Journeys End

Journeys End
Divorce?


__ADS_3

Polisi yang diduga menutup-nutupi keberadaan sekte itu sudah ditangkap tadi malam sesuai dengan rencana teman-teman Ruby.


"Tadi malam ibumu sudah ditangkap polisi,Zoe!" kata Thomas pada Zoe.


"Tidak mungkin. Ibuku kan polisi bagaimana bisa ditangkap polisi?" Zoe yang masih kecil tidak percaya bahwa ibunya ditangkap polisi.


Thomas yang tidak ingin berhadapan dengan anak kecil segera masuk kedalam kamar dimana Jennifer dan pria tua itu berada. Dan yang mengejutkan,seorang wanita tua ikut datang bersama Ellen.


"Bi Ellen?!" Ruby sangat terkejut melihat kedatangan Ellen di tempat itu.


"Halo sayang," sapanya.


"Bukankah kau.." belum selesai Ruby berbicara,wanita itu sudah memotong.


"Aku datang mencari suamiku. Tidak ada urusan dengan kalian," katanya.


Tidak salah lagi,pria tua yang sedang berada di kamar dengan Jennifer adalah suami dari wanita itu. Jennifer sendiri adalah anak kandung dari pria tua itu,namun karena telah dilakukan proses cuci otak jadi semua anggota tidak akan membantah apapun yang dikatakan oleh pria tua dan harus menuruti semua yang pria tua itu perintahkan.


"Sayang kemari," Felix menarik tangan Ruby fan memintanya menjauhi tempat itu.


"Bisa-bisanya kalian melakukan ini tanpa sepengetahuanku," Ruby jengkel karena merasa banyak tertinggal.


Felix dengan ponsel yang masih merekam di tangannya,menyorot pria tua yang keluar kamar dengan Jennifer.


"Kenapa kau disini?" tanya pria itu pada istrinya.


"Apa yang kau lakukan bersama anak kandungmu sendiri?" wanita itu balik bertanya.


"Kau sudah berani membantahku sekarang?" pria itu mulai merasa terganggu.


"Aku sudah muak dengan semua ini. Aku hanya ingin hidup normal,tapi sebelum itu aku tidak rela kau bersenang-senang setelah apa yang selama ini aku lakukan untukmu," wanita itu tampak sangat kesal memergoki suaminya tidur bersama anak kandungnya sendiri.


"Aku sudah menutup rapat-rapat rahasia kelompok ini. Kau sudah banyak meniduri gadis-gadis yang baru bergabung dan sekarang,anakmu sendiri? Aku sudah tidak bisa menutupinya. Aku tidak mau menjadi istrimu lagi,silahkan urus komunitas sesat itu sendiri dan jangan harap setelah ini hidupmu tenang," ancam wanita itu.


Seorang istri tidak mungkin merasa biasa-biasa saja melihat suaminya meniduri banyak gadis,bahkan kali ini anaknya sendiri. Selama ini,seorang wanita tua yang dalam hatinya hanya ingin menghabiskan masa tuanya bersama pria yang ia cintai berusaha menutup-nutupi komunitas yang didalamnya banyak melakukan hal-hal menyimpang termasuk **** bebas yang dilakukan oleh pimpinan sekte pada anggotanya yang baru bergabung.


"Tunggu apa lagi,Pak? Tangkap mereka. Dia suamiku dan telah berzina," kata wanita itu pada polisi.


Ellen berhasil meyakinkan wanita itu untuk berhenti membiarkan suaminya melakukan hal-hal yang menyimpang.

__ADS_1


"Aku melakukan ini bukan karena kemauanku,tapi tuntutan dari 'yang diatas' dan mana berani aku menolak," pria tua itu berusaha membela diri.


Polisi menangkap pria itu dan juga Jennifer. Jenn hanya terdiam dan tidak melalukan pembelaan atas apa yang telah dirinya lakukan. Felix,Thomas dan Ruby duduk di ruang tamu. Banyak hal yang ingin Ruby tanyakan pada Ellen sementara wanita tua itu ikut ke kantor polisi diantar oleh seseorang yang ia percaya.


"Bagaimana bisa?" tanya Ruby.


"Tentu saja bisa. Aku tau rasa penasaran sudah memuncak dalam benakmu. Akan aku ceritakan," ujar Ellen.


Ellen berusaha meyakinkan wanita itu bahwa apa yang dilakukannya salah,membiarkan pria yang ia cintai bersama wanita lain. Sebenarnya,wanita itu tidak tau bahwa suaminya berselingkuh dengan anaknya tapi karena info dari Thomas,Ellen memanfaatkan kesempatan itu.


