Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
Bab 88 (end)


__ADS_3

Usia kandungan Sari sudah memasuki usia 9 bulan. Dan perkiraan lahirnya sekitar satu minggu lagi. Waktu berjalan dengan begitu cepat. Semua keluarga sudah tidak sabar menunggu kelahiran anak dan cucu mereka. Sari menanti dengan harap harap cemas, karena baru kali ini Sari akan melahirkan seorang anak. Dan dia menginginkan kelahiran secara normal.


"Tinggal menghitung hari kita Rendra junior akan segera lahir mas!" kata Sari saat mereka berduan berada didalam kamar.


"Iyaa sayang, aku gak sabar pengen lihat wajah anak kita, mirip siapa ya nanti!" kata Rendra.


"Mirip sama mas aja.. kan cowok jadi gantengnya biar sama kayak mas... atau malah nanti lebih ganteng!" kata Sari.


"Mirip kita berdua.. kan anak kita berdua!" kata Rendra seraya mencubit hidung istrinya.


Mereka masih tengah asyik bercerita tentang kelahiran anaknya nanti, mereka juga sudah mempersiapkan sebuah nama.


Sampai akhirnya malam kian larut, dan merekapun tidur dengan membawa perasaan bahagianya.


Hari berganti hari....


Saat Sari dan keluarga sedang menikmati sarapan tiba tiba Sari merasakan perutnya terasa sakit, memang hari ini adalah tepat satu minggu dimana dia akan melahirkan.


"Mas, perut Sari kok rasanya sakit yaa, kadang sakitnya hilang, terus dateng lagi sakitnya!" kata Sari, yang membuat Rendra,orang tua dan mertuanya merasa terkejut.


"Jangan jangan kamu mau melahirkan nak, ini kan tepat hari kamu melahirkan!" kata bu Siti panik.


"Iya Sar, bener... pasti kamu mau melahirkan sekarang!" tambah bu Lestari.


"Yaudah tunggu apa lagi, cepat bawa istrimu kerumah sakit Rend!" seru pak Yudi.


"Iya pa,... ayo sayang kita ke rumah sakit sekarang!" ajak Rendra seraya membantu istrinya berdiri


"Iya mas, pelan pelan aja mas, perut aku mulai sakit lagi ini!" keluh Sari.


"Bu siti, sama mama ikut ke mobil Rendra yaa, temenin mereka disana, nanti papa sama pak Pardi nyusul. Biar papa nyuruh bi Asih dulu buat beresin baju dan perlengkapan bayinya ke rumah sakit, nanti papa bawa sekalian ke sana!" jelas pak Yudi.


"Iya pa, kalau gitu kami sekarang kesana ya!" ucap bu Lestari.


"Iya, hati hati dijalan!" kata pak Yudi.


Mereka lalu langsung menaiki mobil menuju rumah sakit. Sari duduk dibelakang ditemani ibunya


"Aduh bu, sakit.!" keluh Sari seraya memegangi perut buncitnya.


"Sabar nak, istighfar yaa...!"kata bu Siti sambil terus mengelus perut anaknya.


"Sabar sayang, sebentar lagi kita sampai dirumah sakit kok!" tambah Rendra.

__ADS_1


Sesampainya dirumah sakit, Sari langsung ditangani oleh suster.. Dia memeriksa kehamilan Sari...


"Wah, bu sari, sudah pembukaan 2 rupanya, anda kemungkinan akan melahirkan hari ini" kata suster tersebut.


"Iya sus, terimakasih!" kata Sari.


"Saya ambil darahnya dulu yaa bu!" kata suster, lalu menyuntikkan jarum ke tangan Sari.


Setelah suster selesai memeriksa Sari, dan keluar, kemudian Rendra, bu Lestari dan bu Siti memasuki kamar yang ditempati Sari.


"Bagaimana sayang?" tanya Rendra yang terlihat sangat khawatir.


"Tadi suster bilang sudah pembukaan 2 mas!" jawab Sari.


"Masyaallah nak, kamu akan segera melahirkan!" kata bu Siti.


"Iya Sar... sebentar lagi kita akan punya cucu bu Siti!" kata bu Lestari bahagia.


