Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
Bab 115


__ADS_3

Semenjak perdebatan kemarin, antara Andra dan juga Anisa tidak saling berbicara. Pada saat Andra berangkat ke kantor pun tidak berpamitan ke pada Anisa. Anisa yang sudah membuatkan nya kopi pun juga tidak di minum.


Hari ini Anisa berniat ingin mengajak Putri untuk ketemuan. Ia akan mencoba untuk berbicara pada Putri tentang niatnya menjadikan Putri Istri ke dua untuk suaminya.


Anisa mengambil ponselnya, lalu menelepon sahabatnya itu. Tak lama,teleponnya pun di angkat.


"Assalamualaikum Anisa,,?", Suara Putri menyapa Anisa.


"Walaikumsalam Put. Lagi dimana?," Tanya Anisa.


"Lagi di rumah aja ini nyantai. Kenapa Nis?," Putri balik bertanya.


"Bisa ketemuan nggak di kafe yang kemarin. Ada yang mau aku obrolin sama kamu Put," Balas Anisa.


"Bisa kok Nis. Jam berapa mau ketemu di sana?," Tanya Putri.


"Sekarang bisa?," Tanya Anisa.


"Baiklah. Kalau gitu aku siap-siap dulu ya. Kita ketemu di sana. Bye" Jawab Putri,lalu menutup teleponnya.


Anisa pun juga langsung bersiap-siap. Hari ini ia harus berhasil membujuk Putri agar mau menikah dengan suaminya. Pasti akan sulit,namun Anisa sudah mempersiapkan semua kata-katanya.


Ia tau kalau suaminya belum menyetujui permintaannya. Tapi nanti,setelah ia berhasil membujuk Putri, dirinya akan mencoba lagi membicarakannya dengan Andra.


Setelah siap, Anisa pun bergegas menuju kafe. Tak lupa ia berdoa dalam hati agar semuanya berjalan sesuai dengan harapannya.


Sekitar 20menit perjalanan,sampai Anisa di kafe. Dan ternyata Putri sudah datang terlebih dahulu. Dengan segera Anisa berjalan menuju meja yang di tempati Putri.


"Hay Putri, udah nunggu lama ya?," Sapa Anisa dengan wajah tersenyum.

__ADS_1


"Oh hay Anisa,, belum lama kok aku nyampainya. Baru 5 menit yang lalu," Putri langsung berdiri dari tempat duduknya, lalu cipika cipiki dengan Anisa.


Kemudian mereka pun duduk bersama.


"Kamu mau pesan apa Nis?," Tanya Putri.


"Orange jus aja deh,"


Putri pun langsung memanggil seorang pelayan, dan memesan segelas orange jus.


"Btw ada apa Nis? tadi di telepon kamu bilang ke aku katanya ada yang mau kamu obrolin ke aku. Mau obrolin apa, kok kayak serius banget," Tanya Putri yang penasaran dengan apa yang akan di bicarakan oleh sahabatnya itu.


Putri menatap ke arah Anisa. Di situ ia bisa menangkap kalau sahabatnya itu pasti sedang ada masalah.


Anisa diam sejenak. Kepalanya sedikit menunduk. Semua kata-kata yang sudah ia rancang,tiba-tiba hilang semua. Ia tak tau harus memulainya dari mana. Ada keraguan dalam hatinya. Apakah nanti ia benar-benar akan siap melihat suaminya menikah lagi. Dan lebih parahnya,suaminya akan menikah dengan sahabatnya sendiri. Membayangkan saja hatinya sudah terasa sakit.


"Nis?? kok malah diem aja sih? Kamu lagi ada masalah ya? cerita aja ke aku, siapa tau aku bisa bantu," Ucap Anisa seraya memegang bahu sahabatnya itu,mencoba memberikan semangat.


"Put, kamu tau kan...sampai sekarang aku belum memiliki keturunan," Kata Anisa lirih.


"Iya Nis aku tau. Dan kamu harus sabar. Aku yakin kok kamu pasti akan segera punya anak. Tapi kamu sama mas Andra udah pernah periksa ke dokter kan?," Tanya Putri.


