
"Siapa disana?" teriak seorang pria.
Thomas dan Felix yang baru saja akan berjalan pulang seketika berhenti di tempat. Perlahan mereka menempelkan tubuhnya ke pohon besar tempat mereka bersembunyi tadi.
"A.. Aku hanya lewat," terdengar suara pria yang terbata-bata menjawab pertanyaan dari pria besar membawa kapak itu.
"Kenapa kau mengintip?" bentaknya.
"Aku kira tidak ada orang. Sebenarnya aku ingin menumpang malam ini," jawab pria kurus itu.
"Hm.. Baiklah kau boleh menumpang disini," pria bernama Rick itu memberikan jawaban diluar dugaan Thomas dan Felix. Setelah mereka berdua kembali masuk kedalam garasi,Thomas dan Felix perlahan-lahan meninggalkan tempat itu.
**
"Kalian selalu melakukan sesuatu yang dapat membahayakan diri sendiri," omel Ruby pada Thomas dan Felix setelah mendengar cerita mereka.
"Kenapa banyak sekali hal-hal mencurigaka di tempat ini," gerutu Felix.
"Kita harus menyelidiki hal-hal yang berkaitan dengan sekte,selain itu tidak usah. Jangan menjerumuskan diri dalam bahaya," ujar Ruby.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang? Apa Jenn akan tau Zoe bersama kita saat ini?" Thomas merasa bingung setelah melihat Zoe keluar dari kamar.
"Ide untuk mengajaknya kemari ide siapa? Pikirkan sendiri," Ruby menjawab dengan ketus.
"Aku Kn pergi ke panti asuhan," Thomas memiliki rencana sendiri dalam mengatasi masalah ini. Ruby dan Felix hanya merespon dengan saling bertatapan tapi mereka tidak melarang Thomas pergi.
"Kalau begitu aku dan Felix akan melakukan sesuatu agar pekerjaan kita cepat selesai," kata Ruby.
"Melakukan apa?" Felix penasaran.
"Ajak aku ke tempat dimana kau menemukan Zoe kemarin," Ruby mengutarakan idenya.
__ADS_1
"Untuk apa kita kesana?" Felix terus bertanya.
"Aku penasaran saja," jawab Ruby.
"Dengan apa kita akan kesana? Berjalan kaki lumayan jauh," Felix terlihat masih sedikit lelah.
"Menyewa motor. Kemarin aku menemukan brosur tempat penyewaan motor di dekat sini. Harganya juga murah," Ruby menawarkan solusi agar mereka bisa pergi tanpa berjalan kaki.
"Baiklah akan aku antar," Felix setuju dengan rencana Ruby.
"Kalau begitu ayo sarapan," Ruby mulai menyantap roti lapisnya.
Mereka berempat sarapan bersama,kemudian bersiap-siap untuk menjalankan tugas masing-masing. Thomas bersama dengan Zoe pergi ke panti asuhan,sementara Ruby dan Felix pergi ke tempat penyewaan motor.
"Aku dan Zoe berangkat. Kalian jangan lupa mengunci pintu dan berhati-hati karena kita tidak tau ada bahaya apa di tempat ini," kata Thomas sebelum pergi.
"Baiklah. Kau juga hati-hati," jawab Felix.
"Sayang,mereka sudah pergi," kata Felix.
"Lalu?" Ruby tidak mengerti.
"Ayo lakukan itu. Kapan lagi kita punya kesempatan berdua," ajak Felix.
"Lakukan apa? Aku sudah selesai berpakaian. Kau jangan aneh-aneh," Ruby menolak.
"Sebentar saja," Felix memeluk Ruby yang sedang memakai sepatu.
"Kau mau melakukannya disini? Ayo di kamar," kata Ruby sambil tersenyum.
Mereka berdua menunda sementara rencana untuk pergi ke tempat penyewaan motor.
__ADS_1
Hari masih pagi dan cuaca kembali mendung. Entah kenapa akhir-akhir ini cuaca disana selal mendung dan dingin. Tapi Ruby dan Felix justru basah oleh keringat. Mereka hampir melupakan apa yang harus mereka kerjakan hari ini.
"Sayang," bisik Ruby.
"Hm," jawab Felix.
"Aku sudah," Ruby kembali berbisik.
"Akan aku selesaikan," Felix menjawab sambil mencium kening Ruby.
Mereka berdua masih merebahkan diri di kasur,kelelahan dengan aktivitas yang baru saja mereka kerjakan.
"Sudah lama ya," kata Felix.
"Ayo bangun. Kita harus bergegas," Ruby yang masih sedikit lelah memaksakan diri karena segera ingin pergi dari tempat itu,otomatis ia harus menyelesaikan pekerjaan dengan cepat.
"Baiklah ayo," Felix ikut bangun dan memperbaiki pakaiannya.
"Mana brosurnya?" Felix ingin melihat.
"Ikuti aku saja," jawab Ruby dan ia tidak memperbolehkan Felix melihat brosurnya.
"Mencurigakan," respon Felix yang membuat Ruby tertawa. Ruby kemudian memberikan brosur yang ia temukan pada Felix.
*
"Tidak membutuhkan waktu yang lama kan?" kata Ruby setelah mereka melihat tempat penyewaan motor.
"Aku baru tau di dekat sini..."
"Kenapa?" tanya Ruby setelah melihat Felix diam terpaku.
__ADS_1
"Kau akan aku antar ke tempat anak-anak. Aku pergi sendiri," kata Felix. Ruby hanya diam dan bingung dengan perubahan sikap Felix yang tiba-tiba.