
Pagi yang cerah membubarkan acara kumpul-kumpul Ruby dan teman-temannya pagi itu. Semuanya kembali ke rumah masing-masing untuk bersiap-siap karena mereka akan segera berangkat untuk berkemah. Meskipun tujuan utama mereka bukan untuk berkemah,mereka sepakat menyebut misi mereka kali ini dengan sebutan "berkemah" agar tidak ada orang yang mengetahui rencana mereka.
"Aku pulang ya," Cassie dan Bella menjadi orang terakhir yang meninggalkan rumah Ruby. Sementara itu,Reno hanya pulang untuk mengambil pakaian dan menjemput Thomas kemudian ia kembali ke rumah Ruby untuk menginap disana.
"Bagaimana dengan tenda?" tanya Felix pada Ruby.
"Aku sudah memesan dua buah tenda besar. Untuk kompor dan kebutuhan lainnya aku sudah punya," jawab Ruby.
"Akan aku ambil nanti sambil berbelanja," tambahnya.
"Iya sayang nanti aku antar," ujar Felix.
"Tidak apa,aku bisa sendiri. Kau istirahatlah dulu," Ruby pergi ke gudang untuk mengecek beberapa barang.
Felix mengikuti Ruby dari belakang karena melihat mood Ruby yang tidak terlalu bagus.
"Sayang,tolong bantu aku memasang gas ini," Ruby memberikan Felix gas yang tinggal dipasang pada kompor kecilnya. Setelah mengetes kompor itu,mereka membawa barang-barang yang diperlukan ke ruang tamu.
"Aku akan pergi belanja sekarang," ujar Ruby setelah selesai menyiapkan kompor beserta beberapa alat memasak lainnya.
"Biar aku yang menyetir," Felix pergi untuk mengambil kunci mobil.
**
Ruby dan Felix sampai di supermarket sementara Thomas mengajukan diri untuk membantu Ruby mengambil tenda yang sudah Ruby sewa.
"Kau ingin membeli apa?" tanya Ruby pada Felix.
"Mie instan,nasi instan," jawab Felix.
Ruby mengambil beberapa bahan makanan yang tahan lama dan tidak memakan waktu terlalu lama untuk dimasak.
"Hey," panggil seseorang.
__ADS_1
Ruby menoleh kearah orang yang memanggilnya,yang ternyata itu adalah kekasih Thomas. Ruby hanya menatap Aster sejenak kemudian kembali memilih bahan makanan.
"Kenapa kau mengganggu hubunganku dengan Thomas?" tanya Aster.
"Bukankah kau yang mengganggu hubunganku dengannya?" jawab Ruby dengan santai.
"Tapi kau sekarang sudah memiliki kekasih baru," Aster membela diri.
"Lalu aku harus apa? Thomas datang dan menawarkan diri untuk membantuku jadi kau bicarakan saja sendiri dengannya," Ruby tidak menanggapi dengan serius.
"Hey lihatlah disini ada seseorang yang suka mengganggu hubungan orang lain!" Aster berteriak dengan keras di tengah ramainya supermarket.
"Kau apa-apaan? Mau mempermalukan dirimu sendiri?" Ruby masih santai menanggapi Aster. Diam-diam Ruby mengirim pesan pada Thomas untuk menjemput Aster yang menggila. Aster terus berteriak hingga seorang petugas security datang menghampiri.
"Ada apa ini? Tolong jangan mengganggu ketenangan pengunjung lain," kata security itu. Felix datang setelah melihat kerumunan orang di sekitar kekasihnya karena tadi Felix pergi ke toilet.
"Wanita ini berteriak tidak jelas mengatakan aku merebut kekasihnya padahal kekasihnya adalah teman sekelasku di kampus. Dan sebelum berpacaran dengannya,kekasih wanita ini adalah kekasihku tapi mereka berselingkuh di belakangku," Ruby sengaja mempermalukan Aster di depan umum.
"Terimakasih sudah membantuku," kata Ruby pada orang-orang yang masih berkumpul di sekelilingnya.
"Kami hanya memanggil security untuk menjaga ketertiban,tidak melakukan lebih," jawab seorang karyawan sambil tersenyum.
"Sayang,maaf aku meninggalkanmu tadi," Felix mengambil alih troli yang Ruby dorong.
"Tidak apa sayang,aku bisa menghadapinya sendiri," Ruby memegang bahu Felix.
"Ini salah satu yang aku sukai dari dirimu. Mampu menyelesaikan masalah sendiri dengan baik," puji Felix.
"Diamlah aku malu," Ruby menutup wajah menggunakan tas nya.
Selama beberapa saat mereka berdua saling bercanda satu sama lain. Mengambil beberapa snack untuk menghabiskan hari yang nyaman di rumah sebelum kembali pergi ke tempat menyeramkan itu. Dari pagi beberapa teman Ruby sudah menanyakan kebenaran berita itu tapi tidak satu pun dari keluarga Ruby yang bertanya. Entah mereka memang belum tau atau sengaja menutup mata dan membiarkan Ruby menyelesaikan masalahnya sendiri.
"Kau tidak merindukan Key?" tanya Ruby.
__ADS_1
"Tidak," jawab Felix.
"Dia malah lebih sering menghubungiku daripada menghubungimu," ujar Ruby.
"Key sudah menganggapmu seperti kakaknya sendiri," Felix mendorong troli menuju kasir dan membayar belanjaan mereka.
Selesai membayar,Ruby dan Felix berjalan menuju parkiran. Terlihat banyak orang berkerumun di dekat parkiran motor. Thomas menyeret Aster dengan kasar setelah membentaknya di depan banyak orang. Ruby yang tidak ingin ikut campur mengajak Felix langsung pulang ke rumah.
**
"Banyak masalah akhir-akhir ini," Ruby berbicara pada dirinya sendiri.
"Tenang saja ada aku," sahut Felix.
Reno sudah menunggu kedatangan Ruby di teras,pintu gerbang sudah terbuka lebar karena Reno membawa mobil ke rumah Ruby.
"Kau sudah lama menunggu kami? Bagaimana,apa semuanya beres?" tanya Ruby.
"Tenang saja semua sudah aku selesaikan," jawab Reno.
Mereka bertiga masuk kedalam dan beristirahat di ruang tamu sambil menunggu Thomas. Kylie dan Andy sedang menonton TV di kamar Ruby. Mereka tidak pulang ke rumahnya karena Ruby memberikan Kylie baju yang ia miliki sementara Andy memakai pakaian adik Reno yang seumuran dengannya.
"Tadi terjadi peristiwa besar," Felix sangat ingin menceritakan kejadian di supermarket pada Reno. Bahkan Felix memanggil Kylie agar keluar dari kamar.
"Apa?" Reno tidak tertarik.
Belum sempat bercerita,terdengar suara keributan dari luar rumah. Thomas datang membawa dua buah bantal bersama Aster yang menangis meraung-raung.
"Sepertinya sesuatu yang menarik akan terjadi lagi," Felix mengintip dari ruang tamu.
"Lagi? Ya Tuhan aku lelah," Ruby memilih masuk kamar dan menonton TV bersama Andy.
"Apanya yang menarik lagi?" kini Reno mulai tertarik dengan apa yang ingin Felix ceritakan.
__ADS_1