
Hari ini adalah hari terakhir ospek dikampus Andra. Para mahasiswa dan mahasiswi baru merasa senang dan lega, karena ospek akan berakhir.
Hari ini Anisa selalu mengembangkan senyum manisnya, terlihat dari raut wajahnya bahwa ia begitu bahagia. Dari kejauhan Andra memperhatikan Anisa, dia senang melihat senyum manis Anisa, tingkahnya yang lembut, wajah yang penuh kepolosan dan penampilan yang sederhana membuat dirinya terlihat alami dan natural.
Andra terlihat senyum senyum sendiri melihat Anisa dari kejauhan, Alex yang diam diam memperhatikan Andra yang sedang memandangi Anisapun, menggodanya.
"Ehm ehm... kayaknya ada yang lagi kasmaran nihh!" goda Alex seraya menyenggol lengan Andra.
"Sotoy lu!" balas Andra yang langsung mengalihkan pandangannya.
"Alah, gak usah munak lo, gue tau dari tadi lo mandangin si anak baru itu kan!" kata Alex seraya menunjuk ke arah Anisa.
"Mana ada, orang gue lagi ngelihatin pak Parmin tuh lagi nyapu!" kata Andra dengan menunjuk ke arah pak Parmin, tukang kebun kampus.
"Gak mau ngaku nih, yaudah, coba gue ajak kenalan ah, cantik juga itu cewek!" goda Alex kembali, yang akan beranjak menghampiri Anisa.
"Eitsss... apaan sih lo maen nylonong nylonong ajaa!" kata Andra, seraya menarik tangan Alex agar duduk kembali.
"Tuh kan bener, udah deh bro jujur aja... kita temenan udah lama kali, masak masih rahasia rahasian segala!" kata Alex.
"Hmmmmmm.... yaa mungkin apa yang lo ucapin tadi bener!" kata Andra yang melihat ke arah Anisa kembali.
"Gue dukung lo bro, kayak nya dia anak yang baik, yaa meskipun penampilannya sederhana, tapi menurut gue dia cewek paling cantik diantara cewek cewek seangkatan dia!" jelas Alex.
"Udah lah, udah siang nih waktunya makan siang, yookk gue laper!" ajak Andra.
Alex pun tanpa harus berfikir lama langsung beranjak dari tempat duduknya mengejar Andra yang sudah jalan terlebih dahulu menuju kantin.
__ADS_1
Siang ini kantin terlihat ramai, karena banyak mahasiswa yang sedang beristirahat disana. Salah satunya adalah Anisa dan Tara, mereka juga telah berada dikantin yang sama dengan Andra. Tapi jarak mereka berjauhan, sehingga Anisa ataupun Andra tidak sadar akan keberadaan masing masing.
Saat Anisa tengah asyik menikmati makan siangnya dengan Tara, tiba tiba Dona datang ke meja Anisa dan langsung menyiram Anisa dengan air yang dia ambil dimeja Anisa. Anisa terkejut dan langsung berdiri dari tempat duduknya, begitupun Tara, sampai menutup mulutnya dengan tangan karena tak kalah terkejutnya dengan Anisa.
"Kenapa kamu siram aku!" seru Anisa yang terlihat marah.
Semua mata yang ada dikantin langsung tertuju kepada mereka.
"Heh, lo jangan pura pura **** yaa, baru kemarin gue udah ingetin lo ya, tapi kenapa lo masih aja deket deket dengan Andra. Lo budeg atau emang beneran **** sih!" seru Dona seraya memunjuk nunjuk kepala Anisa.
"Tapi aku gak pernah deketin kak Andra atau siapapun!" bela Anisa.
"Dasar cewek sialan, tetep aja lo gak mau ngaku. Kemari gue lihat dengan mata kepala gue sendiri kalau lo dan Andra lagi jalan berdua. Wajah polos lo itu ternyata cuma topeng buat nutupin keganjenan lo sama cowok cowok kan!" seru Dona dengan menggebu gebu. Dona kali ini benar bemar marah, emosinya tidak terkendali. Dia tidak peduli dengan orang orang yang sudah memperhatikannya. Dona malah merasa bangga dengan itu, karena itu artinya dialah yang berkuasa dikampusnya.
