
Rendra mengendarai mobilnya menuju restoran Sari.
Sekitar 30 menit kemudian Rendra sampai direstoran istrinya. Dia langsung menuju ruang kerja yang biasa digunakan istrinya.
Dan menyuruh salah satu pegawai untuk memanggilkan asisten pribadi Sari, yaitu Ana.
Tak berapa lama kemudian Ana mengetuk pintu,dan langsung disuruh masuk dan duduk oleh Rendra.
"Bagaimana Ana keadaan resto hari ini?" tanya Rendra.
"Lancar pak, tidak ada kendala ataupun masalah apapun.. Resto juga masih tetap ramai seperti hari hari biasa, tapi mungkin sebentar lagi resto akan segera tutup pak, karena semua bahan bahan di pantri sudah habis!" jelas Ana.
"Yaudah kalau gitu, saya minta data keuangan hari ini!" kata Rendra.
"Baik pak, akan saya ambilkan terlebih dahulu ke kasir...permisi!" kata Ana, lalu beranjak keluar ruangan menuju meja kasir.
Dia mengambil laporan keuangan dan uang untuk diserahkan kepada bosnya.
"Silahkan pak!" kata Ana, setelah sampai kembali diruangan bosnya. Dia menyerahkan buku laporan dan amplop kepada Rendra.
"Oke, makasih yaa Ana, silahkan kamu lanjutkan pekerjaan kamu!" kata Rendra setelah mengejek hasil laporan keuangannya.
Hari ini restoran istrinya mendapatkan uang 25 juta, masih seperti biasanya. Rendra membawa amplop yang berisi uang tersebut pulang, dan akan diberikan kepada istrinya.
Setelah urusannya beres, Rendra memutuskan untuk segera pulang.
Sesampainya dirumah Rendra langsung menuju kamar, dan menemui istrinya yang sedang tiduran di kamar.
"Lho mas, kok udah pulang, tumben pulang cepet?" tanya Sari yang agak terkejut dengan kedatangan Rendra.
"Iya sayang, soalnya aku kangenn banget sama kamu!" goda Rendra.
"gombal deh mas... ada apa mas,kok pulang cepet, gak biasanya!" tanya Sari kembali.
"Gak ada apa apa sayang, mas pengen cepet pulang aja. Mas tadi juga mampir ke restoran kamu!" kata Rendra.
"Terus gimana mas keadaan restonya?" tanya Sari.
__ADS_1
"Seperti biasa rame pembeli, dan juga tadi ana bilang udah mau tutup karena semua bahan udah pada habis.. Ini sekalian aku bawa pulang uangnya!" kata Rendra seraya membuka tas kerjanya dan mengambil amplop yang dibawanya tadi.
"Ada berapa mas semuanya?" tanya Sari.
"Tadi aku lihat di buku laporannya jumlahnya ada 25 juta sayang!" jawab Rendra.
"Alhamdulillah mas... rejeki kita mengalir terus, Allah selalu mendengar doa doa kita mas.. semoga setelah anak kita lahir, rejeki kita semakin bertambah mas!" kata Sari bahagia.
"Aminn sayang!" kata Rendra.
"Oh iya mas, aku sering lupa mau bilangbke mas, kalau dari pertama restoran kita buka, aku udah berniat untuk membiayai sebuah panti asuhan mas.. Jadi setiap hari nya aku ngasih uang atau sembako untuk mereka... gak apa apa kan mas?" jelas Sari.
"Masyaallah sayang... jelas gak apa apa dong, mas justru malah bangga banget sama kamu.. mas selalu dukung apapun yang kamu lakukan selama itu masih dijalan Allah!" kata Rendra seraya mengusap kepala lembut istrinya.
"Alhamdulillah... makasih yaa mas. Dan aku juga akan kirim buat bapak sama ibu dikampung setiap bulannya mas.. boleh kan!" tanua Sari.
"Sayang, kalau itu udah kewajiban kita sebagai anak memberi orang tua. Kalau kamu mau kirim buat bapak sama ibu bilang sama aku, karena aku yang akan kasih buat mereka!" jelas Rendra..
"Iya mas" kata Sari.
Sari merasa sudah tidak bisa bernafas lagi, dia mencoba melepaskan ciuman Rendra tapi tidak bisa. Akhirnya dia mencubit punggunh suaminya agar mau melepaskannya.
"Auuww... Sakit!" seru Rendra yang langsung melepaskan ciumannya.
"Ma...af mas...ha...bis...nya...ka...mu, gak mau le...pa..sinnn!" kata Sari dengan nafas yang terputus putus.
"Maaf sayang, habisnya terlaniur menikmati!" kata Rendra cengengesan.
"Aku udah kehabi...san nafas ta..u mas!" kata Sari kembali.
"Iyaa sayang, maafin aku yaa!" kata Rendra sedikit menyesal.
"Yaudah mas mandi dulu sana... biar seger!" kata Sari.
"Iyaa sayangku..!" kata Rendra.
Kemudian Rendra menuju ke kamar mandi.
__ADS_1
Jam masih menunjukkan pukul 16.30 WIB..
Pak Yudi dan bu Lestari belum pulang dari kantor.
Sari dan Rendra sedang duduk diteras rumah sambil menunggu kepulangan orang tuanya.
"Sayang, sekertaris baru yang kemarin itu ternyata pintar juga, profesional banget dalam bidangnya. Yaa kalau dibandingkan dengan Rena sekertaris yang dulu, lebih pintaran yang sekarang!" jelas Rendra ditengah bersantainya dengan Sari.
"Iya kah mas, hebat banget dong dia. Jadi penasaran kayak apa sih mas orangnya!" tanya Sari yang merasa penasaran dengan Bella.
"Yaa kayak gitu.. seperti perempuan pada umumnya!" jelas Rendra.
"Cantik gak mas?" tanya Sari kembali.
"Lebih cantikan kami sayang!" kata Rendra seraya tersenyum melihat istrinya.
"Apaan sih mas... pasti dia juga cantik ya!" kata Sari.
"Udah ah, kok kamu malah jadi kepo banget sama dia sih sayang!" kata Rendra.
"Yaa kan aku cuma penasaran aja mas!" kata Sari.
Tiba tiba mobil bu Lestari datang, pak satpam langsung membukakan pintu gerbang untuk bu Lestari.
"Kok pada didepan rumah, ada apa sayang!" tanya bu Lestari setelah turun dari mobilnya.
"Gak ada apa apa ma, lagi nyantai aja sambil nungguin mama sama papa pulang!" jawab Sari.
"Yaudah masuk yuuk, sekarang mama kan udah pulang.. papa mu juga bentar lagi pulang kok, tadi mama televon masih dijalan!" kata bu Lestari.
"Iya ma!" kata Rendra dan Sari bersamaan.
Merekapun masuk kedalam rumah.
Bu Lestari langsung menuju kamarnya untuk membersihkan diri. Sedangkan Rendra dan Sari menuju ruang tengah untuk menonton televisi.
...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏...
__ADS_1