Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
Bab 11


__ADS_3

 


Hari pun menjelang sore. Jam 5 sari terbangun. Dia segera bergegas pergi ke kamar mandi, buru\-buru wudhu untuk sholat ashar.


Setelah selesai sholat, terdengar suara pintu di ketuk...Sari segera melepas mukena nya dan berjalan menuju ke pintu.


 


Setelah pintu di buka, ternyata adalah bu marni yang pulang dari bekerja.


 


"Bu mar, kok baru pulang?" tanya sari


"Saya kan pulang dari tempat kerja jam 5 sar, jadi nyampe kost nya hampir jam setengah 6.


 


"Eh sar, kamu udah makan belum, ini saya bawakan makanan ada lauk dan ada nasi juga" kata bu marni sambil membuka kantong plastik yang dia bawa.


 


"Sari udah makan kok bu, itu sari juga belikan buat ibu tadi" kata sari seraya menunjuk bungkusan nasi.


"Kamu gak usah belikan saya makanan sar, soal nya saya di sana udah makan, terus pulang nya juga pasti bawa makanan" jelas bu marni.


"Gak apa\-apa bu... cuma nasi ajaa kok" kata sari.


 


"Saya mandi dulu ya sar, kalau kamu udah lapar makan duluan aja" kata bu marni seraya menuju ke kamar mandi.



Sari menganggukkan kepala nya.


Sari beruntung bisa bertemu dengan bu marni di sini, orang yang baik,dan mau mengajak sari untuk tinggal bersama. Entah apa jadi nya kalau sari tidak bertemu dengan bu marni, mungkin bisa jadi sampai sekarang sari tidak punya tempat untuk tinggal.


Tak lama setelah bu marni selesai, sari berganti untuk mandi..dan kemudian melaksanakan sholat maghrib.


Setelah semua beres, sari dan bu indah makan bersama...



"Bu mar, apa setiap hari pulang bawa makanan?" tanya sari sambil mengunyah makanan nya.


__ADS_1


"Iya sar, tiap hari bawa, soal nya udah jadi jatah. Jadi lebih hemat sar, uang nya bisa ditabung. Jadi saya tidak pernah beli makanan" jelas bu marni.



"Enak ya bu kalau gitu, jadi gak usah mikirin soal makanan" kata sari seraya tersenyum.



"iyaa..... Eh iya, gimana sar hari ini, kamu udah dapet kerjaan belum?" tanya bu marni langsung teringat hal terlupakan dari tadi.



"Belum dapet bu,sari udah ngelamar hampir ke 10 perusahaan ataupun toko,tapi tidak ada yang mau menerima sari...


mungkin karna ijasah sari cuma ijasah smp" jelas sari terlihat sedih.


"Yaa udah gak apa\-apa sar, memang nyari kerjaan di sini susah, apalagi kamu cuma punya ijasah smp. Jangan sedih, nanti bu mar bantu cari" kata bu marni menenangkan sari.



"Iya bu.. sari hampir putus asa tadi, tapi sari teringat orang tua di kampung,apa lagi ingat bapak yang lagi sakit, sari harus lebih semangat lagi demi mereka" kata sari yang telah meneteskan cairan bening dari mata nya.


"Jangan nangis sar, nanti ibu jadi ikutan nangis lho...


Apa kamu mau jadi pembantu rumah tangga sama seperti ibu?"tanya bu marni menatap sari.


Sari tidak langsung menjawab, dia berfikir sejenak. Di dalam lubuk hati nya yang paling dalam, sebenar nya sari tidak menginginkan bekerja sebagai pembantu. Tapi setelah berfikir berulang\-ulang.. sari pun mengiyakan tawaran bu marni.




"Yaa sudah, besok bu mar tanyakan ke temen dulu yaa... Tapi sebenar nya sangat disayangkan kalau kamu kerja jadi pembantu lho sar.. soal nya kamu itu cantik, gak cocok jadi pembantu, cocok nya kamu itu jadi model" kata bu marni menggoda sari.


"Bisa aja bu mar ini..


