Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
Bab 114


__ADS_3

Sesampainya di rumah Andra dan Anisa saling membisu. Mereka berdua hanyut dalam pikiran mereka masing-masing.


Anisa meletakkan tas selempangnya ke atas meja ruang tamu. Setelah itu ia menuju ke arah dapur untuk membuatkan kopi suaminya. Anisa tau pasti suaminya sedang memikirkan semua perkataan dokter tadi. Dan dirinya juga yakin,Mas Andra tidak akan mau melakukan program bayi tabung itu.


Anisa menghela nafas panjang sambil mengaduk-aduk kopi buatannya. Setelah ini ia tak tau harus berbuat apa. Sedangkan semua orang dan mertuanya sudah menuntutnya untuk segera memiliki keturunan.


"Ini Mas minum dulu kopinya," Anisa meletakkan secangkir kopi di atas meja. Ia pun duduk di sebelah Andra.


"Terimakasih sayang," Kata Andra. Ia pun lalu meminum kopinya.


"Mas Andra pasti kepikiran semua perkataan dokter tadi ya?," Tanya Anisa.


"Jelas kepikiran sayang. Mas jadi takut dan khawatir. Mas nggak mau kamu kenapa-napa. Jadi lebih baik kita batalkan saja rencana kita untuk program bayi tabung. Lagi pula kamu tadi dengar sendiri kan kalau kita sehat, kita subur, tidak ada masalah apa pun dengan kita. Kita hanya perlu sabar sayang. Mas mohon," Andra menatap Anisa dengan sendu, berharap istrinya itu mau menurutinya.


Anisa terdiam sejenak. Otaknya mulai berfikir. Sebenarnya ia juga merasa takut. Tapi di lain sisi sampai kapan ia harus sabar. Semua orang selalu menuntutnya.

__ADS_1


Tiba-tiba sebuah nama terlintas di benaknya. Yaitu Putri. Tidak ada lagi yang bisa Anisa lakukan, selain menyuruh suaminya untuk menikah lagi.


Dan Putri lah yang menjadi pilihan Anisa. Karena ia tahu Putri adalah wanita baik-baik. Ia juga sudah sangat mengenal Putri. Anisa tidak mau jika suaminya menikah dengan wanita sembarangan.


"Baiklah Mas, aku akan menuruti kemauan mu untuk tidak melanjutkan program bayi tabung ini. Tapi ada syaratnya. Aku punya satu permintaan untukmu,dan aku sangat berharap kamu menyetujuinya," Tutur Anisa.


"Iya sayang, katakan apa yang kau inginkan. Sebisa mungkin aku akan menurutinya," Andra mengatakannya dengan antusias. Ia senang dan juga merasa lega karena Anisa mau membatalkan program bayi tabungnya.


Anisa menarik nafas panjang sebelum mengutarakan keinginannya pada Andra. Dalam hati nya ia berdoa, berharap suaminya akan setuju. Karena inilah jalan satu-satunya. Meskipun harus berbagi suami, namun ia rela demi kebahagiaan suaminya dan juga keluarganya.Anisa tidak mau menjadi istri dan menantu yang egois.


"Cukup Anisa. Jangan mulai lagi. Kita sudah pernah membahas ini. Dan Mas tidak akan mau melakukannya," Andra berdiri dari tempat duduknya hendak pergi. Namun Anisa langsung memegang tangan suaminya. Lalu menariknya agar kembali duduk. Andra pun duduk kembali, namun ia tak mau memandang ke arah Anisa.


"Mas,,aku mohon. Ini demi aku, demi keluargamu,demi Papa Mama mu dan juga demi penerusmu kelak. Mas , lihat aku...Aku sangat mencintaimu dan aku juga tau kau sangat mencintaiku. Meskipun Mas menikah lagi, aku yakin cinta kita tidak akan pernah mati. Kita akan selalu hidup bersama sampai akhir hayat," Anisa membelai pipi suaminya dengan lembut. Air matanya mengalir membasahi pipi mulusnya. Ia sebenarnya tidak menginginkan ini semua. Tapi mungkin ini lah takdir dirinya. Takdir yang harus ia jalani untuk berbagi suami dengan wanita lain.


"Masih ada cara lain sayang. Kita bisa mengadopsi bayi dari panti asuhan. Jadi,Mas tidak harus menikah lagi," Ucap Andra seraya memegang ke dua tangan Anisa.

__ADS_1


"Itu beda Mas. Jika aku mau,sudah dari dulu aku lakukan itu. Tapi aku Mau anak dari benih mu sendiri,meskipun bukan terlahir dari rahimku," Sanggah Anisa.


"Anisa sayang,,berpikir jernih lah. Ini tidak semudah yang kamu bayangkan. Apa kata keluargaku nanti. Mereka semua juga pasti tidak akan menyetujuinya. Jadi lupakan saja," Seru Andra yang sedikit emosi.


Andra mengacak rambutnya frustasi. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan permintaan istrinya itu karena menyuruhnya untuk menikah lagi.


"Aku sudah berpikir jernih Mas dan aku juga sadar sesadar-sadarnya dengan apa yang aku ucapkan. Ayo lah Mas Andra aku mohon," Anisa menangkupkan ke dua tangannya di depan Andra,berharap suaminya itu menyetujui permintaannya.


Andra yang benar-benar sudah pusing langsung beranjak dari tempat duduknya dan langsung meninggal kan Anisa sendirian di sofa ruang tamu tanpa jawaban apapun. Andra sudah tidak tahan dengan semua perkataan Anisa memaksa nya untuk menikah lagi.


Anisa pun hanya terdiam terpaku melihat suaminya pergi. Air matanya terus saja mengalir. Namun, ia tidak akan menyerah. Ia akan terus memaksa suaminya sampai suaminya itu menyetujuinya. Apapun akan Anisa lakukan.


**Terima kasih sudah membaca, jangan lupa like ya kak...


Jangan lupa baca juga"JODOH SI GADIS MISKIN 2" klik aja di pencarian kak 😊

__ADS_1


Terimakasihhh ❤❤**


__ADS_2