"Kak Dona hanya salah paham, itu hanya masalah pekerjaan saja.. tidak ada yang lebih dari itu!" kata Anisa mencoba menjelaskan.
"Pekerjaan apa... pekerjaan sebagai wanita bayaran,iya.... apa orang tua lo gak pernah ngedidik lo buat jadi cewek bener!" kata Dona dengan melototkan matanya ke arah Anisa.
PLAAKKK..... Anisa benar benar merasa marah dengan perkataan Dona yang sudah membawa kedua orang tuanya kedalam pertengkaran tersebut. Anisa masih bisa menerima jika dirinya yang dimaki dan diolok olok, tapi jika menyangkut pautkan dengan nama orang tua, dia tidak akan terima.
Semua yang berada dikantin tersebut oun terkejut dengan kejadian itu, selama ini tidak pernah ada yang berani dengan Dona, apalagi sampai menamparnya seperti itu.
Dona yang sudah dipenuhi dengan rasa amarahpun, berniaf ingin membalas tamparan Anisa, saat ia sudah melayangkan tangannya, dengan sigap Andra langsung meghalanginya, sehingga tangan Dona belum sampai menyentuh pipi Anisa.
Dona dan Anisa yang melihat Andra tiba tiba datang, merasa terkejut. Andra langsung menyingkirkan tangan Dona.
"Apa yang mau lo lakuin. Lo sadar gak dengan apa yang lo lakuin ini, apa pantes sebagai wakil ketua panitia ospek bersikap seperti ini kepada anak baru. Apa lo gak mau dengan predikat lo,yang seharusnya menjadi panutan bukan malah bersikap konyol dan bodoh seperti ini!" seru Andra dengan menatap tajam ke arah Dona.
__ADS_1
"Tapi, And, cewek ini udah bersikap keterlaluan!" kata Dona mencoba membela diri.
"keterlaluan apa, bukannya lo yang udah bersikap keterlaluan. Sekarang gue minta lo pergi dari sini!" kata Andra mengusir Dona.
"Tapi And.......
"Gak ada tapi tapian, pergi dari sini sekarangg!" seru Andra meninggikan nada suaranya, yang membuat Dona kaget bahkan semua yang berada dikantin tersebutpun juga kaget.
Dengan wajah yang cemberut Dona langsung pergi dari situ dengan membawa perasaannya yang dongkol. Dona pikir bahwa Andra akan membelanya, tapi ternyata dia salah besar,justru Dona malah diusir oleh Andra.
"Lo gak apa apa kan?" tanya Andra yang menatap ke arah Anisa dengan tatapan sedih.
"Saya gak apa apa kak!" jawab Anisa yang berusaha menahan air matanya agar tidak menetes.
"Yaudah gue anterin lo pulang!" kata Andra.
"Tapi kak, kuliahnya kan belum selesai!" ucap Anisa.
"Gak apa, lagian baju lo juga basah, gak mungkin juga lo lanjutin kuliah dengan baju basah kayak gini!" kata Andra.
Anisa tidak langsung menjawab perkataan Andra, dia masih berfikir sejenak, kemudian menatap Tara. Tara yang sadar dengan tatapan Anisapun, hanya menganggukkan kepalanya saja, dengan arti bahwa Tara setuju dengan perkataan Andra.
"Yaudah kak........ Tara aku balik dulu yaa!" pamit Anisa.
"Iya Nis, hati hati yaa!" kata Tara.
Andra dan Anisa pun beranjak pergi dari kantin tersebut, dan menuju ke parkiran.
__ADS_1
Setelah kepergian mereka, keadaan kantinpun kembali normal seperti semula, meskipun masih banyak diantara mereka yang membicarakan kejadian barusan...
...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏...