Jodoh Si Gadis Miskin

Jodoh Si Gadis Miskin
part 121


__ADS_3

Acara syukuran pun tiba. Acara tersebut diadakan di rumah Anisa dan Rendra. Semua tamu yang telah diundangpun menghadiri acara tersebut. Acara berjalan dengan sangat lancar dan hikmat. Banyak yang mendoakan Anisa dan juga calon bayinya.


Semakin malam menjelang acarapun telah usai. Setelah para tamu pulang, Sari dan Andra juga berpamitan untuk pulang.


"Makasih ya ma pa, berkat mama dan papa acaranya berjalan dengan lancar" kata Anisa.


"Sama-sama... sudah menjadi kewajiban kami nak" kata Andra.


"Yasudah kalau begitu kami pulang dulu ya. Kalian juga buruan istirahat, terutama kamu Anisa..jangan terlalu capek" kata Sari.


"Iya ma, hati-hati ya ma pa" ucap Anisa...


Setelah kepulangan Sari dan Andra. Rendra langsung mengajak istrinya untuk segera tidur. Karena hari sudah sangat malam.


TUJUH BULAN KEMUDIAN☺️


"Alhamdulillah ya mas acara 7 bulannya tadi berjalan dengan lancar" kata Anisa.


"Iya sayang, gak terasa waktu berjalan begitu cepat, dan sebentar lagi kamu akan melahirkan" kata Rendra.


"Iya mas, kita sama-sama selalu berdoa ya, semoga Allah senantiasa memberikan kita kelancaran" ucap Anisa seraya mengusap perutnya yang sudah membesar.


"Oh ya mas, besok rencananya aku sama mama mau belanja perlengkapan bayi, selama ini kan kita belum beli perlengkapan bayi sama sekali" tambah Anisa.


"Iya sayang, besok pagi aku anterin ke rumah mama ya sekalian ke kantor" kata Rendra.


"Makasih ya mas, bobok yuk mas, udah ngantuk nih" ajak Anisa.

__ADS_1


Saat tengah malam, terdengar Rendra sedang bermimpi buruk, dia mengigau nama mama papa, dan adiknya. Seakan-akan Rendra takut kehilangan mereka.


"Mama, papa, Aira, jangan tinggalin aku, aku ikut, mama papaaaa!" seru Rendra mengigau.


Anisa yang tidur disebelahnya pun terlonjak kaget mendapati suaminya sedang bermimpi buruk. Dengan sigap Anisa mencoba membangunkan suaminya.


"Mas Andra, bangun... mas kenapa, bangun mas!" seru Anisa membangunkan Andra.


Andra yang terbangun dari tidurnya pun langsung terkejut, keringat dingin mulai mengucur dari keningnya. Anisa yang melihat keadaan suaminya pun mencoba menenangkan dan memberikannya minum.


"Mas Andra kenapa?" tanya Anisa khawatir.


"Aku mimpi buruk, sangat buruk" jawab Andra yang masih terlihat syok.


"Mas Andra mimpi apa, kenapa sampai mengigau begitu,dan menyebut nama papa mama dan Aira?" tanya Anisa.


"Aku mimpi mereka semua ninggalin aku sayang. Seakan-akan mereka akan pergi jauh dan tak akan kembali" jawab Rendra dengan wajah takut.


"Tapi mimpi aku tadi rasanya begitu nyata, aku takut sayang" kata Rendra cemas.


"Terkadang mimpi memang terasa begitu nyata mas, tapi belum tentu itu akan jadi kenyataan. Kita berdoa saja ya semoga Allah selalu melindungi kita semua. Sekarang kita tidur lagi yuk mas" kata Anisa.


Rendra hanya menganggukkan kepalanya. Dirinya masih merasa takut akan mimpinya. Sebab sebelumnya Rendra tidak pernah bermimpi hal buruk seperti ini. Rendra mencoba menenangkan hatinya dan membuang segala pikiran buruk yang memenuhi kepalanya. Dan berusaha untuk memejamkan matanya kembali.


Sedangkan Anisa, dirinya sebenarnya juga merasa khawatir, sebab suaminya tidak pernah mengalami mimpi buruk sampai mengigau seperti itu. Anisa berharap semoga mimpi suaminya hanyalah sebuah mimpi belaka. Dan semoga Allah selalu melindungi semua keluarganya dari marabahaya.


Keesokan harinya Anisa sudah bangun dan juga sudah mandi. Terlihat suaminya masih tertidur pulas. Karena jam sudah menunjukkan pukul 7,Anisa pun membangunkan suaminya.

__ADS_1


"Mas Rendra, bangun yuk sayang, udah siang nih" kata Anisa dengan penuh kasih sayang.


"Iya sayang, udah bangun kok" ucap Rendra, lalu membuka kedua matanya. Kemudian megecup perut istrinya.


"Pagi anak papa" ucap Rendra didepan perut Anisa.


"Buruan mandi mas, nanti kesiangan. Aku tungguin kamu di bawah ya" kata Anisa.


"Iya sayang" ucap Rendra.


Anisa kemudian turun ke bawah menuju ruang makan. 15 menit kemudian Rendra sudah menyusul istrinya di ruang makan.


Merekapun sarapan bersama. Terlihat Rendra tidak begitu bersemangat untuk sarapan. Anisa yang menyadari itupun merasa bingung, karena tidak biasanya suaminya bersikap seperti itu.


"Mas Rendra kenapa, kok makannya dikit-dikit begitu, apa makanannya tidak enak?" tanya Anisa.


"Gak papa kok sayang, makanannya enak" jawab Rendra.


"Jangan bohong mas, aku tahu ada hal yang mas sedang pikirkan" tebak Anisa.


"Entahlah sayang. Aku masih saja kepikiran dengan mimpi aku semalam" kata Rendra mulai cemas kembali.


"Itu hanya mimpi mas, percaya semuanya akan baik-baik saja. Kita serahkan semuanya sama Allah" kata Anisa berusaha menenangkan hati suaminya.


"Iya sayang. Maaf ya, kalau sudah membuatmu khawatir" kata Rendra.


"Gak papa kok mas, habisin sarapannya ya" ucap Anisa.

__ADS_1


Setelah selesai sarapan, Rendra mengantarkan istrinya terlebih dahulu ke rumah orang tuanya sebelum dirinya berangkat ke kantor...


TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA🙏😊


__ADS_2