
Mereka berhasil keluar dari rumah itu. Dengan Kylie berjalan lebih dulu memimpin teman-teman yang lain,mereka berupaya kembali ke motel dan bersiap-siap untuk kabur bersama.
"Aku tidak tau apa yang harus kita lakukan setelah ini," ujar Ruby sambil terus berjalan.
"Apa maksudmu? Tentu saja kabur," jawab Andy dengan suara menggemaskan.
"Bocah,diam," Felix berkata pada Andy yang ada di gendongannya.
"Aku rasa kita tidak bisa kabur dengan mudah," kata Ellen.
"Lihat! Tempat rahasia ini," Kylie mempercepat langkahnya dan berjalan menuju sebuah sumur.
"Sumur?" Ruby ikut mendekati sumur itu.
"Itu hanya tampak luarnya terlihat seperti sumur," ujar Ellen.
Kylie mengangkat beberapa triplek lapuk yang menutupi permukaan sumur itu.
"Aku datang kemari melalui jalan ini," ungkap Kylie.
"Bagaimana kau bisa tau bahwa ada jalan rahasia seperti ini?" tanya Felix penasaran.
"Aku tidak sengaja melihat sumur di belakang rumah pemilik motel dan aku melihat ada jalan rahasia,jadi aku dan Andy masuk. Ternyata tembus di tempat ini," jawab Kylie.
"Bagaimana caranya lewat? Bukankah ini dalam?" Felix melihat sumur itu dari atas.
"Tidak sedalam itu," Kylie melompat kedalam sumur.
"Aaaa," teriak Ruby dan Ellen berbarengan karena merasa terkejut Kylie melompat begitu saja kedalam sumur
__ADS_1
"Ayo ikuti aku," seru Ruby dari dalam sumur itu.
Satu per satu dari mereka melompat kedalam sumur. Felix tetap menggendong Andy dan masuk kesana paling akhir.
"Ternyata tidak dalam," katanya setelah berhasil masuk ke jalan rahasia itu.
"Wah,bagaimana mereka membuat jalan ini," Ruby terpukau melihat jalan rahasia di dalam sumur kecil dan dangkal.
"Yah,apapun bisa mereka lakukan," kata Ellen.
Kylie kembali berjalan di depan. Kini ditemani Andy yang meminta untuk ikut berjalan di depan bersama Kylie,seolah-olah ia juga sudah hafal jalan rahasia itu.
Lampu senter yang berasal dari ponsel Kylie adalah satu-satunya penerangan yang ada. Mereka berjalan lurus menyusuri lorong yang lembab itu.
"Apa? Jalan bercabang?" tanya Felix ketika melihat dua jalur berbeda di dalamnya.
"Itu!" seru Andy sambil menunjuk jalan yang ada di sebelah kiri.
"Apa benar? Awas saja sampai tersesat," kata Felix ketus.
"Kau kenapa sih?" tanya Ruby sambil berusaha menahan tawanya.
"Ayo bi," Felix meninggalkan Ruby di belakang sambil menggandeng tangan Ellen.
Tingkah Felix mencairkan suasana yang sedikit tegang dalam perjalanan mereka.
"Tetap waspada. Kemarin aku juga lewat sini," Ellen mulai bercerita.
"Jadi bibi sudah tau ya?" Andy bertanya seakan-akan ia adalah seseorang yang sudah dewasa.
__ADS_1
"Di sebelah sana ramai," Ellen memelankan suaranya.
Semuanya berhenti berjalan setelah mendengar apa yang dikatakan Ellen. Walaupun tidak sepenuhnya paham,rasa penasaran mereka cukup untuk menghentikan sementara perjalanan menuju motel.
"Ayo ceritakan," rengek Ruby yang penasaran.
"Sambil berjalan saja agar kita cepat sampai," Ellen kembali berbicara dengan normal.
"Ayo," kini Andy sendirian memimpin di depan. Ia berjalan dengan berani karena Andy memang tidak mengetahui bahwa dirinya ada dalam bahaya.
"Kemarin orang itu membawaku ke tempat ini," Ellen memulai ceritanya.
"Bagaimana cara dia membawa bibi kemari?" tanya Kylie.
"Dia mengatakan sesuatu yang membuatku terpaksa ikut ke tempat ini," jawabnya.
"Aku lewat di belakang rumah Ann juga kemarin. Aku tidak bisa mengatakan apa alasanku datang ke tempat ini. Yang jelas memang kalian yang diincar," tambahnya.
"Sebenarnya aku ingin tau kenapa bibi bisa ada disini," Ruby berkata dengan jujur.
"Kau akan tau sendiri nanti," jawabnya.
"Ssstt!" Andy menghentikan langkahnya.
"Apa?" tanya Kylie dengan berbisik.
"Seperti ada orang," jawabnya.
"Jalan saja,mereka tidak berada di jalur ini," Ellen berkata sambil terus berjalan.
__ADS_1
"Apa di jalur itu.."
"Sstt! Jalan," Ellen mempercepat langkahnya.