
Tibalah hari dimana Anisa dan Andra pergi berlibur. Anisa begitu bahagia. Begitupun juga Andra. Rencananya mereka akan berlibur selama seminggu kedepan. Waktu itu tidak akan disia-siakan oleh Anisa dan Andra. Mereka berharap semoga sepulangnya dari bulan madu kali ini, Anisa segera hamil.
Dalam seminggu ini mereka melewati liburan dengan penuh kebahagiaan. Segala penat, lelah dan juga masalah sejenak mereka lupakan. Rasanya dunia hanya milik mereka berdua.
Seminggupun telah berlalu, waktunya mereka untuk pulang. Rasa puas menemani kepulangan mereka.
"Alhamdulillah, sampai juga di rumah, capekk bangett mas rasanya..tapi aku juga seneeeng banget, makasih ya mas, karena udah nyempetin waktu kamu buat aku" kata Anisa.
"Iya sayang, apapun akan aku lakukan selama itu bisa buat kamu bahagia" ucap Andra.
"Yaudah, aku siapin mas air hangat dulu ya buat mandi" kata Anisa, lalu beranjak menuju kamar mandi.
Setelah selesai membersihkan diri, Andra dan Anisa lanjut untuk makan malam bersama.
Selesai makan, mereka langsung beristirahat, sebab mereka merasa sangat lelah sehabis perjalanan jauh.
Sebulan telah berlalu. Rumah tangga Andra dan Anisa semakin harmonis, tidak ada lagi percekcokan ataupun keegoisan diantara mereka. Andra maupun Anisa sudah tidak lagi mempermasalahkan tentang anak. Mereka sudah pasrah dan menyerahkan semuanya kepada Allah SWT. Jika memang Anisa tidak bisa hamil, mereka sudah berencana untuk mengadopsi anak.
"Oh ya sayang, mungkin nanti aku pulangnya agak telat, soalnya ada meeting dengan beberapa klien penting nanti" kata Andra ditengah sarapan bersama istrinya.
"Iya mas, gak apa-apa kok. tapi kamu jangan lupa makan ya. aku gak mau kamu sampai telat makan karena terlalu sibuk dengan pekerjaan kamu" kata Anisa.
"Iya sayang, tenang aja..." ucap Andra.
"hoeek,.."
"Kamu kenapa sayang?" tanya Andra khawatir.
__ADS_1
"Gak tau nih mas, tiba-tiba aku ngerasa mual banget... sebentar aku ke kamar mandi dulu" jawab Anisa, lalu berlari menuju kamar mandi.
Dikamar mandi terlihat Anisa mual-mual... Andra pun langsung menyusul istrinya ke kamar mandi, sebab dia merasa begitu khawatir, takut terjadi apa-apa dengan sang istri. Andra membantu Anisa dengan memijat leher Anisa.
"Sayang, kamu gak apa-apa kan?" tanya Andra semakin khawatir.
"Gak apa-apa mas, mungkin aku cuma masuk angin aja" jawab Anisa lemas.
"Kita ke rumah sakit aja ya, aku anterin" ajak Andra.
"Gak usah mas. Mas Andra kan harus kerja, tadi katanya ada meeting penting. Aku beneran gak kenapa-kenapa kok, nanti juga sembuh habis diminum obat" jelas Anisa.
"Tapi aku khawatir, gak biasanya kamu seperti ini. Atau nanti kamu periksa ke dokter sama mama ya, aku gak mau kamu kenapa-kenapa" kata Andra.
"Iya mas, nanti aku ke dokter sama mama" ucap Anisa.
"Aku berangkat dulu ya, nanti biar aku televon mama untuk jemput kamu kesini" kata Andra.
"Gak usah mas, nanti biar aku yang kesana, kasihan mama kalau harus kesini. Nanti aku perginya biar dianter sama sopir" jelas Anisa.
"Yaudah kalau gitu. Kalau ada apa-apa kabarin aku ya sayang" kata Andra.
"Iya mas, kamu hati-hati ya" kata Anisa.
Setelah kepergian Andra, Anisa menuju ke kamarnya untuk mengambil tas dan ponselnya, lalu pergi ke rumah mertuanya.
Saat akan keluar dari kamar, Anisa kembali mual, diapun langsung berlari masuk ke kamarnya menuju kamar mandi.
__ADS_1
"Aduh, kayaknya aku bener-bener masuk angin nih. Mana badan aku rasanya lemes banget" keluh Anisa.
Beberapa saat setelah rasa mualnya mereda, Anisa bergegas untuk pergi ke rumah mertuanya. Dia tidak mau jika sakitnya semakin parah.
Sesampainya di rumah mertuanya, Anisa langsung mengajak Dari untuk menemaninya pergi ke dokter.
"Kamu kenapa Nis, harusnya tadi biar mama aja yang jemput kamu kesana, udah tau sakit malah kesini" omel Sari.
"Nisa juga gak tau nih mah, dari tadi rasanya mual, mungkin lagi masuk angin" jawab Anisa.
"Mual?... jangan-jangan kamu hamil Nis!" seru Sari.
"Ha...hamil, masak sih ma..." ucap Anisa gugup dan merasa tidak percaya.
"Iya, kamu udah Dateng bulan belum?" tanya Sari.
"Emmm... belum ma, harusnya aku datang bulannya 2 Minggu yang lalu, tapi sampai sekarang belum Dateng juga" jawab Anisa.
"Anisa...udah pasti kamu sekarang lagi hamil, mama yakin itu" kata Sari senang.
"Apa bener ma Anisa hamil...?" tanya Anisa tak percaya.
"Untuk lebih memastikan kamu hamil atau enggaknya lebih baik kita ke rumah sakit sekarang" ajak Sari.
Tanpa berkata apapun lagi, Anisa langsung mengiyakan ajakan Sari. Meskipun hatinya kini merasa tidak tenang. Apakah dia benar-benar hamil atau tidak...
Anisa sangat berharap semoga apa yang mertuanya bilang adalah benar, bahwa dirinya memang sedang hamil...
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca🙏😊