Journeys End

Journeys End
Little Bit More


__ADS_3

"Kemana perginya dua orang tadi? Mereka benar-benar berkemah?"


"Ssstt.. Diamlah Ruby,kita saksikan saja," Thomas meminta Ruby untuk diam.


Pria yang berdiri di bawah pohon itu menatap pria lain di sampingnya,kemudian mereka pergi.


Ruby terdiam dan mengira itu adalah bagian dari rencana. Kemudian,Thomas dan Felix saling memandang.


"Kemana mereka?" tanya Felix.


"Mana aku tau. Sejak tadi aku diam disini," jawab Thomas.


"Sial,apa mereka tertangkap?" Felix menduga-duga.


"Tidak mungkin. Aku yakin mereka tidak tertangkap. Kau antar Ruby pulang!" suruh Thomas.


"Lalu kau bagaimana?" Felix ragu meninggalkan Thomas seorang diri.


"Tidak masalah,tenang saja," jawabnya.


Felix dan Ruby kembali ke tempat mereka memarkirkan motornya,kemudian mereka pergi ke rumah.


"Aku merasa aneh. Kita yang memiliki masalah tapi banyak yang terlibat dalam kasus ini," ujar Ruby.


"Tidak apa sayang. Kau jangan terlalu memikirkan hal ini. Mereka yang membantu kita juga memiliki tujuan masing-masing," jawab Felix.


"Tujuan masing-masing bagaimana?" Ruby kembali dibuat penasaran.


**


Baru saja Ruby terbangun dari tidurnya,ia kembali dikejutkan dengan keramaian yang terjadi di luar rumah.


"Kenapa ramai sekali?" Ruby turun dari kasur dan berjalan keluar rumah.

__ADS_1


Terlihat Felix dan Thomas disana,berdiri bersama kawan-kawan lama mereka.


"Kylie!" teriak Ruby ketika melihat sahabatnya.


"Ruby! Aku sangat merindukanmu," Kylie langsung memeluk Ruby.


"Ahh. Bisa-bisanya aku tertidur. Apa ada sesuatu yang aku lewatkan tadi?" tanya Ruby.


"Tidak. Tidak sama sekali. Semua ini akan segera berakhir," Kylie menjawab.


"Bagaimana maksudnya? Apa yang membuat semua masalah ini bisa segera berakhir?" Ruby tidak mengerti karena ia merasa tidak melakukan sesuatu yang dapat mengubah situasi.


"Bu Ellen ada disini. Hari ini kita pulang," Thomas menyahut.


"Pulang? Benarkah?" dengan sumringah Ruby merespon apa yang Thomas katakan.


"Tentu saja sayang. Ayo berkemas," Felix mengajak Ruby masuk kedalam rumah.


"Sebenarnya ada apa?" Ruby merasa belum mendapatkan jawaban.


"Lalu bagaimana dengan Zoe?" tanya nya.


"Ayo kita ke panti asuhan dulu. Biarkan teman-teman pergi duluan," Felix juga berencana pergi ke panti asuhan untuk melihat sesuatu.


Felix keluar meninggalkan Ruby yang masih berkemas.


"Teman-teman. Aku dan Ruby akan ke panti asuhan lebih dulu sebelum pulang. Kalian bisa pergi lebih dulu," Felix memberitahu teman-temannya.


"Lebih baik kita jangan berpencar," Kylie menanggapi.


"Tidak apa. Kita duluan," Thomas ikut menimpali.


Teman-teman pergi lebih dulu,termasuk Thomas. Sementara Ruby dan Felix akan pergi ke panti asuhan. Perjalanan yang mereka tempuh tidak terlalu lama karena menggunakan sepeda motor.

__ADS_1


Ruby berjalan lebih dulu disusul oleh Felix. Pintu panti asuhan tampak tidak terkunci,Ruby perlahan masuk kedalam. Terlihat anak-anak sedang berjongkok di ruang tamu kecuali Zoe.


"Zoe,ada apa?" tanya Ruby.


Zoe langsung berlari ke halaman belakang begitu melihat Ruby.


"Ada apa anak-anak?" tanya Ruby.


"Kami semua akan dibawa pergi hari ini," jawab seorang anak.


"Dimana Jen?" Ruby kembali bertanya.


"Sssttt.." seorang anak lelaki mengisyaratkan untuk tetap diam sambil menunjuk ke sebuah ruangan


Ruby perlahan mendekati ruangan itu. Ia membuka pintu dengan kasar.


"Jenn?!" seru Ruby.


"Apa yang kau lakukan bocah?" bentak pria yang sedang berama Jennifer.


"Kami merekam," Felix muncul dengan ponselnya yang dari tadi merekam.


Jennifer yang baru menyadari segera menutup tubuhnya dengan selimut.


"Bisa-bisanya kau melakukan ini dengan anak kandungmu,pak tua!" seru Felix


"A.. Apa? Anak?" Ruby terkejut mendengar apa yang Felix katakan.


Ruby merasa satu per satu hal-hal yang ingin dia ketahui akan terungkap hari ini.


"Pergi kalian atau akan aku laporkan ke polisi!" Jennifer mengancam.


"Tidak usah repot-repot. Polisi sudah ada disini," Felix menanggapi dengan santai.

__ADS_1


Ruby kembali terperangah mendengar perkataan Felix. Ia menengok keluar,dua orang polisi datang bersama Thomas.


__ADS_2