Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
Bab 117


__ADS_3

Keesokan harinya, Anisa telah bangun terlebih dahulu sebelum suaminya. Badannya terasa pegal-pegal karena olahraga semalam. Anisa berharap dia akan segera hamil, dia tidak mau mengecewakan suaminya untuk kesekian kalinya.


Setelah selesai mandi Anisa menuju dapur untuk melihat asistennya membuat sarapan.


"Bu hari ini masak apa?" tanya Anisa setelah sampai di dapur.


"Ini nyonya saya masak opor ayam dan udang goreng mentega, apa ada yang mau ditambahkan nyonya?" Bi Tum asisten rumah tangga Anisa.


"Tidak bi, saya bantu masak ya" kata Anisa.


"Tidak usah nyonya, sebentar lagi juga selesai" kata Bi Tum.


"Gak apa-apa Bi, biar lebih cepet matengnya, sini biar saya yang goreng udangnya" kata Anisa mengambil alih pekerjaan Bi Tum.


Setelah selesai membantu Bi Tum memasak dan menyiapkan sarapan di meja makan, Anisa kembali ke kamarnya untuk melihat suaminya.


Sesampainya di kamar ternyata Andra sudah rapi dengan pakaian kerjanya.


"Pagi mas, udah rapi ternyata, sarapan yuk, udah aku siapin" ajak Anisa.


"Ayuk, sarapan apa pagi ini sayang?" tanya Andra seraya merangkul pinggang istrinya dan berjalan keluar kamar.


"Opor ayam sama udang goreng mentega mas, tadi aku lho yang masak, tapi masaknya juga sama Bi Tum sih" jawab Anisa.

__ADS_1


"Pasti enak nih kalau kamu yang masak, jadi gak sabar buat sarapan" kata Andra.


Setelah selesai sarapan, Andra langsung berangkat menuju kantor. Sedangkan Anisa berencana untuk pergi ke rumah mertuanya. Karena sudah cukup lama Anisa tidak mengunjungi rumah mertuanya.


Sesampainya di rumah Sari, Anisa langsung mengajak mertuanya tersebut mengobrol di taman samping rumah.


"Kenapa Nisa, baru Dateng kok tiba-tiba langsung tarik mama ke sini?" tanya Sari bingung.


"Ma, Anisa mau cerita ke mama tentang kehamilan" jawab Anisa.


"Kehamilan? Apa kamu sudah hamil?" tanya Sari.


"Belum ma, Anisa takut kalau Anisa tidak bisa hamil dan mas Andra bakal ninggalin Anisa" kata Anisa sedih.


"Anisa pengen banget ma hamil, tapi kapan ya waktu itu akan datang" kata Anisa terlihat sedih.


"Sabar sayang. Jangan pernah berhenti berdoa dan berusaha meminta sesuatu sama Allah. Yakin jika memang Allah mengijinkan pasti kamu akan mendapatkan apa yang kamu mau" kata Sari.


"Iya ma, Anisa selalu berdoa sama Allah, semoga Allah cepat memberi rejeki itu buat kami" ucap Anisa.


"Amin sayang. Oh ya kamu tadi udah sarapan belum?" tanya Sari.


"Udah kok ma, tadi di rumah sarapan sama mas Andra" jawab Anisa.

__ADS_1


"Kebetulan mama tadi rencananya mau bikin kue, mumpung kamu ada disini, bantuin mama yuk bikin kue" ajak Sari.


"Ayuk ma, dengan senang hati" kata Anisa.


Anisa dan Sari pun menuju dapur untuk membuat kue bersama. Terlihat begitu kompak dan akrab menantu dan mertua tersebut. Pemandangan yang begitu indah jika bisa melihat secara langsung keakraban mereka....


Sudah hampir 2 jam lebih Anisa berada di rumah Sari. Setelah selesai membuat kue Anisa berpamitan untuk pulang. Tidak lupa dia juga membawakan suaminya kue yang dibuatnya tadi bersama mertuanya.


"Anisa pulang dulu yaa, kapan-kapan Nisa kesini lagi sama mas Andra" kata Anisa.


"Iya sayang, hati-hati yaa" ucap Anisa.


Anisapun masuk kedalam mobil mewahnya lalu melajukan mobilnya menembus jalanan kota untuk pulang kerumah.


Hatinya terasa sedikit tenang dan lega setelah bercerita kepada mertuanya tadi. Nasehat yang diberikan Sari kepadanya sangat membantunya untuk selalu bersabar dan berusaha. Anisa yakin suatu saat nanti pasti Allah akan mengabulkan doanya...


bersambung......


Terimakasih sudah membaca.....


Segini dulu yaa ceritanya....tunggu kelanjutannya yang lebih seru lagi.


Semoga kalian semua masih setia di novel ini.....🙏🙏😊

__ADS_1


__ADS_2