman curhat, aku siap jadi pendengar yang setia buat kamu!" kata Tara.
Tara adalah anak orang kaya, tetapi dia memiliki hati yang baik. Dalam berteman dia tidak pernah pilih pilih. Dia senang berteman dengan siapa saja.
__ADS_1
Dan ditempatnya berkuliah sekarang dia merasa senang karena sudah mendapatkan seorang sahabat, begitupun Anisa. Baru pertama masuk kuliah mereka sudah langsung bersahabat..
...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏...