
Waktu berjalan begitu cepat, tak terasa sudah sebulan berlalu sejak pertemuannya dengan Nico. Setelah itu Naura tidak pernah lagi bertemu dengan Nico. Kontekan pun juga tidak pernah. Naura berharap bisa bertemu lagi dengan idolanya tersebut, namun apalah daya dirinya hanyalah seorang pelayan toko yang harus mengubur dalam-dalam harapannya tersebut. Mana mungkin juga seorang Nico memikirkan dirinya, masih banyak hal yang jauh lebih penting ketimbang memikirkan dirinya. pikir Naura.
"Ra, kok ngelamun sih?" sapa Santi saat mereka istirahat kerja.
"Siapa yang melamun San, ini lagi makan kok" jawab Naura.
"Oh ya Ra, gimana kamu sama kak Nico?" tanya Santi.
"Gimana apanya San?" tanya Naura balik.
"Yaa kelanjutan hubungan kalian berdua" jawab Santi.
"Gak ada kelanjutan apa-apa San, memangnya mau dilanjutin kemana juga" jawab Naura.
"Ya ke yang lebih serius lah... jadi gagal dong rencana aku buat comblangin kamu sama kakak aku" kata Santi kecewa.
"Kamu ini juga aneh-aneh aja San, mana mungkin sih kakak kamu mau sama aku. Udah ah, yuk balik kerja lagi, udah abis nih jam istirahatnya" kata Naura.
Merekapun kembali bekerja.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Cafe pun sudah tutup. Naura dan Santi bersiap untuk pulang.
"Hai Ra, San..." sapa Beni, yang tiba-tiba menghampiri mereka.
"Hai Ben, tumben masih disini, biasanya udah pulang duluan kamu" kata Santi.
"Iya, sekalian mau anterin Naura pulang" jawab Beni.
"Gak usah repot-repot Ben, aku biasa juga pulang sendiri kok" kata Naura.
"Gak apa lagi Ra,mumpung ada tumpangan, lagian juga udah malem" kata Santi.
"Terus kamu gimana San?" tanya Naura.
"Aku pulang naik taksi Ra, lagian aku juga udah pesen taksi kok" jawab Santi.
__ADS_1
"Iya Ra, mumpung aku bawa motor sendiri" tambah Beni.
"Yaudah kalau gitu.. tapi beneran kamu San gak papa aku tinggal sendiri disini?" tanya Naura.
"Gak papa Ra, bentar lagi juga dateng taksinya" jawab Santi.
"Kita duluan kalau gitu San" kata Beni.
"Iya, hati-hati" ucap Santi.
Naura dan Beni menuju ke arah parkiran untuk mengambil motor.
Merekapun berboncengan dengan motor metik milik Beni.
"Ra, nanti ada yang marah gak kalau kamu boncengan sama aku?" tanya Beni seraya menyetir motor.
"Gak ada Ben, memangnya siapa juga yang marah" jawab Naura.
"Siapa tau ada... soalnya aku kapan gitu pernah lihat kamu jalan berdua sama cowok, tapi udah lumayan lama juga sih" kata Beni.
"Oh gitu" ucap Beni.
20 menit kemudian sampailah mereka di kosan Naura.
"Kamu gak mau mampir dulu Ben?" tanya Naura.
"Gak usah Ra, udah malam juga... aku langsung balik ya" jawab Beni.
"Yaudah kalau gitu... makasih ya udah anterin aku pulang... hati-hati dijalan" kata Naura.
"Oke" ucap Beni, lalu pergi.
Naura berjalan menuju kosnya... saat akan membuka pintu, tiba-tiba ada yang memanggilnya.
"Naura!" seru seorang pria.
__ADS_1
Naura menoleh ke arah panggilan tersebut.
Ternyata Nico yang memanggilnya.
"Kak Nico?" kata Naura tak percaya.
"Hai Ra apa kabar?" tanya Nico.
"Kak Nico kok bisa ada disini, dan tau kos aku?" tanya Naura masih dengan rasa tak percayanya.
"Tau dong, aku gak disuruh masuk nih" kata Naura.
"Oh... iya kak, ayo masuk" kata Naura. Lalu membuka pintu kosnya.
Setelah masuk ke dalam kosan, Naura mempersilahkan Nico untuk di kursi sofa yang ada di dalam kosnya. Kamar kosan Naura tidak sebesar kosan Santi, namun cukup nyaman dan lengkap bagi Naura.
Naura mengambil minuman jus jeruk di dalam kulkas lalu memberikannya kepada Nico.
"Silahkan kak, diminum dulu" kata Naura.
"Makasih Ra... oh ya kamu tinggal di sini sama siapa?" tanya Nico.
"Aku tinggal sendiri kak, kadang Santi juga nginep disini" jawab Naura.
"Kosan kamu bersih dan nyaman juga Ra" kata Nico.
"Bisa aja kak. Oh ya kak Nico tadi udah makan belum?" tanya Naura.
"Belum, tadi habis pulang dari kantor langsung kesini" jawab Nico.
"Kalau gitu aku masakin mie instan mau gak kak... soalnya aku cuma ada mie instan aja di kos" kata Naura menawarkan.
"Boleh Ra, kebetulan aku juga laper" kata Nico..
TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA🙏😊
__ADS_1