Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
Bab 40


__ADS_3

Hari sudah menjelang petang, Bu Lestari sudah pulang dari kantor sejak sore tadi. Dia sengaja pulang lebih awal karena fikirannya tidak tenang. Dia menunggu Rendra pulang, tapi tak kunjung pulang.


Terdengar suara mobil dari depan, bu Lestari bergegas menuju depan, membuka pintu melihat siapa yang datang. Ternyata yang datang adalah suaminya pak Yudi.


Perasaan bu Lestari menjadi sangat khawatir dan tidak tenang. Dia sangat cemas memikirkan Rendra. Apa benar dia sudah berbuat itu bersama Sherly.


"Tumben ma, kok yang bukain pintu mama..memangnya bi Asih sama Sari kemana?" tanya pak Yudi heran.


"Ada kok pa mereka, mama pikir tadi Rendra yang dateng!" jawab bu Lestari.


"Gak biasanya mama nunggui Rendra pulang, ada apa ma?" tanya pak Yudi kembali.


"Nanti mama ceritain, sekarang papa mandi dulu!" kata bu Lestari. Lalu mereka berjalan masuk ke dalam rumah.


Setelah pak Yudi selesai mandi, dia segera menyusul istrinya di ruang tamu. Dari tadi bu Lestari masih menunggu kepulangan Rendra.


"Ma, dari tadi mama disini aja, gak bosen apa" kata pak Yudi,lalu duduk disamping istrinya.


"Mama lagi nungguin Rendra pa, dihubungi gak aktif nomernya!" kata bu Lestari.


"Nanti dia juga bakalan pulang ma, kayak anak kecil aja pake ditungguin. Gak biasanya mama kayak gini. Memang ada apa ma, kok mama kelihatan gelisah gitu?" kata pak Yudi menatap istrinya.


"Pa, tadi mama ketemu sama Sherly, dia ngajak ketemuan di kafe deket kantor. Dia bilang sama mama kalau........!" kata bu Lestari yang tidak sanggup melanjutkan kata kata nya dan malah menangis.


"Kalau apa ma, kok malah nangis sih... Jangan bikin papa bingung" kata Pak Yudi panik.


"Pa, Sherly bilang ke mama kalau dia lagi hamil... dia hamil anak Rendra pa!" seru bu Lestari yang membuat tangisnya semakin pecah.


"Apa!!!!!! gak mungkin itu ma, Rendra gak mungkin ngelakuin itu, papa tau siapa Rendra. Itu cuma akal akalan Sherly buat mendapatkan Rendra kembali!" Seru pak Yudi, yang langsung beranjak dari duduknya.


"Mama juga gak tau pa, apa yang dikatakan Sherly itu kenyataan atau cuma kebohongan dia aja. Tapi jika semua itu benar, mau taruh dimana muka kita pa. Mama malu... Malu pa...hiks..hiks...hiks..." kata bu Lestari.


"Tenang ma, mama jangan mengambil kesimpulan sendiri dulu, kita belum tau kebenarannya dari Rendra. Mama sudah tau kan sifat Sherly seperti apa... Papa yakin kalau ini cuma akal akalanya aja!" kata pak Yudi mencoba menenangkan hati istrinya.

__ADS_1


Pak yudi mendekati istrinya yang masih menangis, dia memeluk istrinya agar lebih tenang. Dia tidak mengira kalau situasinya malah akan semakin buruk seperti ini. Baginya apa yang dibilang Sherly ke istrinya itu hanyalah omong kosong.


Tak lama kemudian suara mobil terdengar dari depan rumah. Pak Yudi dan bu Lestari saling melepas pelukannya dan segera beranjak menuju depan pintu, berharap Rendra yang datang. Dan ternyata benar, Rendra sudah pulang dari kantornya. Saat turun dari mobil,Rendra melihat orang tuanya sudah berdiri didepan pintu. Rendra menjadi bingung, karna tidak biasanya orang tuanya menungguinya pulang.


"Pa, ma... ada apa kok pada berdiri didepan pintu... nunggui Rendra pulang ya!" Tanya Rendra seraya menutup pintu mobil dan berjalan mendekati orang tuanya.


"Iya Rend, mama nungguin kamu pulang dari tadi, dan kenapa hp kamu gak bisa dihubungin!" kata mamanya.


"Hp Rendra mati ma, batrainya habis dan gak sempat cas hp tadi waktu di kantor, soalnya banyak kerjaan dikantor tadi" jawab Rendra.


"Ayo masuk dulu, apa mau ngobrol diluar sambil terus berdiri!" sela pak Yudi.


Mereka kemudian masuk, disaat Rendra akan langsung menuju kamarnya, bu Lestari melarangnya dan menyuruhnya duduk di ruang tamu.


