
Pagi harinya Naura dan Santi berangkat bersama menuju tempat kerja, karena semalam Santi menginap di kos milik Naura. Seperti biasa mereka menaiki bus untuk sampai di tempat kerja.
Sesampainya ditempat kerja, ternyata disana sudah ada Beni, yang sedang menunggu kedatangan mereka.
"Hai Ben, udah nunggu lama ya"kata Naura.
" Ya lumayanlah. Oh ya kemarin kalian berdua ambil cuti ya, kok aku gak tau sih" tanya Beni.
"Iya, kemarin kita ambil cuti" jawab Naura.
"Memangnya ada acara apa, kok ambil cutinya barengan gitu?" tanya Beni.
"Ketemu idolanya si Naura, kamu tau kan Nico Wijaya model dan pengusaha terkenal itu" jawab Santi.
"Oh Nico Wijaya, memangnya kalian ketemu dimana?" tanya Beni kembali.
"Kemarin dia ngadain jumpa fans, jadi kita dateng kesana" jawab Naura.
"Oh" ucap Beni.
"Yaudah kita masuk yuk" ajak Naura.
Mereka pun masuk ke dalam cafe dan mengerjakan tugas masing-masing.
Santi yang bekerja sebagai kasir terlihat sibuk dengan keuangannya, sedangkan Naura yang menjadi pelayan cafe juga sibuk dengan melayani pelanggan. Meskipun hanya sebagai pelayan cafe, namun Naura dipercaya oleh bosnya untuk menjaga cafe dan memegang tanggung jawab saat bosnya pergi ke luar kota ataupun liburan.
Jam istirahat pun tiba, waktunya mereka untuk istirahat dan makan siang.
"Ra kamu mau pesen makanan enggak, kamu tadi kan gak bawa bekal?" tanya Santi.
"Aku biar nanti beli nasi bungkus di depan aja San" jawab Naura.
"Kalau aku pesenin lewat go food mau gak?" tawar Santi.
__ADS_1
"Gak usah San, kalau kamu mau pesen go food pesen aja" jawab Naura.
"Udah gak usah pakai nolak gitu, aku traktir kamu, kebetulan kakak aku tadi baru aja kasih transferan ke aku" kata Santi.
"Yaudah terserah kamu aja San" kata Naura yang akhirnya pasrah.
"Nah gitu donk, aku pesenin nasi padang sama jus semangka mau kan" kata Santi.
"Iya San, terserah aja" ucap Naura.
Entah dengan apa Naura akan membalas semua kebaikan sahabatnya itu. Santi yang selama ini selalu membantunya dan memberi apa yang dirinya tidak punya dan tidak mampu beli. Karena Santi, Naura merasa masih punya keluarga.
"Oh ya San, ngomong-ngomong kakak kamu kaya apa sih, aku jadi penasaran?" tanya Naura.
"Hehe, Lama-lama kamu juga bakalan tau Ra, kapan-kapan aku ajak dia kesini deh" jawab Santi terkekeh.
"Kok kamu senyum-senyum gitu sih San, aneh deh" kata Naura yang merasa aneh dengan sahabatnya, seperti ada yang dia sembunyikan.
"Karena aku bahagia, bentar lagi pesanan aku dateng, dah laper bangett soalnya" kata Santi.
"Ra, aku pulang duluan ya, soalnya malam ini aku gak pulang ke kos, tapi mau pulang ke rumah, kamu gak apa kan disini sendiri dan pulang sendiri?" tanya Santi.
"Iya gak apa-apa kok San, kamu tenang aja, oh ya kamu pulang ke rumah naik apa?" tanya Naura.
"Aku naik taksi Ra... eh itu ada taksi kebetulan banget" kata Santi.
Santi pun langsung memberhentikan taksi tersebut.
"Kamu hati-hati ya San di jalan" kata Naura.
"Iya Ra, kamu juga hati-hati pulang ke kostnya, maaf ya Ra aku gak bisa nemenin kamu" kata Santi yang sudah masuk ke dalam taksi.
"Iya San gak apa-apa" ucap Naura.
__ADS_1
"Daa.. Ra sampai ketemu besok" kata Santai seraya melambaikan tangannya.
"Daa San" balas Naura.
Di tempat lain.....
Nico dan asistennya Roy malam ini sedang berada di restoran bintang 5 untuk makan malam.
"Adik lo jadi malam ini pulang ke rumah?" tanya Roy.
"Bilangnya sih jadi, tadi dia juga sempet telepon aku kok" jawab Nico.
"Ngapain juga sih adik lo, si Santi itu pakai kerja di cafe, mana pakai kost segala lagi" kata Roy.
"Lo kan tau sendiri Santi itu anaknya gimana, kalau udah kemauannya gitu ya harus terlaksana" jelas Nico
"Oh ya ngomong-ngomong Santi kerja di cafe milik siapa?" tanya Roy.
"Cafe milik Anton" jawab Nico.
"Kalau di pikir-pikir aneh juga adik lo itu, padahal kakaknya model terkenal dan pengusaha sukses, ngapain juga capek-capek kerja di cafe" kata Roy.
"Gue sendiri juga bingung, padahal gue lebih pengen Santi lanjutin kuliah ke Amerika, tapi dia malah lebih milih kerja di cafe dan hidup mandiri" jelas Nico.
"Yaa kalau memang udah kemauannya gitu, biar kan saja, yang penting dia tidak berbuat aneh-aneh" kata Roy.
"Mending lo pesen makanan sekarang, gue udah laper banget" titah Nico.
Di tempat lain....
Akhirnya Naura sampai juga di kosan. Sesampainya di kos, Naura langsung g beranjak mandi, sebab badannya terasa sangat lengket karena kerja seharian. Selesai mandi dan sholat, Naura merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur seraya menatap ke langit-langit kamarnya.
Naura merindukan kedua orang tuanya, sangat rindu. Andai saja ibu dan ayahnya masih ada, mungkin Naura tidak akan merasa kesepian dan kesendirian seperti ini. Naura merindukan kasih sayang dan pelukan dari orang tuanya. Hanya doa yang Naura bisa berikan kepada kedua orang tuanya yang sekarang sudah berada di surga.
__ADS_1
TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