
Sudah seminggu berlalu, waktunya untuk Sari dan Rendra kembali ke tanah air setelah mereka menikmati liburan bersama..
Rasa bahagia yang teramat sangat yang dirasakan oleh Sari.
Jika baginya ini semua adalah mimpi maka dia tak pernah ingin terbangun dari mimpinya. Tapi jika ini memang kenyataan, maka dia berharap agar kebahagiaan ini akan selalu ada bersamanya dan tak akan pernah hilang.
Kepulangan mereka ke tanah air tidak hanya berdua saja.. tapi pak Yudi dan bu Lestari juga ikut serta. Karena seperti yang telah direncanakan, mereka akan pergi ke rumah Sari untuk meminta ijin melamar Sari.
Setelah semua sudah siap, mereka bergegas menuju bandara..
Penerbangan dari bandara Singapur menuju bandara Indonesia sekitar 1 jam 30 menit.
Akhirnya merekapun sampai di tanah air... Disana sudah ada Rio yang menunggu kepulangan mereka, karena sebelumnya Rendra telah menghubungi Rio untuk menjemputnya.
Setelah sampai rumah mereka memutuskan untuk beristirahat karna perjalanan yang lumayan melelahkan.
Sari berada dikamarnya, dia merasa tidak capek sama sekali. Akhirnya dia berniat mencari Asih di dapur, rasanya dia sangat merindukan Asih.
"Mbak Asih lagi ngapain?" tanya Sari setelah sampai di dapur.
"Eh Sar, kok kamu gak istirahat, apa kamu gak capek... ini aku lagi mau menyetrika baju!" jawab Asih.
"Aku gak capek mbak, Bosen dikamar sendiri... oh ya mbak, apa mbak Asih ada saudara atau teman yang mau kerja disini?" tanya Sari yang teringat omongan Rendra kemarin
"Ada Sar, saudara jauh aku, sebenernya udah dari kemarin dia nanyain pekerjaan ke aku Sar, tapi aku bilang kalau belum ada.. memangnya kenapa?" tanya Asih.
"Suruh kerja disini saja mbak, buat bantuin mbak Asih.. kemarin mas Rendra rencananya mau cariin pembantu baru, terus siapa tau mbak ada kenalan atau saudara gitu!" jelas Sari.
__ADS_1
"Kalau begitu biar Saudara aku aja Sar kerja disini, nanti biar aku kabarin dia!" kata Asih dengan raut wajah bahagia.
"Iya, kalau boleh tau masih muda atau sudah tua mbak?" tanya Sari.
"Dia lebih tua dari aku Sar, udah punya 3 anak... jadi mungkin bisa dibilang tidak muda lagi!" jelas Asih.
"Nanti biar aku ngomong sama mas Rendra mbak, kalau saudaranya mbak Asih yang mau kerja sini!" ucap Sari.
"Iya, terimakasih yaa Sar. Oh ya gimana liburan kamu kemarin dengan den Rendra...seneng gak?" tanya Asih penasaran.
"Alhamdulillah mbak, aku bahagia banget. Rasanya ini seperti mimpi saja mbak. Aku bener bener tidak menyangka kalau akhirnya akan seperti ini, padahal aku ini hanya pembantu mbak, tapi sekarang rasanya aku merasa gak pantes dapetin ini semua!" jelas Sari.
"Ini sudah jalan takdir kamu Sar, Allah mengabulkan setiap doamu. Kamu orang yang baik Sar, maka kamu pantas mendapatkan ini semua!" kata Asih menyakinkan Sari.
"Iya mbak, ini semua karna Allah. Aku benar benar bersyukur, Karunianya begitu besar buat aku.
"Iyaa kah Sar... Selamat yaa Sar, aku ikut bahagia mendengarnya. Tapi kenapa begitu cepat Sar, rasa nya baru kemarin kamu dan den Rendra jadian!" Ucap Asih penasaran.
"Memang sengaja dipercepat mbak, karena mas Rendra maunya gitu... dan umur kita juga udah sama sama matang buat berumah tangga!" jelas Sari.
"Semoga semuanya lancar ya Sar, aku hanya bisa mendoakan yang terbaik buat kalian!" kata Asih yang ikut merasakan kebahagiaan Sari.
"Makasih yaa mbak... Sebelum Sari pulang besok lusa, aku pengen ketemu dengan bu Marni mbak, rasanya aku bener bener kangen sama bu Marni. Besok temani aku ke sana yuuk mbak, mumpung besok hari minggu pasti bu Marni ada di kosnya!" kata Sari. Dia tidak pernah lupa dengan bu Marni, orang yang pertama kali dia kenal waktu di jakarta dan juga yang sudah banyak membantunya.
"Iya Sar, besok kita ketempat bu Mar!" kata Asih seraya tersenyum.
**Matahari yang bersinar terang kini telah berganti dengan rembulan yang memancarkan sinarnya serta dikelilingi oleh bintang bintang yang seakan akan menari nari mengelilingi sang bulan.
__ADS_1
Didalam rumah mewah pak Yudi... Mereka sedang berkumpul diruang tengah setelah makan malam bersama.
"Sar, apa kamu sudah bilang kepada orang tua kamu tentang lamaran lusa nanti?"tanya bu Lestari
"Belum ma, besok Sari baru akan menelvon mereka!" jawab Sari.
"Baiklah Sar.... Ohya mama belum sempat cari pembantu baru buat bantuin bi Asih... mama sampai lupa soal itu!" kata bu Lestari yang teringat dengan bi Asih.
"Mama tidak usah mencari ma... bi Asih bilang sudah ada saudaranya yang mau bekerja disini!" kata Sari yang langsung memberi tahu bu Lestari.
"Emang kamu sudah nanya ke bi Asih yang?" tanya Rendra langsung.
"Sudah mas, mungkin mbak Asih sudah mengabari saudaranya sekarang!" jawab Sari.
"Syukurlah kalau begitu jadi mama tidak perlu mencari pembantu di luar!" kata bu Lestari lega.
Malampun kian larut... jam menunjukkan pukul 22.30 WIB. Pak Yudi dan bu Lestari sudah duluan tidur dari tadi. Sedangkan Rendra dan Sari baru akan tidur setelah menonton acara film ditelevisi.
"Udah ngantuk banget aku yang... Aku anterin kamu ke kamar dulu yuk!" kata Rendra seraya berdiri dari duduknya.
"Iya mas, aku juga udah ngantuk!" kata Sari.
Kemudian Rendra mengantarkan Sari ke kamar tamu terlebih dahulu. Setelah itu Rendra menuju kamarnya sendiri...
...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA......
SEBELUMNYA SAYA MINTA MAAF YAA KALAU UP NYA SEDIKIT SEDIKIT, SEMOGA KALIAN MASIH SETIA UNTUK MEMBACANYA.
__ADS_1
SAYA AKAN SELALU BERUSAHA UNTUK MEMBERIKAN YANG TERBAIK UNTUK KALIAN SEMUA. MOHON DUKUNGAN DAN SEMANGATNYA SELALUππππ