
Malam sekitar pukul 19.00 WIB Rendra sudah pulang dari kantor. Sari membantu Asih menyiapkan makan malam di meja makan.
"Itu den Rendra sudah pulang Sar, sana kamu samperin, kamu kan sekarang pacar den Rendra!" kata Asih.
"Aku bingung aku harus ngapain mbak, perasaan aku masih malu sama den Rendra!" kata Sari yang belum merasa terbiasa dengan setatusnya sebagai pacar Rendra.
"Nanti lama lama kamu akan terbias, udah Sar buruan sana samperin den Rendra!" perintah Asih.
"Iyaa mbak, kalau gitu aku tinggal dulu yaa!" kata Sari seraya meninggalkan ruang makan dan menuju pintu depan.
Sari langsung membukakan pintu sebelum Rendra mengetuk pintu.
"Udah pulang mas?" tanya Sari dengan Malu.
"Udah sayang... Capek nih aku!" keluh Rendra.
Jantung Sari menjadi berdebar debar tak karuan mendengar apa yang barusan Rendra katakan.... Rendra memanggilnya dengan sebutan sayang.
"Lho kok malah bengong, kenapa Sar?" tanya Rendra bingung ketika melihat wajah Sari yang bengong melihatnya.
"Ehh... gak apa apa kok mas, cuma kaget aja mas manggilnya sayang!" kata Sari jujur.
"Kan sekarang kamu pacar aku, jadi wajar aja kalau aku manggil kamu dengan sebutan sayang... kenapa... kamu gak suka yaa aku panggil sayang?" tanya Rendra.
"Suka kok mas, cuma belum terbiasa aja dengernya!" jawab Sari.
"Nanti juga bakal terbiasa kok!" jelas Rendra.
"Yaudah sini mas aku bawain tasnya, Buruan mandi, terus sholat, setelah itu makan malamnya juga udah siap!" jelas Sari.
"Yaudah ayukk!" ajak Rendra.
"Ayuk kemana mas!" tanya Sari penasaran.
"Yaa ke kamar aku lah, kan kamu minta bawain tas aku, jadi yaa harus dibawain sampai ke kamar!" jelas Rendra.
"Tapi mas apa tidak apa apa?" tanya Sari ragu.
"Tidak apa apa Sar... dan kamu juga jangan takut dan berfikir macam macam... aku gak akan apa apain kamu!" jelas Rendra.
Sari menganggukkan kepalanya dan kemudian berjalan menaiki tangga menuju kamar Rendra.
Setelah sampai Rendra membukakan pintu kamarnya, saat Sari mulai masuk.. Sari merasa takjub untuk kedua kalinya. Tapi kali ini rasa takjubnya jauh lebih besar.
__ADS_1
Kamar Rendra jauh lebih besar dan luas dari kamar tamu yang dia tempati sekarang. ranjang yang begitu besar dengan kasur yang empuk, terdapat pula tv LCD yang sangat besar, AC, Lemari pakaian yang panjang dengan banyak terdapat cermin disana... Nuansa yang serba berwarna putih. Pemandangan itu benar benar membuat Sari berdecak kagum.
"Kenapa kamu berdiri disitu sayang.... ayo masuk!" seru Rendra yang melihat Sari masih berdiri didepan pintu.
"Maaf mas, ini kamar mas besar sekali, aku baru pertama kali lihat!" kata Sari masih dengan rasa takjubnya.
"Nanti ini juga akan jadi kamar kamu kok!" kata Rendra seraya melepas sepatunya.
"Mas ini ngomong apa lho!" ucap Sari tersipu malu.
"Yaudah aku mandi dulu yaa, kamu tunggu sini, dan tolong ambilkan baju aku dilemari ya!" kata Rendra seraya berlalu ke kamar mandi.
Kemudian Sari beranjak menuju lemari, dia bingung harus membuka pintu lemari yang mana, karena banyaknya pintu lemari disana, Hanya terdapat satu lemari saja, tapi panjangnya kira kira ada 4 meter.
Sari mencoba membuka satu persatu pintu lemari tersebut. Dia terkejut melihat banyaknya baju Rendra disana.
"ini mas Rendra mau jualan baju apa yaa, banyak sekali baju bajunya" batin Sari.