Makasih yaa bu. udah bantuin sari untuk kesekian kali nya" kata sari yang langsung memeluk bu marni.


Bu marni pun membalas pelukan sari.


Sari merindukan sosok ibu nya, rindu pelukan hangat nya. Tanpa sadar sari menangis dalam pelukan bu marni.


Bu marni hanya diam saja sambil mengelus belakang kepala sari.


"Sudah sari,jangan menangis lagi... habiskan dulu makan nya" kata bu marni seraya melepaskan pelukan nya.


Setelah menghabiskan makanan nya, sari dan bu marni masih asyik mengobrol, bercanda dan berbagi cerita.

__ADS_1


Hidup memang sulit, apa lagi untuk orang-orang seperti sari dan bu marni. Mereka menjadi tulang punggung keluarga, memiliki tanggung jawab yang mau tak mau harus mereka tanggung. Bekerja keras,melawan rasa lelah dan letih demi memberikan sesuap nasi untuk keluarga nya.


semua itu dilakukan sari dan bu marni dengan ikhlas, demi kebahagiaan keluarga yang mereka cintai.


"Kalau boleh tau anak\- anak bu mar di kampung tinggal sama siapa?" tanya sari di tengah perbincangan.



"Anak saya tinggal sama ibu saya sar, cuma tinggal bertiga.. Anak saya semua nya laki\-laki.. yang satu umur 13 tahun dan yang satu lagi umur 9 tahun. Nama nya bagas dan galang. Kalau libur sekolah panjang mereka saya ajak ke sini. Rencana nya nanti kalau libur panjang lagi mau kesini, kira\-kira satu bulan lagi" kata bu marni menceritakan anak\-anak nya.



"Jadi penasaran pengen ketemu sama bagas dan galang, pasti rame deh kalau mereka ke sini" kata sari membayangkan.


"Tunggu saja sar, satu bulan lagi mereka ke sini"...


Tiba\-tiba terdengar suara pintu di ketuk dari luar, bu marni segera beranjak untuk membuka pintu.


Setelah pintu dibuka ternyata yang datang adalah pak Iman,pemilik kost.


Seperti biasa jika pak iman datang berkunjung itu arti nya waktu untuk membayar kost. Bu marni setiap bulan nya membayar sewa kost 500 ribu, harga yang terbilang murah untuk di perkotaan.


"eh...Pak iman, mari silahkan masuk..." kata bu marni.



"Tidak usah bu, seperti biasa saya cuma meminta pembayaran kost saja," kata pak iman seraya tersenyum.



"kalau begitu tunggu sebentar yaa pak, saya ambilkan uang nya dulu" kata bu marni.


"silahkan.."


Tak lama setelah mengambil uang dan kemudian memberikannya,bu marni bilang bahwa sekarang dia kost berdua.


"Oya pak iman, saya sekarang kost berdua, ada saudara saya di kampung yang mau kerja disini, dan kost nya ikut saya. Jadi uang kost nya nambah berapa ya pak?"


"Sekarang bu marni ada temen nya too....


kalau begitu nambah 100 ribu saja bu.."kata pak iman.


Kemudian bu marni kembali masuk ke dalam untuk mengambil uang. Setelah selesai urusan pembayaran dan pak iman sudah pergi,bu marni menutup kembali pintu dan kemudian membaringkan tubuh nya di kasur.


Sari pun menanyakan siapa yang datang tadi,kemudian bu marni mejelaskan semua nya.


"Kalau begitu saya ganti uang nya bu,kan saya sudah ikut tinggal disini jadi saya bayar setengah nya" kata sari seraya mengambil uang di tas nya.

__ADS_1


" Tidak usah sar, kamu simpan dulu uang kamu untuk keperluan yang lain, nanti kalau kamu sudah mulai kerja, baru kita bayar sama-sama". jelas bu marni.


Sari mengucapkan rasa terima kasih nya berulang\-ulang kepada bu marni. Sari berdoa, semoga kebaikan bu sari di balas oleh Allah SWT.


__ADS_2