Journeys End

Journeys End
hold on to the memories,they will hold on to you


__ADS_3

"Selamat pagi,sayang," Thomas mengecup kening Ruby ketika melihat Ruby terbangun dari tidurnya.


Ruby meraba seluruh tubuhnya ketika ia menyadari tengah tidak menggunakan apa-apa.


"Apa yang telah kita lakukan?" Ruby terlihat sedikit menyesal namun Thomas justru terlihat bahagia.


"Kau sudah menjadi milikku,aku tidak akan melepasmu bagaimanapun caranya," ujar Thomas.


"Apa kau lupa bahwa aku telah memiliki Felix?" Ruby melotot menatap Thomas.


"Justru karena aku tau kau masih bersamanya maka aku melakukan ini," jawab Thomas.


"Melakukan apa maksudmu?" tanya Ruby.


"Maaf sayang,tapi semua ini rencanaku," Thomas tersenyum licik.


"Rencana apa? Aku tidak paham," Ruby mendesak Thomas untuk menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.

__ADS_1


"Aku mendapatkan informasi bahwa hari ini akan ada sesuatu yang bisa kita jadikan bukti. Namun aku menyusun rencana jahat ini,aku yang mengirim pesan agar kau datang kesini dan kita bisa saling berhubungan lagi seperti dulu. Maafkan aku,tapi aku tidak tahan lagi melihatmu dan Felix semakin lama semakin dekat," Thomas berkata dengan terus terang.


"Apa kau sudah gila? Bukankah kau yang dulu meninggalkanku dan memilih Aster. Kini aku sudah bahagia kau ingin menghancurkan kebahagiaanku?" Ruby tersulut emosi.


"Aku yang akan memberikan kebahagiaan yang kau inginkan. Aku akan memberikan semuanya utnukmu. Kembali lah padaku Ruby,aku akan menuruti semua yang kau inginkan. Apapun yang kau mau akan aku lakukan,aku berjanji tidak akan berkhianat lagi. Aku berjanji akan membahagiakanmu,setelah kita menyelesaikan kuliah kita aku akan menikahimu. Aku berjanji," Thomas berusaha meyakinkan Ruby.


"Apa yang membuatmu meninggalkan Aster?" Ruby bertanya.


"Dia tidak sebaik dirimu. Aku tidak menemukan gadis sesabar dirimu dalam menghadapiku. Kau selalu jujur,kau tidak pernah marah jika aku melakukan kesalahan kecil. Kau tidak pernah mengkhianatiku," Thomas menjawab pertanyaan Ruby.


"Jadi maksudmu,Aster mengkhianatimu?" tanya Ruby.


"Aku sudah memiliki orang lain. Tidak banyak yang bisa aku lakukan untuk membantumu selain dengan mendengarkan cerita-ceritamu. Kita tidak bisa kembali seperti dulu. Maafkan aku," Ruby memberikan pengertian.


"Aku masih mencintaimu bahkan ketika aku menjalin hubungan dengan Aster," kata Thomas.


"Bahkan dulu kau juga melakukan itu padaku. Kau berkata masih mencintai Aster saat masih menjalin hubungan denganku. Kau lupa?" Ruby kini tidak mau terlalu ambil pusing.

__ADS_1


"Itu hanya rindu sesaat. Cintaku lebih besar untumu,Ruby. Dengan siapapun aku dekat,aku hanya menganggap kau sebagai wanitaku. Tidak ada yang bisa menggantikanmu," Thomas masih berusaha meyakinkan Ruby.


"Dulu aku selalu luluh ketika kau mengatakan hal seperti itu tapi sekarang entah kenapa aku merasa biasa saja. Apa mungkin rasa cintaku padamu sudah hilang begitu saja?" Ruby sengaja mengatakan hal itu untuk melihat reaksi Thomas.


"Bagaimana dengan tadi malam? Aku melihat dari caramu menatapku,kau masih sangat mencintaiku," Thomas masih terus berusaha.


"Atau itu hanya tatapan karena nafsu?" Ruby masih berusaha memancing Thomas.


"Aku akan melakukan apapun untuk membuatmu kembali ke pelukanku. Sekarang hanya diam-diam tapi besok secara terang-teragan aku akan mengatakan pada dunia bahwa aku sangat mencintaimu," Thomas dengan tekad yang bulat berusaha membuat Ruby kembali padanya.


"Jangan terikat pada masa lalu. Kau yang menghancurkan hubungan kita dulu setelah aku memberikan segalanya untukmu. Bahkan mahkota paling berharga ku aku berikan untukmu tapi yang aku dapatkan hanya pengkhianatan," Ruby kini kembali mengenang masa lalunya yang kelam.


"Aku bersalah dan menyesal. Tidak ada yang memperlakukan diriku sebaik dirimu Ruby. Kembalilah padaku. Apapun akan aku lakukan untuk membuatmu bahagia," Thomas bekerja lebih keras untuk meyakinkan Ruby.


"Kita akan membicarakan ini jika masalah dengan sekte telah selesai," jawabnya.


Perkataan Ruby memberikan secercah harapan untuk Thomas bahwa mereka dapat kembali bersama.

__ADS_1


"Aku gagal melupakan kenangan yang pernah kita lalui bersama. Semuanya sangat indah bagiku,tidak bisa aku lupakan," Thomas merasa putus asa karena tidak bisa melepas Ruby.


"Kau pikir bagiku melupakan semuanya tidak sulit?" sahut Ruby.


__ADS_2