Sari terlihat bingung harus mengambil baju yang mana. Akhirnya Saripun mengambil kaos berwarna putih dengan celana kain selutut. Setelah itu Sari berniat untuk turun ke bawah membantu Asih kembali.
"Mas Rendra, aku turun duluan ya, bajunya aku taruh di atas tempat tidur, aku tunggu kamu dibawah!" Seru Sari.
"Iya sayang...!" seru Rendra dari dalam.
"Sar, nanti aku gak usah diajak makan disini lagi yaa, kamu sama den Rendra saja!" pinta Asih.
"Loh, memangnya kenapa mbak, kan kita makan sama sama,dari pada mbak Asih makan sendiri di belakang!" kata Sari
"Gak apa apa Sar, aku lebih nyaman makan sendiri dibelakang,lebih leluasa!" jelas Asih.
"Ya udah kalau itu mau nya mbak Asih!" kata Sari.
Setelah makanan sudah siap, Rendra pun sudah selesai dengan mandi dan sholatnya.
Sari sudah duduk di ruang makan menunggu Rendra di sana.
Tak lama Rendra pun turun dari kamarnya.
"Udah nunggu lama yaa sayang!" tanya Rendra seraya duduk dikursinya.
"Enggak kok mas, baru aja duduk juga!" jawab Sari.
"Lho bi Asih gak ikut makan bareng kita?" tanya Rendra
__ADS_1
"Enggak mas, katanya mbak Asih pengennya makan dibelakang aja" jawab Sari.
"Kamu tadi masih bantuin bi Asih masak yaa?" tanya Rendra kembali.
"Iya masih mas, aku kasihan sama mbak Asih kalau kerja sendirian!" jawab Sari.
"Yaudah besok aku coba nyuruh orang buat cariin pembantu baru, atau kalau gak coba kamu tanya sama bi Asih ada tidak saudaranya dari kampung yang mau kerja disini!" kata Rendra.
"Iya mas, coba nanti aku tanya ke mbak Asih.
Mas mau makan sama apa?" tanya Sari seraya mengambil piring kosong yang ada didepan Rendra.
" Aku mau makan kamu aja!" ledek Rendra.
"Apaan sih mas ini, malah bercanda, serius mas, mau makan sama apa!" kata Sari malu, yang langsung membuat pipinya memerah.
"Iya iya sayang... terserah kamu aja, mau ambilin aku apa, aku mau semua yang kamu ambilin!" kata Rendra.
kemudian Sari mengambilkan nasi dan beberapa lauk yang berada di meja makan.
Setelah mengambil untuk Rendra dan untuknya, lalu mereka makan bersama.
"Oya sayang, minggu depan rencananya aku mau nyusulin mama dan papa... kamu mau ikut?" tanya Rendra di tengah makannya.
"Aku tidak usah mas, aku dirumah aja!" kata Sari.
"Loh kenapa, padahal aku sekalian mau ngajakin kamu liburan disana, kamu belum pernah kan pergi ke lua negri!" tanya Rendra.
"Belum sama sekali mas, tapi apa aku pantes mas pergi kesana!" Resah Sari.
"Kok kamu bilangnya gitu sih sayang. Apapun pantas buat kamu. Jadi aku mau kamu ikut aku kesana!" jelas Rendra.
"Iya mas, tapi aku malu...!" kata Sari menghentikan makannya.
"Malu kenapa sayang?" tanya Rendra seraya menatap Sari
"Aku.... aku gak punya baju bagus mas untu pergi kesana!" jujur Sari malu.
"Ya ampun sayang, cuma karna masalah itu. Itu masalah gampang. Besok kita pergi beli baju oke.. sekarang gak ada tapi tapian lagi" jelas Rendra.
Sari hanya tersenyum. Dia merasa begitu bahagia bisa memiliki Rendra. Sebab bagi dirinya Rendra saat ini adalah orang yang bisa mengerti dirinya, seseorang yang bisa menerimanya dengan segala kekurangannya.
Sari berharap semoga kebahagiaan ini akan terus berlanjut sampai dimana dia dan Rendra dipertemukan dalam satu ikatan yang sah dimata hukum dan agama.
__ADS_1
...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏...