Journeys End

Journeys End
Live Streaming (again)


__ADS_3

Tidak ada hal yang spesial ketika Ruby menghabiskan waktu bermain bersama anak-anak,tentu saja ditemani Jennifer.


"Ruby,aku titip anak-anak sebentar. Aku harus pergi mengantar berkas,apa kau ada waktu?" tanya Jennifer.


"Tentu saja,bahkan jika kau menyuruhku menginap disini aku akan sangat setuju," Ruby menjawab.


Jennifer kemudian pergi bersama seseorang yang sudah menunggu di depan panti asuhan. Beberapa berkas ia bawa dengan terburu-buru.


"Paman itu lagi," ujar Zoe dengan suara pelan.


"Ada apa Zoe? Kau mengenalnya?" Ruby penasaran.


"Aku akan menceritakan hal yang sangat rahasia pada kakak,tapi nanti," bisik Zoe.


Ruby berusaha bersikap biasa saja di depan anak-anak lain karena melihat gelagat Zoe yang seperti sedang waspada. Ruby beraktivitas seolah-olah tidak ada sesuatu yang spesial yang telah ia dengar.


"Anak-anak,waktunya makan siang. Kali ini akulah yang akan memasak. Siapa yang mau membantu?" tanya Ruby pada anak-anak itu.


"Aku!" Zoe menjadi anak pertama yang mengangkat tangannya.


"Aku juga," anak-anak lain ikut membantu. Dan akhirnya mereka memasak bersama-sama. Ada yang bertugas mengupas bawang,mencuci sayuran dan mencuci piring. Untuk urusan memotong bahan dan memasaknya,Ruby melakukannya sendiri.

__ADS_1


"Kau masih marah denganku?" tanya Jenn.


Ruby hanya diam dan berharap Felix segera datang menjemputnya. Ruby sangat penasaran dengan apa yang terjadi sehingga membuat Felix batal mengajaknya pergi menyusuri tempat itu.


Di tengah pekerjaan Ruby,terdengar suara deru sepeda motor. Ternyata Felix datang menjemput Ruby.


"Ruby! Ayo!" kata Felix tergesa-gesa.


"Kenapa? Ada apa?" Ruby dibuat sangat penasaran. Seluruh pandangan anak-anak pun kini terfokus pada Felix yang berdiri di depan pintu.


"Ayo pulang," kata Felix.


"Ba.. Baiklah," Ruby mengambil tas dan berpamitan pulang kepada Jenn beserta anak-anak.


"Thomas sudah menunggu," ujar Felix.


"Dimana? Kau tadi kemana?" tanya Ruby.


"Kita tidak bisa percaya siapapun disini. Kita tidak bisa berusaha menyelamatkan Zoe. Kau harus tau apa yang aku dan Thomas temukan," Felix menjawab.


"Apa sih? Aku tidak paham. Ada apa dengan Zoe?" Ruby tidak tahan lagi karena ia sudah sangat penasaran.

__ADS_1


"Teman-teman menemukan sesuatu di tempat yang kemarin kita susuri," jawabnya.


"Teman-teman? Apa maksudmu?"


Felix tidak menjawab dan menggas motornya lebih kencang lagi agar lebih cepat sampai ke tempat tujuan.


Setelah memarkir motor,Ruby dan Felix turun untuk menyusuri sebuah jalan setapak. Terlihat banyak bekas jejak sepatu,menandakan sebelum mereka sudah ada orang lain yang melewati jalan itu.


"Memang benar sekte itu adalah pemilik panti asuhan. Dan anak-anak yang tinggal disana adalah anak-anak yang sudah dipersiapkan untuk dijadikan ritual," Felix menerangkan setelah membuat Ruby bertanya-tanya sejak tadi.


"Bagaimana kau bisa memastikan informasi itu benar?" tanya Ruby.


"Thomas menemukan bukti kuat. Dan Zoe adalah anak dari seorang polisi wanita yang juga merupakan anggota sekte itu," Felix melanjutkan penjelasannya.


"Lalu bagaimana dengan Jenn?"


"Jenn yang seperti kita tau. Dia mungkin semacam simpanan kakek tua itu," jawab Felix.


"Kita akan mengungkap tentang Jenn juga?" Ruby merasa sedikit kasihan.


"Kita lihat nanti. Pertama kita harus mempublikasikan bukti yang berhasil teman-teman dapatkan.

__ADS_1


"Bagaimana caranya?"


"Kita akan melakukan live yang berbahaya," jawab Felix.


__ADS_2