"Udah Put. Dan hasil nya bagus. Kami berdua tidak ada masalah dan kesuburan kami juga bagu. Tapi sampai sekarang belum juga ada tanda-tanda aku hamil," Anisa menundukkan kepalanya. Lagi-lagi air matanya tak bisa lagi ia bendung. Jika sudah menyangkut anak, hatinya sangat hancur.


"Sabar Anisa. Semua pasti butuh proses, butuh waktu. Kalau hasil pemeriksaan kamu sama Mas Andra baik-baik saja, itu tandanya kamu pasti bisa hamil. Semua sudah di garis kan Nis. Yang terpenting kita selalu berdoa dan berusaha," Putri berusaha memberikan semangat untuk Anisa. Ia merasa tak tega melihat sahabatnya itu menangis.


"Mungkin aku sama Mas Andra bisa sabar Put. Tapi keluarga Mas Andra, Papa dan Mamanya?


mereka selalu menuntut kami untuk segera memiliki anak. Apa lagi mertuaku , yang sudah sangat ingin menimang cucu. Sakit Put rasanya, aku merasa menjadi perempuan yang tidak berguna," Tangis Anisa semakin dalam.

__ADS_1


Putri yang tak tega melihat sahabatnya itu pun ikut meneteskan air mata.


"Putri...kamu mau kan menolongku?," Tanya Anisa di tengah-tengah tangisan nya.


"Selama aku bisa, aku pasti akan menolong mu. Apa yang harus aku lakukan Nis?," Putri mendekatkan kursinya ke arah Anisa, supaya ia bisa mendengar lebih jelas perkataan sahabatnya itu.


"Mau kah kamu menikah dengan Mas Andra? supaya Mas Andra bisa segera memiliki keturunan, supaya keluarga dan orang tua mas Andra bahagia. Sudah tidak ada cara lain lagi Put.


Kami sudah mencoba ikut program bayi tabung, tapi resikonya terlalu besar. Mas Andra juga sudah nyaranin buat adopsi anak di panti asuhan,tapi langsung aku tolak karena aku mau Mas Andra mempunyai keturunan dari benihnya sendiri," Ucap Anisa yang sontak langsung membuat Putri terkejut.


"Apa?!!!!!!!!kamu menyuruhku untuk menikah dengan Mas Andra??!!! Kamu udah nggak waras ya ? Maaf Nis aku nggak bisa menolong mu," Seru Putri dengan raut wajah yang tak percaya. Ia tak menyangka kalau Anisa memintanya untuk menikah dengan Andra.


"Aku mohon tolongin aku Put. Cuma kamu yang dapat membantuku," Ucap Anisa seraya memegang ke dua tangan Putri.


"Aku benar-benar minta maaf Nis. Bukannya aku tidak mau membantumu. Tapi aku benar-benar tidak bisa menuruti keinginanmu. Dan aku juga yakin Mas Andra pasti menolaknya. Sekali lagi aku minta maaf," Ujar Putri.


"Tapi Put.......,"


"Anisa,,dengerin aku," Seru Putri yang langsung memotong perkataan Anisa.


"Aku yakin sekali kamu pasti bisa punya anak sama Mas Andra. Ini hanya soal waktu. Kamu jangan punya pikiran sependek ini Nis. Itu bisa menyakiti perasaan orang-orang yang sayang sama kamu. Apa lagi Mas Andra, pasti perasaan nya sakit sekali. Mas Andra sangat mencintaimu,buktinya dia bertahan sampai sekarang dan sabar menunggu. Apakah kamu tidak memikirkan perasan nya?? cobalah untuk berfikir jernih," Putri mencoba memberikan pengertian ke pada sahabatnya itu. Ia tidak mau jika sampai Anisa menyesal nantinya dengan keputusannya sendiri.


Anisa yang mendengar semua perkataan Putri hanya bisa terdiam sambil air matanya yang terus mengalir. Dan kini ia baru menyadarinya,jika keputusannya ternyata sangat salah. Benar yang di katakan Putri, ia harus mencoba lebih sabar lagi.


Rasa bersalah pun muncul dalam hatinya. Pantas saja Mas Andra mendiamkannya sejak perdebatan kemarin. Pasti hatinya hancur karena menyuruhnya untuk menikah lagi.


Jangan lupa like nya ya kak...


Terimakasih 😊

__ADS_1


__ADS_2