
Seharian Ruby hanya berdiam diri di rumah. Setelah menempuh perjalanan berbahaya ke motel bersama Thomas dan Felix,situasi aman terkendali karena begitu mereka sampai di motel,Ruby dan teman-teman melihat Anton masuk kedalam mobil dan pergi dari motel itu. Saat itu juga mereka langsung kembali ke perkemahan dan tidur bertiga di dalam mobil.
Siang hari mereka baru kembali pulang setelah menikmati keindahan alam di tempat perkemahan itu.
"Aku sudah memesan makanan online jadi kau tidak usah memasak hari ini," ujar Thomas.
"Harusnya kau tidak usah repot-repot," sahut Felix.
"Ngomong-ngomong tentang wanita yang kemarin. Aku sangat penasaran," dari tadi Ruby sibuk memikirkan wanita misterius itu.
"Dia datang dari arah yang berlawanan dengan kita. Dan jalan itu mengarah ke hutan dekat motel. Apa dia kabur dari motel itu?" Felix menerka-nerka.
"Menurutku itu sangat mungkin," pendapat Felix.
"Jika kita menemukan wanita itu...
"Halah tidak usah," Thomas dan Felix memotong perkataan Ruby berbarengan.
Merek tidak mau mengambil risiko lagi untuk hal yang belum pasti.
**
Masalah yang datang bertubi-tubi dalam kehidupan Ruby membuatnya sedikit jenuh untuk terus berdiam diri di rumah,beradu dengan pikirannya sendiri. Thomas sudah kembali ke rumahnya,sementara Felix sibuk menggambar.
"Aku akan jalan-jalan hari ini," kata Ruby pada kekasihnya.
"Mau kemana? Aku akan menemani mu pergi," jawab Felix.
"Tidak usah. Aku hanya ingin menenangkan diriku saja," Ruby menolak tawaran Felix untuk menemaninya.
Selesai bersiap-siap,Ruby langsung pergi menggunakan mobilnya. Felix yang tidak ingin mengganggu Ruby memutuskan untuk membiarkannya pergi sendiri dengan harapan Ruby bisa lebih tenang.
Dengan ketiadaan Ruby di rumah,Felix memanfaatkan kesempatan ini untuk berkumpul bersama Anton,Reno,dan Thomas. Rencananya ia akan mendiskusikan apa yang harus mereka lakukan tanpa sepengetahuan Ruby.
**
Klakson mobil terdengar di luar gerbang,mobil Reno terlihat akan masuk ke dalam rumah Ruby.
Felix segera membuka pintu gerbang dan mempersilahkan Reno dan teman-teman yang menumpang di mobilnya untuk masuk.
"Silahkan," ujar Felix setelah mereka semua turun dari mobil.
Minuman dan snack ringan sudah Felix siapkan untuk teman-temannya.
__ADS_1
"Apakah aman? Kekasihmu kemana?" tanya Thomas.
"Dia sedang berjalan-jalan dan tidak mau aku temani," jawab Felix.
"Baik kalau begitu kita langsung saja membahas rencana," ajak Anton.
"Kita sudah berhasil mendapatkan kepercayaan publik bukan? Setidaknya 70%," Reno mengawali.
"Tapi itu belum cukup karena informasi yang kita publikasikan itu belum mrmuat bukti-bukti kalau Ruby tidak bersalah. Akan sangat mudah bagi mereka yang berkepentingan menyebarkan informasi palsu untuk menjatuhkan kita lagi," pendapat Thomas.
"Aku setuju. Jadi selanjutnya kita harus mempublikasikan bukti yang kuat agar orang-orang semakin percaya," pendapat Anton.
"Apa sejauh ini mereka tidak melakukan apa-apa? Agak aneh jika mereka sudah tau kita mempublikasikan artikel untuk melawan mereka,tapi mereka hanya diam," kata Felix.
"Mereka melakukan sesuatu,aku tau apa yang akan mereka lakukan" sahut Anton.
"Apa yang akan mereka lakukan? Bagaimana bisa kau tau?" Reno penasaran.
"Kemarin saat aku ke motel itu.."
Anton mulai bercerita apa yang terjadi ketika dirinya mengunjungi motel. Upacara terakhir sekte itu akan dilakukan pada saat bulan mati. Artinya mereka akan berpindah lokasi karena disana dirasa sudah tidak aman lagi.
"Aku diperintahkan untuk menutupi rumor yang beredar saja. Tidak ada hal yang spesial," ujar Anton.
"Aku juga tidak tau,aku yakin akan jauh dari tempat ini karena mereka pasti mencari tempat tersembunyi yang ada di tengah kota dan setahuku tidak ada tempat seperti itu lagi di kota ini selain di tempat motel itu dibangun," jawab Anton.
"Baguslah kalau mereka akan pergi jauh," ujar Felix.
"Hey Felix,aku ingin bertanya sesuatu. Ruby sempat bercerita padaku saat sebelum kalian pergi ke motel itu bahwa kau bertingkah aneh dan selalu mengatakan berbahaya tinggal disini. Jangan bilang sejak awal kau sudah mengetahui tentang sekte itu," Thomas memojokkan Felix.
"Apa maksudmu? Aku benar-benar tidak tau apa-apa tentang sekte itu," Felix menolak tuduhan yang Thomas lontarkan untuk dirinya.
"Lalu bahaya apa yang kau maksud?" Thomas penasaran. Kini semua mata tertuju pada Felix. Mereka menunggu penjelasan yang akan Felix berikan untuk pertanyaan Thomas.
"Sebenarnya saat Ruby mandi aku sempat pergi menemui seseorang dan wanita itu mengancam akan menyakiti Ruby jadi aku segera mengajaknya pergi," Thomas memberikan jawaban yang abu-abu.
"Yang kau temui wanita? Siapa dia? Apa alasan wanita itu ingin menyakiti Ruby?" Reno menjadi penasaran.
"Sebenarnya sejak awal aku menjalin hubungan dengan Ruby,keluargaku tidak setuju dengan hubungan kami. Karena kami berbeda keyakinan. Aku berencana memberitahu keluargaku nanti tapi adikku malah sudah memberitahu ibuku lebih dulu," Thomas bercerita.
"Lalu apa hubungannya dengan wanita yang ingin menyakiti Ruby?" Reno tidak mengerti dengan jawaban yang Felix berikan.
"Dia mengatakan bahwa dirinya adalah orang suruhan ibuku. Dia menyuruhku segera kembali,dan jika tidak maka Ruby yang harus menghilang," jawabnya.
__ADS_1
"Kenapa ibumu sekejam itu?" Thomas sangat terkejut dengan jawaban yang Felix berikan. Tidak hanya Thomas,teman-teman yang lain pun ikut tidak menyangka.
"Aku sudah berbicara dengan ibu tapi dia berkata tidak pernah melakukan hal seperti itu. Bahkan aku sempat marah dan tidak berkomunikasi dengan ibu beserta keluargaku karena aku sangat kesal tapi tetap saja ibu mengatakan tidak pernah menyuruh orang melakukan hal itu," Felix menjelaskan.
"Kau tau Ruby dalam bahaya karenamu tapi kau tetap bersamanya hingga kini dan membahayakan keselamatan Ruby?" sindir Thomas.
"Lagi pula wanita aneh itu tidak pernah muncul lagi," jawab Felix sinis.
"Bagaimana awal kau bisa bertemu wanita itu?" tanya Anton.
"Selesai aku memarkir mobil dan akan menutup pintu dia datang dan mengajakku berbicara di depan gang sana. Karena dia berkata ini menyangkut Ruby aku langsung mengikutinya," Felix menjawab.
"Jika bukan ibumu,bagaimana bisa dia tau bahwa hubungan kalian tidak direstui?" Thomas memancing agar Felix mengakui kesalahan ibunya.
"Aku benar-benar tidak tau. Bahkan ibuku sampai menangis karena aku terus-menerus menuduhnya," Felix mengelak bahwa ibunya bersalah.
"Cukup aneh. Siapa ya wanita itu?" Reno ikut bertanya-tanya.
"Apa ada kaitannya dengan kasus ini?" Anton semakin penasaran.
"Aku akan menjaga Ruby,tenanglah," ujar Felix.
"Lanjutkan menyusun rencananya,aku akan menghubungi Ruby. Dia belum memberi kabar sama sekali," Felix mengambil ponselnya kemudian mengirim pesan pada Ruby.
Ruby membalas dengan cepat dan mengatakan dia sedang berada di studio tempat teman-temannya biasa berlatih dance.
"Bagaimana?" tanya Thomas.
"Semuanya aman," jawab Felix.
"Jadi artikel berikutnya adalah tentang ruangan rapat dan aula di tempat itu. Karena Ruby memiliki rekaman suara saat anggota sekte menanyakan apa yang akan mereka lakukan pada korban persembahan dan jawaban pemimpin sekte itu bisa menjadi bukti bahwa sekte itu memang kejam," terang Anton.
"Oh iya rekaman itu.."
Felix bergegas ke kamar dan mengambil ponsel lama Ruby. Rekaman itu sudah dipindahkan ke memory card dalam ponsel itu.
"Oh iya,aku akan memperkenalkan kalian pada seseorang yang telah membantu kita dalam menerbitkan artikel," ujar Anton.
"Teman misterius itu?" Reno sangat antusias.
Anton mengangguk yang menandakan apa yang Reno katakan tepat.
"Dia akan datang sebentar lagi. Aku akan menunggunya di depan gang,kalian santailah dulu," Anton pergi meninggalkan Thomas,Felix,dan Reno.
__ADS_1