Journeys End

Journeys End
Jealousy


__ADS_3

"Kalau badai terus seperti ini kita tidak akan bisa pergi," ujar Reno pada teman-temannya di rumah Ruby.


Jam dinding berwarna emas kesayangan Ruby sudah menunjukkan pukul 1 pagi namun mereka belum juga tidur karena asik memperbincangkan beberapa topik menarik dan gosip anak-anak kelas yang belum Felix dan Ruby ketahui. Kedatangan Ava kesana menjadi penghibur ditengah masalah yang sedang mereka hadapi.


"Aku mau ke kamar sebentar," kata Felix sambil meninggalkan teman-temannya.


Di ruang tamu dengan beralaskan karpet tebal,Cassie dan Reno sibuk berbincang berdua.


"Kalian pacaran ya?" goda Any.


"Anak kecil diam ya," sahut Reno.


Andy yang masih kecil pun ikut asik mendengarkan perbincangan orang dewasa tanpa mengantuk.


"Kasihan teman kita akan sakit hati," bisik Ava pada Ruby.


Seperti yang mereka ketahui,teman sekelas mereka juga diam-diam menyukai Reno namun entah bagaimana kabarnya sekarang.


Ruby sesekali melirik ke kamar namun Felix tidak kunjung datang. Ia memutuskan untuk menyusul Felix.


Ava mengikuti Ruby dari belakang karena ia memang tidak terlalu akrab dengan teman-teman lain yang ada disana.


"Kemana dia," ujar Ruby pada Ava.


Ruby membuka pintu kamar dan mendapati pemandangan yang membuatnya sangat marah.


"Apa-apaan kalian? bentak Ava.


Perhatian semua orang langsung tertuju pada Ruby dan Ava. Mereka semua bangun dan menghampiri Ava yang sedang berdiri di depan kamar Ruby.


"Sayang,tunggu akan aku jelaskan," Felix menghampiri Ruby yang sangat marah.


Ia memergoki Felix dan Bella sedang berada di kamar Ruby.


"Pantas saja kau tidak cepat keluar,"ujar Ruby.

__ADS_1


"Sayang,bukan. Ya Tuhan," Felix berusaha menjelaskan kepada Ruby.


"Bukan hanya sekali aku memergokimu sekamar dengan wanit lain," sahut Ruby.


"Apa?!" teman-teman yang ada disana terkejut mendengar ucapan Ruby.


"Kenapa kau tidak memberitahuku?" tanya Ava.


Ruby hanya diam sementara Reno sibuk mengomeli Felix,begitu juga Cassie,ia ikut mengomeli Bella.


"Kalau memang kau tidak melakukan sesuatu yang buruk,coba jelaskan apa yang terjadi," tantang Thomas.


"Dia cukup cerdas,aku yakin dia sudah menyiapkan alasan," sahut Ruby.


Felix membiarkan Ruby mengatakan apapun yang ingin ia katakan.


"Thomas,aku ingin bicara denganmu," Felix mengajak Thomas berbicara di kamar.


"Cassie,berhenti mengomelinya," Ruby menyela pembicaraan antara Cassie dan Bella.


**


"Aku akan memberitahu Ruby," ujar Thomas.


Ava segera berlari dan menghampiri Ruby yang sedang terduduk di teras. Ia sepertinya sudah pasrah dengan apa yang selanjutnya akan terjadi.


"Ruby,kau pasti akan terkejut mendengar ini," kata Ava dengan nafas terengah-engah.


"Ada apa?" tanya Ruby dengan tenang.


"Sebenarnya Felix memergoki Bella.."


"Hey tukang menguping," Thomas ikut bergabung bersama Ruby dan Ava.


"Apa sih ikut-ikut urusan wanita,"sahut Ava.

__ADS_1


"Kau pikir aku tidak tau kalau tadi kau tengah menguping pembicaraanku dengan Felix?" ledek Thomas.


"Biar aku yang ceritakan. Kau pergi sana," usir Ava.


"Kenapa kau angat galak?" tanya Thomas.


"Aku membencimu karena kau pernah menyakiti Ruby ku," jawab Ava.


Thomas tidak menjawab apa yang Ava katakan dan membiarkan Ava memberitahu apapun yang ia dengar ketika mengupng pembicaraan Felix dan Thomas tadi.


"Bella bukan menggoda Felix tapi dia menyukaimu," kata Ava.


"Maksudnya? Aku tidak mengerti," respon Ruby.


"Felix memergoki Bella sedang.. Aduh aku harus ngomong apa," Ava ragu melanjutkan perkataannya.


"Mencium bra mu," Thomas membantu Ava mengungkapkan apa yang tidak bisa Ava ungkapkan.


"Hah? Aku tidak percaya. Kau pasti bersekongkol dengan Felix karena kalian sejenis," jawab Ruby.


"Terserah,itu yang dia katakan padaku dan ada buktinya," kata Thomas.


"Bukti apa?" Ruby menoleh kearah Ava.


"Aku tidak tau," jawab Ava.


"Bukti video. Felix merekam apa yang kalian lakukan tadi malam tapi kameranya belum mati," jawab Thomas.


"Hey kau melihat video kami?" Ruby panik.


"Intinya Felix tidak berbohong. Sepertinya Bella penyuka sesama jenis," bisik Thomas.


"Sangat mengerikan," sahut Ava.


"Felix ke kamar karena ingin mengambil selimut untukmu dan dia memergoki Bella menciumi itu," Thomas kembali menegaskan.

__ADS_1


__ADS_2