
Santi sudah sampai di rumahnya, rumah yang cukup besar dan mewah. Dengan beberapa mobil mewah dan mahal yang terpakir berjajar di halamannya.
Setelah membayar taksi, Santi langsun berjalan menuju gerbang yang sudah dibukakan oleh satpam. Lalu Santi langsung masuk ke dalam rumah.
Santi membuka pintu yang memang tidak terkunci.
"Mama, papa, . aku pulang!" seru Santi.
"Kak" seru Santi kembali, namun tidak ada yang menyambut kedatangannya, sunyi dan sepi.
Bi Tin yang mendengar teriakan Santi langsung menghampirinya.
"Non Santi sudah pulang?" tanya bi Tin.
"Udah bi, baru aja, kok rumah sepi sih bi, mama papa sama kak Nico kemana?" tanya Santi balik.
"Tuan dan nyonya kemarin berangkat ke London lalu tuan muda Nico belum pulang no, tadi sepertinya keluar dengan den Roy" jawab bi Tin.
"Gimana sih kak Nico, nyuruh aku pulang malah dianya yang pergi" keluh Santi.
"Sebentar lagi mungkin den Nico pulang. Non Santi mau bibi buatkan minum?" kata bi Tin.
"Enggak usah bi, bibi boleh kembali ke belakang" kata Santi.
"Baik Non, permisi" ucap bi Tin. Lalu berjalan menuju belakang.
Tak lama kemudian terlihat pintu depan terbuka dan menampakkan dua orang pria tampan, tak lain tak bukan adalah Nico dan asistennya Roy. Mereka baru saja pulang.
Terlihat Santi duduk di ruang tamu seraya memainkan ponselnya tanpa menyadari kedatangan kakaknya.
"Udah pulang dari tadi kamu San?" tanya Nico.
"Kak Nico dari mana aja sih, katanya aku disuruh pulang, tapi kakak malah pergi, tau gitu aku tadi pulang aja ke kos" kata Santi dengan wajah cemberut.
"Jangan marah-marah, nanti cepet tua lho San" ejek Roy.
"Apaan sih kak Roy, malah ngledekin aku" kata Santi semakin cemberut.
"Emang ada apa sih kak aku disuruh pulang segala, mana papa dan mama juga gak ada di rumah" kata Santi.
"Bi Tin, Bi!"Seru Nico memanggil asisten rumahnya.
Bi Tin pun langsung mucul dari belakang.
__ADS_1
" Iya den, ada yang bisa saya bantu?" tanya bi Tin.
"Bi tolong buatin minum ya" pinta Nico.
"Baik den" ucap bi Tin, lalu berlalu ke belakang.
"kok gak dijawab sih kak, sebenernya ada apa sih aku disuruh pulang segala" kata Santi kesal.
"Kakak ingin kamu balik ke rumah dan melanjutkan kuliah D3 kamu di Amerika" kata Nico to the point.
"Aku gak mau kak, Aku kan juga udah pernah bilang kan kenapa kakak masih aja maksa aku, aku gak mau berhenti kerja di cafe, titik" seru Santi.
"San, jangan keras kepala begitu, itu semua juga demi kebaikan dan masa depan kamu sendiri" tegas Nico.
"Benar apa yang dibilang kakak kamu San, lagian ngapain kamu capek-capek kerja, padahal kakak dan orang tua kamu sudah bekerja buat kamu" timpal Roy.
"Oke kalau untuk kuliah aku akan lanjutin tapi bukan di Amerika, aku mau lanjutin kuliah disini" tegas Santi.
"Kamu ini terlalu sulit diatur San, terserah kamu kalau gitu" kata Nico.
"Kak, aku ini sudah besar bukan anak kecil lagi yang bisa selalu kalian atur" kata Santi.
Setelah berkata seperti itu, dia pun beranjak pergi menuju kamarnya.
"Ya memang seperti itu, mau diapain lagi" kata Nico yang sudah sangat hafal betul dengan sifat adiknya.
"Yaudah biarin aja, tadi kan dia udah mau lanjutin kuliahnya kan disini, turutin aja dari pada gak kuliah sama sekali" kata Roy.
"Lihat aja nanti gimana. Oh ya lo mau balik atau nginep sini aja?" tanya Nico.
"Gue mau balik ajalah" jawab Roy.
"Yaudah hati-hati, oh ya besok aku mau istirahat, tolong lo handle semuanya" kata Nico.
"Oke" ucap Roy, lalu berjalan pergi.
Setelah kepulangan Roy, Nico langsung menuju kamarnya untuk beristirahat.
Sesampainya di kamar, Nico langsung mandi untuk menyegarkan tubuhnya agar lebih fresh. Hari ini rasanya begitu lelah dan letih.
Setelah selesai mandi dan memakai piyama tidur, Nico membaringkan tubuhnya diatas kasur. Dia mencoba memejamkan matanya untuk tidur, namun Nico malah tidak bisa tidur. Lalu dia mengambil ponselnya, siapa tau dengan melihat ponsel terlebih dulu dia bisa tidur. Namun rasa kantuknya tak kunjung datang. Akhirnya ia memutuskan keluar dari kamar untuk mengambil minum. Pada saat dia berjalan melewati ruang makan, terlihat Santi duduk di meja makan sambil menikmati secangkir teh hangat. Setelah mengambil air, Nico mendekati adiknya.
"Kamu belum tidur San?" tanya Nico.
__ADS_1
"Eh kak, kok tiba-tiba ada disini sih" kata Santi agak terkejut dengan kedatangan kakaknya.
"Kakak tadi ambil minum terus lihat kamu disini. Kenapa, kamu marah sama kakak?" tanya Nico.
"Enggak kok, cuma sedikit sebel aja" jawab Santi yang terlihat manyun.
"Maafin kakak ya, mungkin kakak terlalu memaksa kamu, kakak hanya ingin yang terbaik buat kamu San" kata Nico.
"Kakak gak salah kok, justru aku yang salah yang selalu membantah perkataan kakak, maafin aku juga ya kak" kata Santi.
"Iya, yaudah tidur sana, udah malem" kata Nico.
"Bentar lagi kak, aku belum ngantuk" ucap Santi.
"Oh ya, kata Roy kemarin kamu datang ya ke acara kakak?" tanya Nico.
"Iya kak, aku nganterin temen kerja aku, dia itu ngefans banget sama kakak" jawab Santi yang langsung teringat dengan Naura.
"Iya kah" ucap Nico.
"Iya, kakak inget gak waktu acara kemarin kakak ditabrak sama cewek di toilet?" tanya Santi.
"Emmm... oh yang abis acara itu, iya kakak inget" jawab Nico.
"Nah itu dia temen aku.. emmm kakak lagi punya pacar enggak?" tanya Santi antusias.
"Enggak sih, kenapa memangnya?" tanya Nico balik.
"Gimana kalau kakak aku kenalin sama temen aku itu, mau ya kak" pinta Santi.
"Apaan sih Santi, buat apa coba" ucap Nico.
"Jangan gitu dong kak, dia itu anaknya baik banget. Please, mau ya kak" kata Santi memohon.
"Terserah kamu aja, yaudah kakak mau balik ke kamar, ngantuk" kata Nico. Lalu beranjak pergi menuju kamar.
"Yess, thanks yaa kak" seru Santi bahagia.
Terlihat Santi senyum-senyum sendiri.
Santi berharap semoga rencananya berjalan dengan lancar...
TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA🙏😊
__ADS_1