
"Permisi mas, saya mau jual HP, bisa gak ya?" tanya Anisa setelah sampai di tempat tujuan.
"Coba lihat dulu HP nya mbak!" kata mas mas penjaga konter.
"Oh ya, ini mas silahkan!" kata Anisa seraya menyerahkan HP nya.
Sekitar 2 menit Anisa menunggu si penjaga toko melihat dan mengejek HP nya..
"Ini udah HP keluaran lama mbak, saya tidak bisa beli dengan harga tinggi!" kata penjaga konter.
"Tidak apa apa mas, yang penting mas nya mau beli!" kata Anisa.
"Ini mbak, saya beli 300 ribu!" ucap si penjaga conter seraya menyerahkan uang 300 ribu kepada Anisa.
"Apa ini tidak bisa ditambahin sedikit lagi mas!" tanya Anisa berharap.
"Maaf mbak, ini sudah saya beli dengan harga tinggi dengan model HP seperti ini, dan apalagi perlengkapannya pun tidak ada!" jelas si penjaga conter.
"Yaudah mas kalau begitu. ini saya terima.. terimakasih!" kata Anisa.
"Sama sama mbak!"..
Hati Anisa bisa sedikit lebih lega, karena hari ini dia bisa mendapatkan uang meskipun harus mengorbankan handphone nya. Padahal handphone itu satu satu nya milik Anisa. Tapi bagi Anisa, yang terpenting adalah kesembuhan ibunya, karena ibunya masih terbaring sakit dan membutuhkan obat.
__ADS_1
Anisa kemudian langsung menuju apotik untuk membelikan obat untuk ibunya, lalu membeli beras dan sayur untuk dimasaknya hari ini. Setelah mendapatkan kebutuhannya, Anisa segera pulang kerumah, takut jika ibunya terlalu khawatir dengan kepergiannya yang sudah cukup lama.
Sesampainya dirumah, dilihatnya ibunya ditempat tidur menunggu kedatangannya.
Ibunya tidak mengetahui jika Anisa pergi menjual handphone nya.
"Kamu dari mana nak, kenapa lama sekali?" tanya ibunya yang tampak khawatir.
"Maaf bu, tadi kebetulan waktu Anisa kesana, temen Anisa baru keluar, jadi Anisa nungguin sampai dia pulang!" jelas Anisa berbohong.
"Yaa sudah, kamu buruan mandi sana, udah sore!" kata ibunya.
"Iyaa bu, Anisa mandi dulu yaa, nanti setelah itu Anisa bantu ibu membasuh diri!" kata Anisa.
Bagi Bu Tini, Anisa adalah harta yang paling berharga untuk dirinya. Ibu Tini berharap kelak anaknya menjadi anak yang sukses, dan memiliki kehidupan yang lebih baik dari pada sekarang.
Bu Tini merasa sangat bersalah dan sedih karena masih terbaring sakit seperti ini. Yang seharusnya dia bekerja mencari uang untuk keluarga, tapi hingga saat ini, untuk bangun dari tempat tidurpun dia belum mampu. Bu Tini selalu memohon dan berdoa agar dirinya bisa segera sembuh dan bisa kembali bekerja.
Tak lama kemudian, setelah Anisa selesai mandi dan sholat, dia membawa air hangat ke kamar ibunya untuk membasuh ibunya untuk membersihkan diri, seperti biasa yang dilakukannya setiap harinya.
Setelah selesai membantu ibunya membersihkan diri, Anisa beranjak ke dapur untuk memasak. Anisa memasak bubur dan sayur untuk mereka makan malam ini. Anisa sengaja tidak memasak nasi untuk dirinya, agar persediaan beras yang dibelinya tadi tidak cepat habis.
Setelah satu jam, akhirnya Anisa selesai memasak. Segera ia membawa bubur ke dalam kamar ibubnya dan menyuapinya.
__ADS_1
"Bu, makan dulu, Anisa udah masak bubur sama sayur buat ibu!" kata Anisa setelah duduk di samping ibunya.
"Apa uang tabungan kita masih cukup nak untuk membeli beras?" tanya bu Tini.
"Masih kok bu, ibu jangan mikirin masalah itu yaa. Nanti rencananya Anisa juga akan mencari kerja bu!" kata Anisa seraya menyuapi ibunya.
"Kamu mau bekerja apa nak, bukankah kamu harus kuliah!" tanya bu Tini khawatir.
"Besok setelah pulang dari kuliah, rencananya Anisa mau cari kerja bu, nanti bisa kerja sambil kuliah!" jelas Anisa.
"Tapi nak, nanti kamu kecapekan jika harus kuliah dan bekerja!" sedih bu Tini.
"Tidak bu, nanti Anisa cari kerjanya yang ringan ringan aja, ibu tidak usah khawatirin Anisa yaa, yang terpenting ibu sembuh dulu!" kata Anisa.
"Yasudah kalau itu memang kemauan kamu nak, maafin ibu, karena ibu menyusahkanmu!" kata bu Tini sedih.
"Jangan bilang seperti itu bu, Anisa seneng melakukan apapun demi ibu..jadi Anisa mohon ibu jangan bicara seperti itu lagi ya!" kata Anisa.
Bu Tini hanya menganggukkan kepalanya seraya meneteskan air mata nya. Dia tidak sanggup menahan air matanya agar tidak menetes. Bu Tini merasa sangat bersyukur karena memiliki anak seperti Anisa. Dari kecil sampai sekarang, Anisa tidak pernah menuntut hal yang lebih kepada orang tuanya, Anisa adalah anak yang penurut dan berbakti kepada orang tuanya.
Sebenarnya ditempatnya tinggal Anisa disukai oleh banyak pemuda, sebab Anisa termasuk wanita paling cantik di tempat tinggalnya. Tapi semua pria yang mencoba mendekatinya hanya dianggap oleh Anisa sebagai teman saja. Karena saat ini Anisa belum ingin berpacaran, karena hingga saat ini pun belum ada satu pria yang menarik hatinya.
Setelah selesai makan, dan memberi obat untuk ibunya. Anisa merebahkan tubuhnya disamping ibunya. Dia merasa sangat lelah, tak berapa lama ia pun terlelap tidur bersama dengan ibunya...
__ADS_1
...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏...