
Makan malam terhidang di lantai motel yang beralaskan karpet merah. Tiga mangkuk sup ayam,sepiring kentang panggang dengan lelehan keju dan ikan tuna panggang menjadi makan malam Ruby,Felix dan Thomas.
"Kenapa kau repot-repot memasak?" tanya Felix.
"Bukankah memang aku yang memasak untukmu setiap hari?" jawab Ruby.
"Tapi makanan ini tidak seperti biasanya," Felix menjawab.
Mereka menghabiskan makan malamnya,suasana sangat berbeda malam itu karena sebuah misi berbahaya akan mereka lakukan.
"Bawalah ponselmu," saran Thomas.
"Aku takut ketahuan," Ruby ragu untuk membawa ponsel ke tempat itu.
"Kau pernah menonton drama korea Save Me? Begini cara menyembunyikan ponselnya," Thomas mengambil kain elastis dengan pinggiran karet dan memakaikannya di paha Ruby kemudian ponsel ia letakkan di dalam kain itu.
"Wah cara yang cerdas," puji Ruby.
"Ya,karenamu aku sedikit menyukai drama Korea," Thomas tersipu.
"Kapan purnama?" Felix menyela Ruby dan Thomas yang seakan-akan tidak menganggap Felix ada di antara mereka.
"Hm,tiga hari lagi," jawab Ruby.
***
Ruby kembali ke tempat itu. Thomas dan Felix menunggu dengan gugup di motel sampai akhirnya Poppy datang menghampiri mereka.
"Selamat malam," sapa Poppy dengan wajah tertekan.
"Bagaimana keadaan Ruby?" tanya nya.
"Kami belum menemukannya setelah seharian mencari. Aku akan menelepon polisi," ujar Thomas.
"Aku saja yang melaporkannya,mobil kalian tidak bisa keluar dari sini kan. Jadi harus berjalan kaki cukup jauh," Poppy menawarkan bantuan.
"Tidak,kami bisa sendiri. Dan mobil kami ban belakangnya kempes. Tolong telepon orang bengkel ya," Felix menjawab sambil meminta tolong pada Poppy.
"Bisa beritahu aku pakaian yang Ruby kenakan ketika pergi?" Poppy kembali bertanya.
__ADS_1
"Ia menggunakan celana kotak-kotak,baju merah dengan gambar kucing serta sandal dengan motif ikan," Felix mengingat pakaian yang Ruby kenakan kemarin.
"Baiklah," jawab Poppy dan langsung pergi meninggalkan Thomas dan Felix.
Poppy pergi meninggalkan mereka dan keluar dari motel itu. Entah kemana ia pergi,karena dari jendela Thomas dan Felix tidak melihat Poppy pergi ke rumah ibunya.
"Kenapa dia? Sepertinya dia tidak mau kita pergi atau takut kita memanggil polisi," Thomas menduga-duga.
"Tentu saja dia tidak ingin kita pergi. Kita akan dikorbankan," jawab Felix.
"Melapor polisi juga sia-sia,Ruby sudah menelepon polisi ketika menemukan mayat di sungai namun sampai saat ini polisi belum datang," Thomas menambahkan.
"Sebenarnya apa yang membuat kita tidak bisa keluar dari tempat ini? Seharusnya kita kabur lebih awal ebelum adanya penjagaan dan kita bisa meninggalkan mobil Ruby disini,namun semua sudah terlambat. Kita baru menyadari bahwa kita telah dijebak," sesal Felix.
Ia sedikit menyesal tidak mendengarkan Ruby yang ingin segera kembali saat awal mereka menginap.
***
Ruby berjalan mendekati pintu gerbang yang dijaga oleh dua orang pria. Pria-pria itu tidak terlihat seperti anggota sekte,mereka berpakaian serba hitam dengan jaket kulit dan celana berantai seperti preman.
Ruby masuk kedalam dengan santai dan melihat para anggota sekte yang lain tengah berlalu lalang melakukan dekorasi.
"Aliran putih!" teriak seorang wanita dengan jubah hitam emas. Ruby baru melihat jubah seperti itu malam ini.
"Tugas kalian mengurusi rempah-rempah kering untuk dimasukkan kedalam tubuh para pendosa itu nanti," kata wanita itu.
Ruby kebingungan apa maksud dari wanita itu.
"Apa disini ada anggota baru?" wanita itu kembali melayangkan pertanyaan.
"Ada ibu," jawab seseorang yang berdiri paling depan. Sepertinya orang itu adalah orang yang bertanggung jawab dengan aliran putih.
"Anggota baru majulah kedepan," serunya.
