Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
Bab 73


__ADS_3

Seperti hari hari biasa restoran Sari begitu ramai oleh pembeli. Semua para pegawai Sari pun sangat cekatan dalam melayani para tamu. Hidupnya sekarang begitu sangat bahagia... apa yang dia inginkan selalu diberi kelancaran dan kemudahan oleh Allah SWT.


Jam baru menunjukkan jam 4 sore, restoran Sari pun sudah tutup, karena semua bahan sudah pada habis saking ramenya.


"Assalamualaikum mas!" kata Sari dari sambungan televon.


"Waalaikumsalam sayang, iya ada apa?" tanya Rendra.


"Mas, restoran aku udah tutup, aku pulang naik taksi aja, nanti mas gak usah jemput aku kesini ya!" kata Sari.


"Yaudah kalau gitu.. bentar lagi mas juga mau pulang, kamu hati hati ya!" kata Rendra.


"iya mas, assalamualaikum!"


"Waalaikumsalam"


Setelah sambungan berakhir, Sari kemudian beranjak untuk pulang. Dia menaiki taksi untuk pulang ke rumah.


Sedangkan Rendra masih berada dikantor, dia mengangkat gagang televon dan memanggil Rio.


"Keruangan gue sebentar!" ucap Rendra singkat.


Tak berapa lama Riopun datang...


"Kenapa Rendra?" tanya Rio.


"Gimana sama sekertaris baru kerjanya bagus enggak?" tanya Rendra balik.


"Setelah gue lihat dan cek tadi, kerjanya bagus kok, cepet juga!" jelas Rio.


"Oke, kalau gitu nanti lo bilang sama dia, kalau dia diterima kerja disini.. mulai besok dia udah mulai rutin bekerja!" kata Rendra.


"Siaap... lo mau balik sekarang?" tanya Rio.


"Iyaa, gue mau balik.. udah ditunggu istri dirumah!" kata Rendra dengan tersenyum genit.


"Yang punya istri dirumah, pengennya cepet cepet pulang!" goda Rio.


"Makanya lo buruan nikah juga donk, biar ada yang nungguin lo dirumah!" ejek Rendra. Kemudian dia langsung berjalan keluar dari ruangannya, meninggalkan Rio yang masih berada disitu.


Saat dia berjalan untuk keluar kantor, tiba tiba Bella menghentikan langkahnya.


"Pak..pak... maaf apa saya diterima kerja disini?" tanya bella to the point.


"Nanti Rio yang akan bilang sama kamu. ada lagi yang mau ditanyakan?"tanya Rendra kepada Bella.


"Tidak pak!" jawab Bella seraya menggelengkan kepalanya.


Kemudian Rendra langsung pergi tanpa berkata apa apa lagi.


"Sombong amat dia ke gue. Baru kali ini gue dicuekin oleh bos. lihat saja nanti, lo akan jatuh kepelukan gue!" batin Bella dengan masih melihat kepergian Rendra.


Saat Bella akan memasuki ruangannya kembali, Rio memanggilnya.


"Bella..tunggu sebentar!" seru Rio.

__ADS_1


"Iya pak... ada yang bisa saya bantu?" tanya Bella.


"Tidak, saya cuma mau bilang kalau kamu diterima kerja disini!" jelas Rendra.


"bapakk Serius!" Seru Bella.


"Iya.."


"Terimakasih kalau begitu pak... saya permisi!"


"Oke!" jawab Rio singkat.


Bella kembali keruangannya dengan wajah yang bahagia. Akhirnya dia diterima bekerja disini. Karena itu yang dia harapkan.


Sesampainya dirumah, Sari sudah berada dirumah duluan. Dia menyambut suaminya. Kemudian menuju ke kamar mereka.


"Sayang kenapa restorannya tutup cepet!" tanya Rendra.


"Karena udah habis mas.. Alhamdulillah, tadi restoran kita rame bangett lebih rane dari yang kemarin kemarin!" kata Sari bahagia.


"Alhamdulillah. . Semoga kedepannya semakin berkembang ya sayang!" kata Rendra.


"Amin, yaudah mas buruan mandi.. udah hampir maghrib, nanti kita sholat berjamaah ya mas!" kata Sari.


"Iya sayang, mas mandi dulu yaa!" kata Rendra, kemudian beranjak menuju kamar mandi.


Sari menyiapkan baju ganti untuk suaminya, lalu menunggunya untuk menunaikan sholat maghrib bersama.


Setelah mandi dan juga sholat, Mereka masih berada didalam kamar sambil menunggu waktu sholat isya'.


"Sayang, dikantor ada sekertaris baru!" kata Rendra.


"Dia udah mengundurkan diri 2 hari yang lalu sayang, karena mau menikah. Jadi secepatnya aku cariin pengganti dia!" jelas Rendra.