"Ada apa ma, Rendra mau mandi dulu ini, gerah banget!" kata Rendra.


"Ada hal yang pengen mama tanyain sama kamu. Dan kamu harus janji dulu sama mama, kalau kamu akan jujur tentang semua yang akan mama tanyain sama kamu!" kata bu Lestari dengan tatapan serius ke Rendra.


"Biar papa aja ma yang bertanya sama Rendra!" sela pak Yudi. Dia tidak mau melihat istrinya menangis kembali karna suatu hal yang belum tentu benar.


"Rend, bagaimana hubungan kamu dengan Sherly sekarang ini!" tanya pak Yudi memulai pembicaraan.


"Papa kan sudah tau sendiri kemarin kalau Rendra dan Sherly sudah tidak punya hubungan apa apa lagi. Kenapa papa masih saja menanyakkan hal itu" tanya Rendra.


"Selama kamu pacaran dengan Sherly, apa yang pernah kamu lakukan dengannya, jawab jujur Rend!" ucap pak Yudi.


"Maksud papa apa tanya kayak gitu ke Rendra?" tanya Rendra heran.


"Jawab dulu Rend" singkat pak Yudi.


"Oke..Selama Rendra pacaran sama Sherly, Rendra gak nglakuin apa apa sama dia, yaa cuma kayak orang pacaran biasa aja, jalan bareng, nonton bareng, makan bareng, gitu gitu aja pa!" jawab Rendra.


"Bener yang kamu bilang, kamu gak bohong kan sama kami!" tanya bu Lestari.

__ADS_1


"Bener pa, ma buat apa Rendra bohong. Sebenarnya mama dan papa itu kenapa, kok Rendra ngerasa diintrogasi sih!" keluh Rendra.


"Jadi gini Rend, mama kamu tadi cerita sama papa. Mama dan Sherly siang tadi habis ketemuan. Dan Sherly bilang dia lagi hamil anak kamu, lalu dia minta pertanggung jawaban kamu" kata pak Yudi dengan hati hati.


Rendra yang mendengar itu terasa badanya menjadi panas, emosinya sudah mencapai ubun ubun. Kemudian dia langsung berdiri dari duduknya.


"Omong kosong macam apa ini. Mana mungkin Rendra ngehamilin dia pa. menyentuhnya pun cuma sekedar gandengan tangan. Rencana busuk apa lagi yang dia buat. Mama dan papa harus percaya sama Rendra, kalau Rendra gak mungkin nglakuin hal itu" Jelas Rendra dengan suara menahan emosinya.


"Tapi dia bilang sama mama, kamu nglakuin itu waktu kamu dalam keadaan tidak sadar karna pengaruh minuman keras Rend" kata bu Lestari menahan tangisnya.


"Ma, Selama Rendra hidup Rendra belum pernah ngerasain minuman kayak gitu. Mama dan papa tau sendiri kan, setiap Rendra pulang dari keluar, apa mama dan papa pernah nyium bau alkohol, apa mama dan papa pernah mergokin Rendra mabuk... enggak kan... Itu semua bohong ma, jangan percaya dengan apa yang dikatakan wanita itu, karna itu semua hanya rencana dia supaya Rendra kembali padanya!" jelas Rendra panjang lebar.


"Dia juga berani membuktikan kalau dia beneran hamil Rend!" kata bu Lestari kembali.


"Yaa mungkin memang benar dia lagi hamil ma, tapi itu bukan sama Rendra...melainkan dengan pacarnya" jelas Rendra.


"Mama bingung Rend, kenapa masalahnya malah jadi serumit ini. Bukannya mama tidak mempercayaimu ,tapi ini sulit untuk mama terima!" Resah bu Lestari.


"Rendra akan buktikan ke mama dan papa kalau itu bukan anak Rendra!" ucap Rendra yakin.


"Papa percaya sama kamu Rend, pasti kamu bisa mengatasi masalah ini.


Sekarang biarkan mama mu istirahat dulu, kamu juga tenangin pikiran kamu.. Papa sama mama ke kamar ya!" kata pak Yudi seraya merangkul istrinya menuju ke kamar.


Rendra hanya mengangguk. Rasanya dia ingin sekali berteriak meluapkan emosinya. Tapi ditahannya karna dia tidak mau membuat orang tuanya tambah panik.


Kali ini Rendra tidak bisa terima dengan kelakuan Sherly, sama saja dia sudah memfitnahnya di depan orang tuannya.


Rendra bertekad akan membuktikan bahwa apa yang dibilang Sherly itu adalah bohong.


Kemudian Rendra langsung bergegas naik ke atas menuju kamarnya. Lalu menyegarkan diri, mencoba menghilangkan rasa yang berkecamuk dalam dirinya.


...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏...

__ADS_1


__ADS_2