Jika memang untuk ritual,biasanya dilakukan di tempat ritual yang memang ada di markas sekte itu,tapi kali ini mereka melakukannya di panti asuhan. Itu bukanlah suatu bentuk ritual tapi perselingkuhan.


Ellen berhasil menghasut wanita itu,ditambah bumbu-bumbu tentang pernikahan yang bahagia. Wanita itu goyah,dari sorot matanya tampak ia sangat menginginkan pernikahan yang bahagia. Pria yang hanya menjadi miliknya,bukan berbagi dengan wanita lain.


"Sebentar lagi semua ini akan berakhir," Ellen memastikan.


Sementara itu,Thomas sudah mengurus video yang akan ia upload di Instagram. Ia yakin bahwa video itu akan cepat viral karena banyak yang menyorot kasus ini meskipun banyak juga yang menganggap bahwa Ruby dan teman-temannya hanya mencari popularitas semata.


"Lalu apa rencana kita berikutnya?" tanya Thomas.


"Karena pemimpinnya sudah tertangkap pasti akan lebih mudah bagi kita. Ditambah istri dari pimpinan sekte itu memilih pergi," ujar Felix.


"Aku setuju. Bagaimana kalau kita ke tempat sekte itu sekarang? Kita lihat situasi disana," ajak Ellen.


Mereka kemudian pergi ke markas sekte itu,berharap menemukan anggota sekte yang mau diajak kerja sama. Zoe tentu saja mereka ajak,siapa tau bisa memberikan informasi saat sampai di markas sekte.


"Nanti kita cari anggota sekte kemudian perlihatkan video yang tadi kita rekam agar mereka percaya bahwa sekte itu kini telah berkahir. Untuk mendapat informasi,kita bilang pada mereka bahwa mereka tidak akan ditangkap asalkan mau memberikan keterangan yang sebenar-benarnya,karena mereka juga adalah korban. Bagaimana?" Felix menanyakan apakah yang lain setuju dengan rencananya.


"Menurutku ide yang bagus," jawab Ruby.


Ellen dan Thomas mengangguk tanda setuju. Mereka kemudian pergi menggunakan mobil milik pemimpin sekte yang tertinggal di halaman panti asuhan.


"Zoe,tamat riwayatmu," Felix menakut-nakuti.


"Apa maksudmu?" Zoe yang memang bocah pemberani berpura-pura tegar padahal sebenarnya sangat terlihat jelas dia takut dan bingung.


"Ibumu sudah ditangkap,lalu kau akan tinggal dengan siapa?" tanya Ruby.


"Kita lihat saja nanti," sahut Zoe sambil menyilangkan tangannya di dada.

__ADS_1


"Wah anak ini memang tidak kenal rasa takut ya," puji Ruby.


"Kau bisa tinggal bersamaku nanti," kata Ellen.


"Kalau kau mau," tambahnya.


"Aku masih punya keluarga,untuk apa aku tinggal bersamamu," sahut Zoe.


"Keluargamu yang di penjara itu maksudnya?" ledek Felix.


"Sudah,kita jangan terlalu jahat padanya," Ruby berusaha menenangkan.


**


Tidak seperti biasa,tempat dimana anggota sekte biasa berkumpul seakan-akan menyambut kedatangan mereka.


Pintu gerbang terbuka lebar,namun dari depan tidak tampan adanya tanda-tanda seseorang berada di dalam.


"Masuk saja?" tanya Thomas yang ada di kursi kemudi.


"Masuk," jawab Ellen.


Thomas menginjak gas dan mulai melewati gerbang yang terbuka lebar.


Terlihat sepertinya tempat itu habis dipakai acara karena ada beberapa properti dan sampah makanan berserakan.


"Pasti ulang anak-anak yang membuat konten disini," pikir Ellen.


"Apa pintunya memang terbuka sehingga mereka bisa masuk?" tanya Felix.


"Tadi saat aku pergi gerbang sedikit terbuka karena agak terburu-buru," jawabnya.


Mereka berlima turun dari mobil,berjalan menuju aula tempat acara namun tidak ada orang.


Ruby berjalan menuju ruangan dimana dulu ia melihat pimpinan sekte sedang berkumpul.


"Ssttt," Ruby memberi kode agar semua diam.


Ia menunjuk kearah ruangan itu.

__ADS_1


Felix sedikit mengintip,ada tiga orang wanita disana. Ia memutuskan untuk membuka pintu dan berbicara pada wanita-wanita itu.


__ADS_2