Journeys End

Journeys End
Marriott Hotel


__ADS_3

Ruby menghabiskan makanannya dengan cepat dan langsung pergi dari rumah makan itu. Tidak seperti biasanya,Ruby selalu diam di sana untuk beberapa saat untuk berbincang-bincang atau menonton TV,namun kali ini Ruby pergi dengan sangat terburu-buru sambil terus menatap layar ponselnya.


Berkendara dengan menggunakan motor dan jaket tebal tanpa mantel di tengah cuaca dingin tidak menjadi masalah bagi Ruby asalkan dia bisa segera sampai di hotel.


Sambil berkendara,Ruby menelepon seseorang yang nomornya tidak ia simpan.


"Halo,aku akan segera datang," ujar Ruby via telepon.


Ia berkendara dengan sangat cepat karena malam semakin larut dan banyak urusan yang harus ia selesaikan.


Marriott Hotel menjadi tempat yang Ruby tuju. Sama seperti hotel kebanyakan,lokasi hotel itu ada di area yang strategis dan ramai akan wisatawan mengingat kota tempat Ruby tinggal adalah tempat wisata.


"Halo,aku sudah sampai," Ruby kembali menghubungi nomor tidak dikenal itu.


"Aku akan memberimu petunjuk melalui pesan teks," jawab seseorang melalui panggilan telepon,Ruby lantas mematikan sambungan teleponnya.


Ia berjalan memasuki hotel,sambil membaca setiap pesan yang masuk ia melangkah perlahan semakin jauh kedalam hotel.

__ADS_1


Berjalan menuju lobi,disana ada seorang wanita mengenakan mantel bulu berwarna biru,ikuti dia. Aku sudah mengurus semuanya jadi kau tinggal mengikuti perintahku.


Ruby menjalankan perintah sesuai dengan pesan pertama yang ia terima. Seorang wanita menggunakan mantel bulu berwarna biru berhasil ia temukan,dan wanita itu juga melihat kedatangan Ruby. Ia tersenyum dan berjalan perlahan entah kemana,Ruby terus mengikuti.


Terus berjalan,mereka sampai di sebuah kamar dengan nomor 303.


Masuk kedalam kamar itu. Tidak berbahaya.


Ruby mengikuti arahan itu dan masuk kedalam kamar 303. Tidak ada siapapun di dalam. Fasilitas sangat mewah dan pakaian bagus lah yang Ruby lihat di dalam hotel.


"Apa maksudnya semua ini?" Ruby bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


Ruby menelepon nomor itu,ia tidak paham kenapa harus menginap di hotel mewah itu. Namun,nomor yang Ruby hubungi tidak kunjung mengangkat telepon Ruby.


"Baiklah aku menurut saja untuk menginap disini," Ruby duduk di kasur dan melihat-lihat pakaian mewah yang ada di sana.


"Bahkan mereka menyediakan lingerie untukku," Ruby melihat lingerie yang sangat seksi itu.

__ADS_1


"Aku akan mandi sekarang," Ruby berjalan menuju kamar mandi dan memutuskan untuk mandi dengan cepat karena ia ingin segera beristirahat.


Ia sangat penasaran dengan lingerie putih transparan itu.


"Aku akan memakai ini. Lagi pula aku tidur sendiri," Ruby kemudian menggunakan lingerie yang ada di atas tempat tidur kemudian ia menyingkirkan pakaian-pakaian lain ke atas kursi.


"Sangat cantik. Sepertinya aku harus membeli beberapa lingerie jika sudah menikah nanti," Ruby masih terus berbicara dengan dirinya sendiri.


Ia berjalan mengelilingi kamarnya dengan menggunakan lingerie itu. Bentuk tubuhnya yang memang bagus membuatnya semakin percaya diri.


Rasa kantuk yang awalnya Ruby rasakan seketika hilang setelah melihat pakaian-pakaian mewah yang ada disana.


"Sepertinya pakaian-pakaian ini aku rapikan saja," Ruby memindahkan pakaian yang tadi ia letakkan di kursi ke lemari besar yang ada di kamar itu.


Beberapa gaun dan jas pria ada di dalam lemari.


"Kenapa ada jas pria?" Ruby bertanya-tanya apakah ada orang lain disini namun setelah ia kembali mengecek kamar,tidak ada hal yang menunjukkan bahwa ada orang lain yang juga tinggal di kamarnya.

__ADS_1


"Aku akan tidur sekarang," Ruby menarik selimut,mematikan lampu dan mulai tertidur.


__ADS_2