Journeys End

Journeys End
don't worry about me


__ADS_3

Hari kedua mereka di perkemahan tidak berjalan mulus. Hujan deras disertai dengan angin kencang memporak-porandakan dahan-dahan pepohonan sekitar.


Ruby,Felix,dan Thomas berada dalam satu tenda. Mereka merebahkan diri sambil terus berpikir apa yang akan mereka lakukan selanjutnya,sementara Anton sendiri belum kembali dari motel sejak kemarin.


"Apa Anton sudah menghubungimu?" tanya Felix.


"Belum. Dia juga belum menghubungi Reno," jawab Thomas.


"Harusnya kita memakai tiga tenda," ujar Felix.


"Memangnya kenapa?" tanya Ruby.


"Agar aku bisa berduaan denganmu," jawab Felix.


"Ah aku tau apa yang kau pikirkan," ujar Thomas.


"Silahkan saja aku tidak akan melihat," tambahnya.


"Nanti kau malah minta ikut," goda Ruby.


Di tengah hujan deras itu,Thomas mendapatkan panggilan masuk dari Anton.


"Halo,kenapa baru mengabari?" tanya Thomas pada Anton.


"Aku menemukan sesuatu disini," Anton menjawab sambil berbisik.


"Apa itu?" tanya Thomas penasaran.


"Aku tidak akan segera kembali jadi kalian jangan menungguku. Aku baik-baik saja,jika aku dalam bahaya aku akan mengabari kalian," Anton menutup teleponnya.

__ADS_1


"Tidak ada yang bisa kita lakukan sekarang," ujar Thomas.


"Memangnya kenapa Anton tidak kembali?" tanya Ruby.


"Entah apa yang dia temukan di sana. Anton tidak menjelaskan dengan detail apa yang ia temukan," jawab Thomas.


Sambil menunggu hujan reda,Thomas dan Felix bermain game bersama sementara Ruby tertidur.


"Sudahlah kau sudah kalah," kata Thomas pada Felix.


"Baik,baik. Aku kalah," Felix mengaku kalah.


"Aku mau tidur saja," tambahnya.


"Kau ngambek ya," Thomas menggoda Felix yang tidur memunggungi dirinya. Ia memeluk Ruby dan memejamkan mata.


"Apa aku masih mencintainya?" Thomas bertanya-tanya pada dirinya sendiri,tidak peduli Felix mendengar atau tidak.


Thomas memejamkan mata dan berhasil tertidur.


****


"Bangun!!!" seru Reno.


Ruby,Felix,dan Thomas langsung terbangun setelah mendengarkan teriakan keras itu.


"Sudah hampir sore," tambah Reno.


"Bagaimana rasanya berdesak-desakan di tenda?" Thomas bergumam masih sambil memejamkan mata.

__ADS_1


"Ada tenda satu lagi tapi belum terpasang. Akan aku pasang sekarang," ujar Reno sambil pergi meninggalkan tenda Thomas.


"Kita susul Anton saja ayo," ajak Ruby.


"Baiklah tapi diam-diam," Thomas setuju.


"Ya sudah aku ikut," Felix terpaksa setuju karena ia tidak mau kekasihnya berduaan dengan Thomas.


"Malam nanti diam-diam kita pergi tapi kabari Reno dan Anton dulu. Takutnya Anton sudah merencanakan sesuatu tapi kedatangan kita malah menggagalkan rencananya," saran Ruby.


Thomas keluar tenda dan membantu Reno membangun tenda.


"Aku mau bicara," ujar Thomas di tengah-tengah usaha mereka membangun tenda yang sedikit sulit karena tanah di sana menjadi licin setelah hujan.


"Aku,Ruby dan Felix akan ke motel nanti malam. Kau berjaga lah disini," bisik Thomas.


Tanpa bertanya apa yang akan mereka lakukan di motel,Reno langsung menyetujui apa yang Thomas katakan.


"Kenapa kau tidak bertanya?" Thomas heran.


"Ini kesempatanku berduaan dengan Cassie," Reno menjawab dengan malu-malu.


"Astaga. Terserah kau saja," jawab Thomas.


"Haha tidak hanya itu. Aku mencurigai sesuatu dari Kylie," bisik Reno.


"Selidiki lah," Thomas meminta tolong.


"Tentu saja," Reno menyepakati kerja sama mereka.

__ADS_1


__ADS_2