
Setelah masuk kedalam restoran, Andra langsung menuju meja dimana mamanya dan Aira berada.
"Kak lama banget sih datengnya,udah hampir sejam nih kita nungguin!" keluh Aira.
"Maaf ma, Ra, tadi masih nganterin temen pulang!" kata Andra.
"Yaudah gak apa apa, kamu mau makan apa, Aira sama mama udah pesen duluan!" tanya Sari.
"Aku mau kangkung dong ma!" jawab Andra.
"Oke, tunggu sebentar!"
"Ajengg...!" panggil Sari kepada salah satu karyawannya.
"Iya bu, ada yang bisa saya bantu!" kata Ajeng.
"Tolong ambilkan tumis kangkung, sama orange jus satu yaa!" kata Sari.
"Iyaa bu!" kata Ajeng. Lalu beranjak pergi untuk mengambil pesanan Sari.
"Gimana tadi sayang, ospeknya!" tanya Sari.
Andra tidak menjawabnya, dia terlihat melamun. Andra juga tidak mendengar pertanyaan dari Sari. Dalam pikirannya masih saja teringat dengan Anisa.
"An, Andra!" kata Sari seraya mengibaskan tangannya didepan muka Andra.
"Eh, iya ma, ada apa!" tanya Andra terkejut.
"Kakak ini kenapa sih, dari tadi mama nanyak gak dijawab malah melamun!" kata Aira seraya menikmati makan siangnya.
"Ada apa sayang, ada kamu kamu pikirkan?" tanya Sari.
__ADS_1
"Gak kok ma, Andra cuma kepikiran sama mahasiswa baru yang tadi Andra anterin pulang!" jelas Andra.
"Memangnya kenapa dengan dia An?" tanya Sari penasaran.
"Gak kenapa kenapa sih ma, cuma sewaktu Andra nganterin dia pulang ke rumahnya.. Andra agak kaget lihat keadaan rumahnya!" jelas Andra.
"Memangnya kenapa dengan rumahnya?" tanya Sari kembali.
"Rumahnya sederhana banget ma, padahal dia bisa berkuliah di kampus itu!" kata Andra.
"Yaa mungkin orang tuanya mampu untuk biayain dia sayang, atau bisa juga dia dapet beasiswa!" kata Sari.
"Iyaa juga sih ma, mungkin seperti itu!" kata Andra.
Tak lama kemudian pesanan Andra datang. Mereka pun menikmati makan siang bersama. Setelah selesai makan, Mereka langsung pulang ke rumah.
**dirumah Anisa**
Baginya sekarang yang penting ibunya bisa makan terlebih dahulu. Dengan beras yang masih sedikit tersebut Anisa langsung memasaknya menjadi bubur.
Setelah selesai memasak bubur untuk ibunya, dia langsung membawanya ke kamar ibunya. Terlihat ibunya belum bangun, kemudian Anisa membangunkannya dengan lembut.
"Bu... makan dulu bu!" kata Sari, seraya mengusap lembut kepala ibunya.
"Mmmmm, kamu sudah pulang nak?" kata ibunya setelah membuka matanya.
"Sudah bu, makan dulu yuk bu, Anisa udah buatin bubur buat ibu!" kata Anisa.
Ibunya hanya menganggukkan kepalanya saja,seraya mengangkat tubuhnya dalam posisi duduk, dan dibantu oleh Anisa.
"Kamu sendiri sudah makan nak?" tanya ibunya.
__ADS_1
"Sudah bu, baru saja selesai makan!" kata Anisa berbohong. Dia tidak mau membuat ibunya kepikiran dengan keadaan kebutuhan yang kian menipis. Anisapun sebenarnya merasa berdosa karena telah membohongi ibunya.
"Maafi ibu yaa nak, karena sudah merepotkan kamu, harusnya ibu yang menyiapkan makan buat kamu, pasti kamu capek habis pulang dari kuliah!" kata ibunya sedih.
"Ibu gak boleh bicara seperti itu. Ini udah kewajiban Anisa sebagai seorang anak untuk berbakti kepada orang tuanya. Udah yaa, ibu jangan berfikir yang aneh aneh, yang penting sekarang ibu harus cepet sembuh!" jelas Anisa, seraya menyuapi sang ibu makan.
"Makasih nak, kamu memang anak yang baik" kata ibunya seraya mengelus pipi anaknya.
Anisa masih menyuapi ibunya makan, setelah selesai makan Anisa mengambilkan obat untuk ibunya. Ternyata obatnya tinggal untuk hari ini saja.
"Minum obat dulu yaa bu!" kata Anisa seraya memberikan obat kepada ibunya.
"Iya" jawab ibunya dengan senyum tipis dibibirnya.
Setelah selesai dengan menyuapi dan memberikan obat kepada ibunya, Anisa menuju ke dalam kamarnya. Dia terlihat bingung, bagaimana cara dia bisa mendapatkan uang hari ini juga, jika hari ini dia tidak mendapatkan uang, maka nanti malam ibunya tidak bisa makan, dan obat untuk besokpun sudah tidak ada. Anisa berfikir keras, seketika dia teringat dengan handphonenya. Ya, Anisa berniat akan menjual handphone jadulnya.
Anisa lalu beranjak dengan membawa handphone nya menuju ke konter terdekat untuk menjualnya.
Sebelum berangkat, Anisa terlebih dulu pamit kepada ibunya.
"Bu, Anisa pergi sebentar yaa!" kata Anisa.
"Kamu mau kemana nak?" tanya ibunya.
"Anisa mau pergi kerumah temen!" kata Anisa beralasan.
"Yaudah, kamu hati hati yaa!" kata ibunya.
"Iya bu..."ucap Anisa seraya mencium pungguk tangan ibunya.
Anisapun beranjak pergi ke konter dekat rumahnya. Dia berharap handphone nya ada yang berminat untuk membelinya. Meskipun uang yang didapatnya hanya sedikit, tapi untuk Anisa itu sangat berharga, sebab dia sangat membutuhkan uang untuk makan dan membeli obat.....
__ADS_1
...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏...