
Tibalah dimana Sari,rendra beserta kedua orang tuanya pergi ke rumah Sari.
Jam menunjukkan pukul 08.00 WIB. Mereka sudah bersiap untuk pergi.
Mobilpun melaju membawa mereka kampung Sari, dimana kedua orang tuanya tinggal.
Perjalanan yang mereka tempuh sekitar 5 jam. Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang akhirnya merekapun sampai di rumah Sari.
Merekapun turun dari mobil. Pada saat Rendra dan keluarganya turun, hati mereka langsung terenyuh melihat rumah Sari yang begitu sangat sederhana. Bukan dari bangunan tembok, tapi hanya dari bambu dan kayu dan hanya beralaskan tanah.
Sari yang melihat mereka masih dengan menatap rumahnya, merasa sedikit malu. Tapi bagaimanapun juga ini adalah rumahnya dengan orang tuanya.
"Mari, mas, papa, mama silahkan masuk... maaf kalau rumahnya jelek!" kata Sari.
"Iya Sari... ayuk kita masuk!" kata bu Lestari.
Merekapun berjalan masuk, pintu rumah Sari terbuka, kemudian Sari mengucapkan salam.
"Assalamualaikum pa, buk Sari pulang!" Seru Sari dari luar.
"Waalaikumsalam!" Seru bu Siti dari dalam, kemudian langsung beranjak keluar.
"Ibu, ini Sari...!" seru Sari kembali setelah melihat ibunya berjalan dari dalam.
"Ya Allah, Sari.... apa kabar nak!" Kata bu Siti yang langsung memeluk anaknya.
""Alhamdulilllah, Sari sehat bu... Lalu dimana bapak bu!" tanya Sari yang tak melihat bapaknya.
"Ada di dalam Sar..... Pak...bapakkk... Sari pulang!" seru bu siti memanggil suaminya.
Tak berapa lama Bapak Sari langsung berjalam menghampiri Sari dari dalam.
"Sari.... Ya allah nak... bapak rindu!" kata pak Pardi seraya memeluk putrinya.
"Sari juga rindu dengan bapak dan ibu!" kata Sari.
"Lalu mereka siapa Sar, dan kamu kesini naik mobil itu?" tanya bu Siti yang merasa penasaran dengan 3 orang yang berdiri dibelakang Sari. Rendra dan kedua orang hanya tuanya tersenyum ramah.
"Sari akan ceritakan sama bapak dan ibu... sebelumnya kita masuk dulu yukk.... Mari mas, pa, ma silahkan masuk, maaf kalau rumahnya tidak membuat nyaman?" kata Sari.
Mereka semuapun masuk kedalam rumah, karna tidak ada kursi diruang tamu, maka pak Pardi menggelar tikar untuk mereka duduk. Kemudian bu Siti langsung membuatkan minuman di dapur.
__ADS_1
"Silahkan, pak, bu diminum, maaf kalau adanya cuma teh saja!" kata Bu Siti sopan.
"Tidak usah repot repot bu... ini saja sudah lebih dari cukup!" balas bu Lestari.
Setelah mereka meminum tehnya, pak Yudi memulai pembicaraan.
"Begini pak bu... perkenalkan saya yudi, ini istri saya Lestari dan anak laki laki saya Rendra. Kami adalah majikannya Sari dari kota!" jelas pak Yudi.
"Ya Allah, jadi bapak dan ibu ini majikan anak saya. Maaf saya tidak tahu!" kata bu Siti terkejut.
"Sar, kenapa kamu tidak bilang dulu sama bapak dan ibu kalau majikan kamu mau dateng kesini!" kata Pak Pardi.
"Maaf pak, bu!" kata Sari seraya menundukkan kepala.
"Tidak apa apa pak... Kedatangan kami kemari karena kami ingin melamar anak bapak dan ibu untuk anak kami Rendra!" jelas pak Yudi.
Pak Pardi dan bu Siti tidak langsung menjawabnya, mereka sama sama terkejut.
Sesaat setelah mereka saling pandang, pak Pardi mulai bertanya untuk meyakinkan omongan pak Yudi tadi.
"Maaf pak, apa yang anda bilang barusan itu hanya gurauan!"
"Tidak pak, saya tidak lagi bergurau ataupun bercanda, saya serius dengan omongan saya, bahwa putra saya telah jatuh cinta dengan putri bapak dan ibu dan ingin melamarnya!" jelas pak Yudi kembali.
"Benar bu,pak... mas Rendra dan keluarganya datang kesini untuk melamar Sari!" jelas Sari.
"Saya kesini untuk meminta restu dari bapak dan ibu... apa bapak dan ibu mau merestui kami?" tanya Rendra.
"Kami sebagai orang tua Sari memberikan restu... jika Sari sudah yakin dengan pilihannya,dan jika Sari bahagia dengan pilihannya, maka kami pasti juga akan ikut bahagia!" jelas pak Pardi.
"Alhamdulillah" ucap mereka serentak.
"Terimakasih pak, bu... Sari sangat bahagia, terimakasih bapak dan ibu telah memberi restu untuk kami!" kata Sari terharu.
"Saya juga mengucapkan terimakasih atas restunya pak,bu" tambah Rendra.
"Iya Sar, bapak dan ibu hanya bisa merestui dan mendoakan yang terbaik buat kamu dan untuk nak Rendra juga!" kata bu Siti.
"Kalau begitu langsung saja kita rencanakan tanggal pernikahan mereka, bagaimana?" tanya pak Yudi.
"Kalau kami nurut saja pak... bagaimana Sari dan nak Rendra apa mereka sudah siap!" kata pak Pardi.
__ADS_1
"Inysaallah kami siap pak,bu!" kata Rendra.
Sari hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Kita adakan acaranya 1 bulan lagi bagaimana!" kata bu Lestari memberi usul.
"Iya ma, kami siap. Nanti untuk akad nikahnya di sini saja... Tapi sebelumnya saya akan sedikit merenovasi rumah bapak dan ibu, bagaimana?" tanya Rendra.
"Kami jadi tidak enak nak... memang keadaan rumah kami seperti ini, maaf ya!" kata pak Pardi.
"tidak apa apa pak.. tolong bapak dan ibu mau menerimanya yaa. Bapak dan ibu tidak perlu memikirkan apapun, semua biaya biar saya yang tanggung!" jelas Rendra.
"Iya pak, bu... mas Rendra berniat baik!" tambah Sari.
"Yaa sudah kalau begitu... terserah nak Rendra saja!" kata pak Pardi.
Mereka masih membahas soal rencana pernikahan. Mereka akan mengadakan akad nikah dirumah Sari lalu untuk resepsinya akan diadakan di jakarta. Pak yudi dan bu Lestari sudah berencana akan menyewa hotel berbintang untuk acara resepsi tersebut.
"Oh ya pak, bu... ini saya ada hadiah sedikit untu bapak dan ibu, mohon diterima!" kata Rendra seraya menyerahkan tas kecil kepada mereka.
"Apa ini nak Rendra?" tanya bu Siti.
"Bapak dan ibu buka saja!" kata Sari.
Kemudian bu Siti membuka tas tersebut dan mengambil dua benda yang berbentuk kotak dari dalam tas tersebut.
Bu Siti sangat terkejut setelah membuka 2 kotak tersebut.
"Ini apa nak... ibu dan bapak tidak pantas menerima ini semua!" seru bu Siti.
"Iya nak... ini terlalu berlebihan untuk kami!" tambah pak Pardi.
"Itu hadiah dari saya dan juga Sari pak,bu... itu yang memilihkan Sari sendiri untuk bapak dan ibu... jadi saya mohon bapak dan juga ibu mau menerimanya, dan jangan berfikir yang aneh aneh... saya dan Sari hanya ingin memberikan hadiah!" jelas Rendra.
"Iya pak,bu, bener apa yang dibilang oleh mas Rendra. Ini hadiah untuk bapak dan ibu.. Sari juga mohon bapak ibu mau menerimanya!" tambah Sari.
"Alhamdulillah, terimakasih Sari, nak Rendra. saya dan bapak menerimanya." kata bu Siti seraya menangis bahagia.
" Terimaksih bapak ucapkan sekali lagi, Sari, nak Rendra dan pak yudi, bu Lestari, kami tidak bisa membalasnya dengan apa apa, insyaallah Allah yang akan membalas kebaikan kalian!" imbuh pak Pardi yang merasa terharu.
Mereka hanya tersenyum bersama. Mereka juga ikut merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh pak Pardi dan bu Siti.
__ADS_1
Sari merasa sangat bersyukur atas semua ini, atas nikmat yang diberikan kepadanya dan juga keluarganya. Semoga Allah selalu melancarkan jalannya untuk menuju ibadahnya bersama calon suaminya tanpa ada halangan apapun...
...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏🙏...