Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
Bab 81


__ADS_3

Setelah bertemu dengan Farhat, Sari langsung kembali keruangannya. Dia memanggil asistennya.


Tak berapa lama kemudian Ana dateng keruangan Sari.


"Ada yang bisa saya bantu bu?" tanya Ana


"Apakah orang yang bernama Farhat tadi sudah pergi?" tanya Sari.


"Kelihatannya belum bu, dia masih makan!" jawab Ana.


"Saya minta tolong sama kamu yaa. Kalau sewaktu waktu ada orang yang mencari saya dan itu seorang laki laki, bilang saja kalau saya tidak ada kecuali jika memang saya sudah membuat janji dengannya!" jelas Sari.


"Baik bu, ada yang bisa saya bantu kembali?" tanya Ana.


"Tidak Ana, sekarang kamu boleh kembali bekerja!" ucap Sari.


Setelah Farhat selesai dengan acaranya, dia kemudian keluar dari restoran Sari, dan melaju meninggalkan tempat tersebut bersama dengan temannya tadi.


"Gimana hasilnya tadi?" tanya Farhat.


"Ini bos... mantap!" jawab teman Farhat yang ternyata adalah anak buahnya, seraya menunjukkan hasil fotonya di layar handphone.


"Sempurna.... kerja bagus...hahaha!" kata Farhat dengan tawa bahagianya.


Lalu dia segera mengambil handphone nya dan memanggil Bella.


"Gue udah berhasil dapetin apa yang lo mau!" kata Farhat setelah tersambung.


"Oke, kerja bagus, sekarang lo kirim foto itu ke nomer bos gue... nanti gue kirim nomernya ke elo!" kata Bella, setengah berbisik, karena dia takut jika rencananya didengar orang.


"Jangan lupa, sesuai perjanjian...2x lipat!" kata Farhat.


"Beres!"


Bella langsung memutuskan sambungan televonnya, Dia segera mengirimkan nomer pribadi Rendra kepada Farhat. Bella sengaja meminta nomer pribadi Rendra dari Rio, asistennya, dengan alasan ingin menanyakan soal pekerjaan.


Setelah nomer terkirim... Farhat segera mengirimkan foto Sari dengan dirinya kepada Rendra.

__ADS_1


Dan pada saat itu Rendra sedang diruangannya sibuk dengan laptaop didepannya. Lalu terdengar suara notifikasi pesan dari handphonenya, kemudian Rendra langsung membuka nomer yang tidak dia kenal...


Setelah membuka pesannya, betapa terkejutnya Rendra melihat foto yang ada dilayar handphonenya. Hatinya langsung terasa panas, marah, dan emosi yang sudah mencapai ubun ubun.


"Apa apaan ini... siapa yang mengirim foto ini.. dan Sari, apa benar kamu melakukan ini dibelakangku... Brengs*k....


gue harus cari tau ini semua!" seru Rendra yang berada dalam ruangannya, dia lalu beranjak untuk pergi menemui Sari direstorannya. Dia ingin meminta penjelasan kepada istrinya tersebut.


Saat akan keluar pintu tiba tiba Bella datang.


"Maaf pak, bapak mau kemana?" tanya Bella.


"Mau pergi. Ada apa?" tanya Rendra balik.


"Ini pak saya hanya ingin menyampaikan laporan hasil meeting kemarin...


tapi kelihatannya bapak sedang buru buru dan kelihatan begitu gelisah... apa ada yang perlu saya bantu pak!" kata Bella mencoba mencari perhatian Rendra.


"Tidak ada, kamu taruh saja laporan itu dimeja saya, nanti biar saya periksa!" kata Rendra.


"Tapi pak... bapak kelihatan sedang tidak baik... kalau bapak ada masalah bapak boleh cerita ke saya!" kata Bella.


"Maaf pak, saya mengerti!"kata Bella.


Lalu Rendra langsung pergi meninggalkan Bella sendiri yang masih berdiri disamping pintu.


"Dasar, sok jual mahal, diperhatiin malah marah marah. Mungkin itu karena dia sudah melihat foto istrinya yang lagi bermesraan dengan lelaki lain,hahahaha... selamat menikmati pertengkaran kalian!" kata Bella yang merasa puas.


Rendra langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, membawa perasaan yang campur aduk. Jika memang benar Sari telah bermain hati dibelakangnya, Rendra tidak bisa membayangkan betapa hancurnya hatinya.


Perasaan Rendra benar benar tidak tenang, dia takut jika semua itu benar.


Setelah sampai di restoran, Rendra langsung masuk menuju ruang kerja Sari, tanpa mengetuk pintu dan memberi salam dia langsung masuk.


"Mas, ada apa... tumben kamu kesini?" tanya Sari yang terkejut dengan kedatangan Rendra secara tiba tiba.


"Ini apa, maksud kamu apa... difoto itu terlihat nyata, bukan hasil edit atau fotoshoot!" Seru Rendra seraya melemparkan handphone di meja kerja Sari.

__ADS_1


"Apa mas maksud kamu, aku gak ngerti!" kata Sari bingung.


"Lihat sendiri, itu kamu kan!" kata Rendra seraya menunjuk foto yang ada di handphone nya.


Sari kemudian mengambil handphone Rendra dan melihat foto yang ada pada layar tersebut. Sari begitu kaget dengan apa yang dia lihat, dia hampir saja terjatuh ke belakang saking kagetnya...


"Mas, ini bukan seperti apa yang kamu fikirkan, aku tidak pernah melakukan ini!" kata Sari.


"Tapi itu jelas jelas kamu!" kata Rendra menahan amarahnya.


"Iya ini memang aku mas, tapi aku tidak bermaksud seperti itu. Aku juga tidak mengenal pria ini. Memang tadi dia dateng kesini, dan ingin bertemu denganku, lalu kita mengobrol seputar restoran. Kemudian dia mencoba menghilangkan kotoran didekat mata aku mas, aku sudah coba menolaknya, tapi dia terlihat memaksa. Dan aku lebih tidak tau lagi kenapa bisa jadi foto seperti ini. Mas Rendra aku mohon percaya sama aku, demi Allah, aku tidak berbuat seperti apa yang kamu fikirkan sekarang!" jelas Sari panjang lebar, seraya menangis didepan Rendra.


"Apa benar yang kamu katakan, kamu tidak lagi membohongiku kan!" tanya Rendra


"Mas, aku berani bersumpah demi apapun, demi anak kita, kalau aku bicara yang sebenarnya, tidak ada yang aku tutup tutupin sama sekali. Pernikahanku dengan kamu sudah membuat hidup aku sangat bahagia mas, tidak mungkin aku melakukan hal seburuk itu!" jelas Sari kembali.


"Sayangg, maafin aku, aku terlalu takut kehilangan kamu, aku takut jika kamu mempunyai orang lain selain aku!" kata Rendra, yang langsung memeluk istrinya yang menangis.


"Aku tidak akan pernah melakukan itu mas, apapun yang akan terjadi.. aku cuma sayang dan cinta sama kamu!" kata Sari.


"Iya sayang, aku percaya sama kamu, maafin aku tadi udah marah marah sama kamu.


Aku akan mencari tahu siapa orang yang telah menjebak kamu seperti ini!" kata Rendra.


"Menjebak aku mas... kenapa bisa mas berbicara seperti itu?" tanya Sari heran.


"Setelah aku mendengar penjelasan dari kamu, aku yakin kalau kamu udah dijebak... apa kamu merasa kalau kamu punya musuh atau ada orang yang tidak menyukaimu?" tanya Rendra.


"Tidak ada mas, aku tidak pernah mempunyai musuh!" jawab Sari.


"Kalau gitu aku akan cari orang yang ada difoto tersebut, tapi disini mukanya tidak terlali terlihat, coba kita lihat sisi tv pada jam kamu dan dia bertemu tadi!" kata Rendra.


"Iya mas!" kata Sari.


Lalu Sari membuka laptopnya, dan membuka rekaman sisi tv disaat dia dan Farhat bertemu.


Rendra ingin melihat wajah pria tersebut dengan jelas... dan setelah itu dia akan menyuruh orang untuk mencarinya sampai ketemu.

__ADS_1


...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏...


__ADS_2