
"Sayang, ayo turun kita sarapan, anak anak udah nungguin di bawah!" kata Sari setelah masuk ke dalam kamar.
"Iya sayang, ayo, aku juga udah selesai kok!" kata Rendra.
Kemudian mereka turun menuju ruang makan, disana sudah ada Andra dan Aira yang menunggu.
"Pagi anak anak kesayangan papa!" sapa Rendra setelah sampai di meja makan.
"Pagi juga pa!" balas Andra dan Aira bersamaan.
Kemudian Rendra dan Sari duduk di kursinya.. Setelah mengambilkan nasi goreng untuk suaminya, mereka pun sarapan bersama.
Setelah selesai sarapan, Rendra berangkat ke kantornya, lalu Andra pun berangkat ke kampus dengan membawa mobil sendiri, sedang Sari dan Aira berangkat bersama, Sari akan mengantarkan Aira ke sekolahnya terlebih dahulu, setelah itu mengecek keadaan restorannya.
Sesampainya di kampus Andra langsung menuju ruangan panitia ospek, seperti yang dia bilang tadi bahwa hari ini akan ada ospek untuk mahasiswa dan mahasiswi baru. Andra berkuliah sudah 3 tahun lamanya,dia hanya akan melanjutkan sampai 5 tahun saja, setelah itu dia akan mengikuti jejak ayahnya, mengurus beberapa perusahaan milik ayah dan kakeknya. Oleh karena itu dalam waktu 5 tahun tersebut, Andra akan mengejar gelarnya.
"Hai An, akhirnya kamu dateng juga,aku tungguin dari tadi!" kata Dona.
Dona adalah teman seangkatan Andra, dia lumayan terkenal di kampus, sebab Dona mempunyai wajah yang cantik dan tubuh yang indah, bisa dibilang dia adalah primadona dikampus, tapi sayangnya Dona adalah seorang gadis sombong, akuh dan ingin menang sendiri.
Sudah sejak lama Dona menyukai Andra, tapi Andra hanya menganggapnya sebagai teman saja tidak pernah lebih dari itu. Namun bagi Dona, tak ada yang tidak mungkin bagi dirinya, apa yang dia mau, harus dia dapatkan. Maka dari itu Dona tak pernah menyerah untuk mendekati Andra.
"Hai juga Don, sorry gue telat!" kata Andra.
"Its oke, no problem Andra, gak ada kata telat buat lo, yaudah yukk gabung, kita lagi membahas masalah ospek nanti!" kata Dona.
__ADS_1
Lalu mereka berjalan mendekati teman tamnnya untuk membahas seputar ospek.
Jam sudah menunjukkan pukul 9, rapat ospek pun selesai.
Para mahasiswa dan mahasiswi baru juga sudah berbaris dilapangan kampus. Hari ini adalah hari pertama.
Saat Andra menyampaikan beberapa hal didepan mereka, tiba tiba ada salah satu mahasiswi baru yang telat. Dia langsung mendekati Andra.
"Maaf kak, saya terlambat!" kata gadis tersebut seraya menundukkan kepalanya karena merasa takut dan malu.
Andra tidak langsung menjawab, dia melihat tulisan yang ada di dadanya, Anisa.
"Kenapa kamu bisa terlambat, Anisa?" tanya Andra, dia sama sekali belum bisa melihat wajah Anisa, sebab dia masih saja terus menunduk.
"Oke, hari ini saya maafkan kamu, tapi kalau kamu besok masih terlambat lagi kamu akan mendapatkan hukuman!" kata Andra.
Seketika wajah Anisa terangkat, dia langsung tersenyum kepada Andra. Anisa merasa senang dan lega atas apa yang dikatakan oleh Andra. Padahal sebelumnya Anisa sudah merasa sangat ketakutan.
"Terimakasih kak, terimakasih!" kata Anisa bahagia. Andra yang melihat wajah Anisa beserta senyumnya, merasa terpesona. Andra sebelumnya belum pernah melihat senyum semanis Anisa, wajahnyapun, terlihat cantik, tanpa polesan make up apapun. Gadis yang sangat sederhana namun memiliki pesona yang indah, bagi Andra.
"Oh...iya, masuk kedalam barisan!" kata Andra.
"Tunggu, Andra, dia itu udah terlambat masak dibiarin begitu aja sih, kasih hukuman donk biar gak jadi kebiasaan, dan gak jadi contoh untuk yang lainnya!" seru Dona.
"Udahlah Don, biarin aja, dia kan juga udah mint maaf!" kata salah satu temannya.
__ADS_1
"Gak bisa gitu donk, nama nya salah yaa tetep aja salah. Gue wakil ketua panitia disini jadi gue juga berhak donk ngasih hukuman!" kata Dona tak mau kalah.
"Oke biar gak jadi ribut, kamu mau hukum dia apa?" tanya Andra.
"Sini kamu, anak baru!" kata Dona seraya menunjukkan jarinya kepada Anisa.
Anisa berjalan mendekati Dona dengan terus menundukkan kepalanya, hatinya yang sudah menjadi lega dan tenang kini berubah kembali menjadi takut dan gugup.
Semua matapun menatap ke arahnya, dengan tatapan yang berbeda beda, ada yang merasa kasihan, dan ada juga yang mendukung keputusan Dona...
"Sekarang aku minta kamu sit up 50 kali!" seru Dona setelah Anisa berdiri didepannya.
"Tunggu Dona, apa itu gak terlalu banyak, kasihan donk dia.. dia itu perempuan jangan kamu samain dengan laki laki!" kata Alex, salah satu panitia ospek.
"Benar,Don, itu terlalu banyak...!" tambah Andra.
"Okelah, karena ketua yang minta, jadi cukuo 20 kali aja... tapi lain kali kalau kamu terlambat lagi, aku akan nambahin 3 kali lipatnya, ngerti kamu!" seru Dona dengan tatapan tajam ke arah Anisa.
"I...iya kak saya mengerti!" kata Anisa takut.
"Yaudah, lakuin sekarang, tunggu apa lagi!" kata Dona..
"I..iya kak!" ucap Anisa. Dia lalu mulai melakukan sit up selama 20 kali, dengan menahan rasa malunya, karena saat ini semua mata tertuju kepadanya.
...TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA😊🙏...
__ADS_1