Beberapa orang maju mendekati pemimpin aliran putih,termasuk Ruby. Ia tidak tau apa yang harus ia lakukan,ia hanya mengikuti orang-orang yang maju kedepan.
"Yang lain silahkan lanjutkan pekerjaan kalian," wanita itu membubarkan perkumpulan. Hal yang sama juga dilakukan oleh aliran hitam dan aliran merah,mereka mengumpulkan anggotanya dan menanyakan apakah ada anggota baru,kemudian anggota-anggota baru itu dikumpulkan. Disini Ruby mendapatkan informasi bahwa sekte itu terbagi menjadi aliran putih,aliran hitam dan aliran merah.
"Siapa yang bertugas mengurusi rempah-rempah itu?" tanya pemimpin sekte putih.
__ADS_1
Seseorang yang mengurusi rempah-rempah bersama dengan Ruby maju ke depan dan Ruby mengikuti.
"Tugas kalian nanti adalah memasukkan rempah-rempah ke tubuh dua manusia itu sebelum mereka kita panggang," ujarnya.
Ruby mendadak terpaku. Keringatnya bercucuran,ia tidak bisa menggerakkan kakinya.
"Apa yang akan kita lakukan setelah mereka dipanggang?" tanya seseorang di samping Ruby.
Tanpa menjawab pertanyaan itu,pemimpin sekte putih hanya memberi isyarat dengan mengangkat kedua tangannya seperti seseorang yang sedang makan.
Ruby kini mengetahui bahwa sekte ini juga kanibal.
Ruby sedikit putus asa karena mengetahui bahwa ia dan kekasihnya yang merupakan target untuk dijadikan korban dalam acara ini akan disantap oleh para penganut sekte. Ia memutar otak dan mencari cara agar rencana sekte iniĀ gagal,namun mengandalkan polisi percuma saja.
Ruby kembali bekerja bersama yang lain,berusaha agar tidak menimbulkan kecurigaan diantara para penganut sekte. Sebuah patung besar tertutup kain ada di tengah-tengah altar,sepertinya patung itu baru saja dipindahkan karena tadi siang patung itu tidak ada.
Sesekali Ruby membayangkan apa yang akan terjadi jika dirinya ketahuan menyelinap sebagai anggota sekte.
"Ah,aku punya ide," Ruby berbisik sambil tersenyum. Untungnya ia mengenakan penutup wajah dan tidak ada yang melihatnya.
Sementara para pengikut sekte yang baru bergabung menyiapkan altar dan berbagai sarana lain,pengikut sekte yang sudah lama bergabung berkumpul di sebuah aula yang letaknya di belakang untaian bunga-bunga yang disusun dengan menggunakan benang.
"Aku akan membuka hal ini ke publik melalui media sosial," ujarnya semangat. Ini adalah kesempatannya untuk mengumpulkan bukti. Beberapa orang pengikut sekte baru,berlalu-lalang di sekitar aula untuk mengangkut air yang dipindahkan kedalam gentong. Ruby ikut membantu disana karena tugasnya sudah selesai,kemudian ia menyelinap ke kerumunan para pengikut sekte lama.
Ia mendengarkan apa yang dikatakan oleh wanita berjubah emas kepada mereka.
"Saat mereka tertidur,culik mereka. Bunuh seorang laki-laki yang baru datang ke motel ini. Ia adalah teman dua korban kita," katanya.
"Ada empat orang lagi yang sudah aku sekap. Habisi mereka setelah kalian berhasil menghabisi pria itu," tambahnya.
Sudah dipastikan Thomas lah yang dimaksud oleh wanita itu. Dan empat orang lain Ruby tidak mengetahui siapa yang anggota sekte itu maksud.
Terlalu berbahaya baginya untuk memotret disana,jadi ia pergi menjauh bersama kumpulan pembawa air tadi. Ia berjalan mengelilingi tempat itu dan melihat sebuah bangunan. Ruby mendekat dan mengintip,di dalam bangunan itu berisi ruangan pertemuan,mirip meja rapat dan beberapa orang berjubah hitam emas ada disana termasuk Poppy. Namun,Poppy mengenakan jubah hitam.
"Apa ada yang aneh?" tanya seorang pria tua pada Poppy.
"Sampai saat ini Ruby belum ditemukan," jawab Poppy.
"Kerahkan beberapa orang untuk mencarinya," perintah pria itu.
__ADS_1
"Bukankah dia harus menyamar untuk mengawasi para pengikut yang baru bergabung?" seorang wanita menahan Poppy pergi. Wanita itu tidak lain adalah ibu Poppy.
"Wanita itu ada di dekat sini," seorang wanita berjubah putih emas masuk ke ruangan itu.