Journeys End

Journeys End
Welcome to Hell


__ADS_3

Cukup lama Thomas dan Felix memantau disana. Terlihat sesekali Jennifer keluar dari panti asuhan namun dengan segera ia masuk lagi. Felix segera mengubungi Ruby dan memberitahuan apa yang ia lihat. Ruby yang awalnya masih marah dengan Felix,setelah mendengar apa yang Felix katakan berubah menjadi antusias sekaligus penasaran dengan apa yang terjadi di tempat itu. Ruby sedikit menyesal karena tidak ikut ke panti asuhan.


"Pria itu keluar. Menunduk," Thomas menarik baju Felix.


Pria itu keluar dengan menggandeng seorang anak yaitu Zoe. Jennifer berusaha mencegah namun pria itu tampak menenangkan Jennifer bahwa semuanya akan baik-baik saja. Setelah Zoe masuk kedalam mobil,pria itu bersama Jennifer kembali masuk ke panti asuhan. Zoe mereka tinggalkan sendiri di dalam mobil.


Melihat kesempatan emas di depan mata,Felix dan Thomas tidak tinggal diam. Ia segera memanggil Zoe agar mendekat kearahnya. Zoe langsung turun dari mobil kemudian menghampiri Thomas.


"Kenapa kakak masih disini? Bukannya tadi bilang harus buru-buru pulang?" tanya Zoe tanpa terlihat adanya tekanan.


"Kau baik-baik saja?" Thomas menanyakan keadaan Zoe.


"Aku baik-baik saja kok," jawab Zoe.


"Kau akan pergi kemana?"


"Aku akan dipertemukan dengan ibuku katanya," Zoe kembali menjawab.


"Katanya? Kata siapa?" Thomas tak paham siapa yang Zoe maksud akan mempertemukan dirinya dengan ibunya.


"Tadi malam Jenn mengatakan bahwa aku harus ikut pria itu jika ingin bertemu dengan ibuku," Zoe menjelaskan.


"Tapi ketika aku bertanya padanya,ia berkata bahwa keluargamu sudah tidak ada Zoe. Kenapa sekarang pernyataannya berubah? Aku tidak paham dengan apa yang terjadi," Thomas kini kebingungan.

__ADS_1


"Awalnya aku juga tau ibuku sudah meninggal tapi tadi malam Jenn bilang ibu masih hidup," Zoe kembali menjawab Thomas.


"Bagaimana dengan rencana adopsimu? Apa kau berubah pikiran?" Thomas harap-harap cemas.


"Karena ibu masih ada jadi aku harus tinggal bersama ibu," Zoe memberikan jawaban yang membuat Thomas semakin pusing.


"Apa kau yakin? Jangan sampai kau bernasib sama seperti teman-temanmu yang menghilang setelah pergi dari panti asuhan itu," Thomas berusaha keras meyakinkan Zoe agar tidak pergi dengan pria pemimpin sekte itu.


"Kalau begitu kakak ikut saja mengikutiku. Kalau misalnya memang benar dia berniat jahat jadi kakak bisa menolongku," saran Zoe.


"Aku? Berhadapan dengan sekte itu lagi?" Thomas tidak ingin kembali berurusan dengan sekte yang hampir saja membuat nyawanya dalam bahaya.


"Tapi Jenn memang wanita jahat jadi bisa saja dia membohongiku," ujar Zoe  tiba-tiba.


"Aku tidak tau harus apa. Aku tidak suka tinggal disini jadi aku tidak menolak untuk diajak pergi. Karena kakak tidak kunjung mengadopsiku," jawab Zoe.


"Masalahnya kami belum berbicara dengan pemilik panti asuhan," Thomas memberikan pengertian pada Zoe.


"Tadi aku dengar bahwa pemilik panti asuhan sudah meninggal," Zoe memberikan informasi baru.


"Zoe,aku membutuhkan lebih banyak informasi darimu. Kau mau kan ikut denganku sebentar?" ajak Thomas.


Zoe menangguk dan mengikuti Thomas berjalan menuju pohon tempat Felix menunggu.

__ADS_1


"Hai Zoe," sapa Felix.


"Dia akan dipertemukan dengan ibunya," Thomas memberitahu Felix informasi yang baru saja ia dapatkan.


Felix yang mendengar hal itu hanya mengerenyitkan dahi seakan-akan ragu dengan apa yang baru saja ia dengar dari Thomas.


"Apa kau melihat sesuatu yang mencurigakan di panti asuhan itu?" tanya Felix.


"Aku melihat Jenn dan kakek-kakek itu berciuman seperti orang pacaran," jawab Zoe. Sebenarnya bukan informasi seperti itu yang ingin Thomas dan Felix dengar. Namun,informasi itu cukup mengejutkan karena mereka tidak menyangka Jennifer memiliki selera seorang kakek-kakek.


"Jenn adalah wanita jahat. Semua orang tidak percaya padaku," Zoe kini memasang wajah kesal.


"Hal jahat seperti apa yang telah ia lakukan sehingga kau terlihat sangat tidak menyukainya,Zoe? tanya Felix.


"Dulu aku dan kakakku tinggal bersama tapi dia memisahkan kami," jawab Zoe.


"Kakak? Kau memiliki seorang kakak" Felix tak percaya.


"Iya. Kak Zuri," jawabnya.


"Dia kembali," Thomas memperingatkan Felix dan Zoe bahwa pria tua tadi dan Jennifer keluar dari panti asuhan.


"Zoe silahkan kembali. Aku dan Thomas akan mengikutimu," ujar Felix.

__ADS_1


"Kau gila? Aku tak mau!" Felix menolak.


__ADS_2