"Oh.. syukur kalau udah dapet penggantinya mas!" kata Sari.


"Iya sayang!" ucap Rendra.


Jam sudah menunjukkan pukul 19.30 malam. Setelah selesai sholat isya', Sari dan Rendra turun kebawah untuk makan malam. Disana sudah ada mama dan papanya.


"Malam sayang,gimana hari ini restorannya?" tanya bu Lestari setelah mereka duduk.


"Alhamdulillah lancar ma!" jawa Sari seraya tersenyum.


"Syukur kalau gitu!" ucap bu Lestari.


Saat mereka sedang makan malam, tiba tiba Sari merasa sangat mual.. kemudian dia langsung berlari ke kamar mandi.


Semua yang berada dimeja makan merasa terkejut, Rendra langsung menyusul Sari kekamar mandi.


"Kamu kenapa sayang... gak apa apa kan?" tanya Rendra panik.


"Gak apa apa kok mas, cuma mual dikit... huekk...hueekk...!" jawab Sari yang masih mual.


"Kamu sakit sayang, ayo kita ke dokter!" kata Rendra seraya memijit leher istrinya.

__ADS_1


"Gak perlu mas, aku gak papa kok. Nanti juga sembuh. Kita makan lagi yuk!" Ajak Sari, setelah dirasa membaik.


Rendra menuntun Sari kembali ke ruang makan.


"Kamu kenapa sayang?" tanya bu Lestari panik.


"Tidak apa apa kok ma, Sari cuma sedikit mual aja!" jawab Sari. Seraya duduk kembali ke kursinya.


"Coba kamu panggilkan dokter Setiawan Rend, takut manti istrimu kenapa kenapa!" kata pak Yudi.


"Gak usah pa, Sari beneran gak apa apa kok!" kata Sari.


"Apa kamu sudah datang bulan Sar bulan ini?" tanya bu Lestari.


"Belum sih ma, Udah telat 2 minggu Sari belum datang bulan juga!" jelas Sari.


"Apa jangan jangan kamu sekarang lagi hamil sayang!" seru bu Lestari.


"Ma...masak sih ma..." ucap Sari yang merasa tidak percaya.


"Ren, kamu telvon dokter Setiawan sekarang yaa biar periksa Sari. Dari pada semua penasaran!" kata bu Lestari.


"Iya ma... semoga aja bener sayang kamu lagi hamil!" Kata Rendra.


Rendra kemudian langsung menelevon. dokter setiawan untuk memeriksa Sari dirumah.


Setelah menunggu 45 menit, akhirnya dokter Setiawan pun datang. Dia langsung memeriksa Sari di kamarnya.


Selama diperiksa Rendra selalu menemaninya. Sedangkan pak Yudi dan Bu Lestari menunggu di luar.


Mereka tidak sabar menunggu hasil pemeriksaan Sari. Mereka berharap Sari beneran hamil, Sebab kehadiran seorang cucu sangat dinanti nantikan oleh mereka.


Setelah menunggu 15 menit, akhirnya pemeriksaan pun selesai. Dokter Setiawan keluar dari kamar, diikuti oleh Rendra dan Sari.


"Bagaimana dok?" tanya pak Yudi.


"Selamat pak Yudi dan bu Lestari, anda akan segera menjadi kakek dan nenek!" Jawab dokter Setiawan.


"Alhamdulillah.... pah, akhirnya kita akan punya cucu!" Seru bu Lestari bahagia.


"Alhamdulillah, terimakasih dokter!" kata pak Yudi.


"Sama sama... kalau begitu saya permisi.. selalu dijaga kandungannya, jangan terlalu capek, karena usia kandungan bu Sari masih sangat muda!" jelas dokter Setiawan.


"Pasti dok... terimakasih!" kata Rendra.


Dokter Setiawan pun kemudian berjalan menuruni tangga diantar oleh pak Yudi.


"Sari, selamat ya... mama ikut bahagia sekali..akhirnya kamu hamil!" kata bu Lestari seraya memeluk Sari.


"Iyaa ma, makasih... Akhirnya penantian kita selama ini tidak sia sia... Allah udah memberikan apa yang kita tunggu!" kata Sari.


"Iyaa sayang... aku bahagia banget!" kata Rendra kemudian mencium kening istrinya.


Akhirnya kebahagiaan Saripun bertambah atas kehamilannya. Dia merasa sangat bersyukur dan bahagia atas nikmat yang begitu luar biasa yang diberikan kepadanya dan juga keluarganya. Buah hati yang selama ini mereka nantikan akhirnya sudah berkembang diperut Sari.

__ADS_1


Tak sabar rasanya Sari ingin memberitahu kepada orang tuanya tentang kehamilannya...


......TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏......


__ADS_2