Jam masih menunjukkan pukul 8 pagi. Sari masih ditemani oleh keluarganya didalam ruangannya.


"Aduh mas, rasanya sakit sekali... !" keluh Sari.


"Sabar sayang, semua akan baik baik saja!" kata Rendra yang tidak melepaskan tangan istrinya.


Jam sudah menunjukkan pukul 11 siang. Pak Yudi dan pak Pardi sudah berada di rumah sakit.


Sedangkan Sari merasakan rasa sakit yang teramat sangat.


"Bu, ibu... Sari gak kuat, ini sakit bu... aduhh!" kata Sari.


"Sabar sayang, kamu berdoa terus, istighfar, bedoa sama Allah yaa!" kata bu Siti seraya mengelus kepala putrinya.


"Permisi" tiba tiba seorang dokter dan suster masuk kedalam ruangan.


"Saya periksa dulu yaa... mohon untuk menunggu diluar!" kata dokter tersebut.


Setelah keluar dari ruangan. Dokter langsung melakukan pemeriksaan terhadap Sari.


"Sebentar yaa bu, kami periksa dulu!" kata dokter tersebut.


"Iya dok, aduhh!" kata Sari menahan sakitnya.


"Oke bu Sari, sebentar lagi anda akan segera melahirkan, sudah waktunya.

__ADS_1


Suster tolong persiapkan semuanya yaa... dan panggilka salah satu keluarganya untuk menemaninya disini!" kata dokter tersebut.


"Baik dok" jawab suster.


Setelah semuanya siap, maka dokter dibantu oleh dua orang suster melakukan proses melahirkan secara normal. Rendra yang menemanin Sari saat itu.


"Oke bu Sari... ambil nafas yang dalam... lalu dorong yang kuat yaa bu, satu..... dua...tiga... ayo dorong bu!" seru dokter memberi aba aba kepada Sari.


"aaaaaaaaahhhh, sakit dok.... sakit.... saya gak kuat.... hhhhgggggggg!" kata Sari.


"Ayo bu Sari, pasti bisa... sedikit lagi...!" kata dokter kembali.


"Mas, aku gak kuat mas.... sakit sekali!" kata Sari.


"Kamu pasti kuat sayang demi anak kita!" kata Rendra.


Lalu Sari mencoba mengeluarkan semua tenaganya... dan akhirnya.... sang jabang bayi pun keluar dengan tangisannya yang sangat keras.


Sari dan Rendra yang melihat itu, merasa lega sekaligus bahagia.


"Alhamdulillah sayang, anak kita sudah lahir. Terimakasih kamu sudah berjuang!: kata Rendra,lalu mencium kening istrinya, tak terasa air mata Rendra pu menetes.


Sari yang masih terlihat begitu lemas, hanya menganggukkan kepalanya saja, dengan air mata yang masih menetes karena bahagia.


Setelah semuanya beres, Sari sudah tidur disisi bayinya, yang sudah bersih dan di adzani oleh Rendra.


Semua keluargapun sudah berada didalam ruangan tersebut. Semuanya nampak bahagia dan terharu.


Akhirnya Sari dan Rendra sudah resmi menjadi orang tua. Anak laki laki dengan berat 2,9 kg dan panjang 47 cm... dan diberi nama Andra Rainal Atmajaya. Kebahagiaan mereka terasa lengkap dan begitu sempurna. Semua karena Allah selalu memberi mereka kemudah dan keberkahannya.


TERIMAKASIH UNTUK SEMUANYA YANG SUDAH SETIA MEMBACA KARYA SAYA SAMPAI AKHIR EPISOD INI.


SAYA UCAPKAN BANYAK BANYAK TERIMAKASIH, ATAS WAKTUNYA SELAMA INI. KALIAN SANGAT LUAR BIASA.


DAN JANGAN LUPA YAA BACA KARYA TERBARU SAYA YANG BERJUDUL


"KISAH CINTA MEIRA"


INSYAALLAH CERITANYA JUGA TIDAK KALAH SERU.


SEMOGA KALIAN JUGA MENYUKAINYA.


SEKALI LAGI SAYA UCAPKAN TERIMAKASIH BANYAK...

__ADS_1


🙏🙏😊😊😊🙏😊😊🙏🙏


__ADS_2