Journeys End

Journeys End
i cheated death and he wants a divorce


__ADS_3

Felix dan Thomas tidak tidur sama sekali. Gelap berubah menjadi terang,namun Ruby belum juga pulang.


"Kita cari di tempat kemarin lagi?" tanya Thomas.


"Ayo kita coba,tapi ingat jangan sampai ada yang tau bahwa Ruby menghilang," jawab Felix.


Mereka berdua keluar dari motel itu,tanpa sarapan dan berganti baju. Wajah mereka terlihat seperti sangat kelelahan namun mereka yakin akan menemukan Ruby hari ini.


Mereka berjalan masuk kedalam rimbunnya pepohonan,menyusuri semak belukar yang sesekali menggores kulit Thomas dan Felix hingga terluka.


"Kita hampir sampai," kata Thomas.


"Tunggu,lihat itu! Gerbangnya sedikit terbuka. Jangan mendekat," seru Felix.


Selama beberapa saat,mereka hanya berdiam diri di balik pohon besar sambil mengintai keadaan di sekitar mereka.


"Apa tidak sebaiknya kita kembali ke motel saja?" usul Thomas.


"Kita tunggu sebentar lagi," jawab Felix.


Mereka menahan diri dari gigitan serangga yang semakin banyak menyerang mereka. Thomas dan Felix masih bersembunyi sambil sesekali menggaruk kaki mereka yang gatal akibat gigitan serangga.


"Lihat! Lihat!" seru Thomas.


Terlihat segerombolan orang menggunakan atribut seperti jubah dengan tiga warna yang berbeda. Ada jubah merah,jubah hitam dan jubah putih serta di tangan mereka terdapat lilin besar yang diberi alas sesuatu yang terbuat dari keramik.


Dua orang wanita berjalan di depan,memimpin orang-orang di belakangnya. Ketika dua orang itu berjalan mendekati gerbang baru terlihat bahwa dua orang itu menggunakan jubah yang sedikit berbeda,ada aksen garis emas di tengah-tengahnya.


"Pemandangan apa ini," Felix sangat penasaran dengan apa yang akan mereka lakukan.

__ADS_1


"Tunggu mereka semua masuk kedalam dulu," kata Thomas.


Setelah menunggu beberapa saat,semua orang-orang berjubah tadi sudah terlihat masuk kedalam tempat yang dibatasi dengan pintu gerbang.


"Ayo kita mengintip," ajak Felix.


Perlahan-lahan mereka berjalan dari satu pohon ke pohon lainnya,sambil mengamati tempat di sekitar mereka. Anehnya,tidak terlihat ada penjagaan seperti pada tempat di sekitar pohon yang tumbang.


"Kau yakin? Aku khawatir mereka memasang jebakan," ujar Thomas.


Sejak kemarin Thomas terlihat berbeda. Ia tampak lebih dewasa dibandingkan Felix bahkan semangatnya untuk menemukan Ruby lebih besar ketimbang Felix.


"Kau benar-benar mencintai Ruby?" tanya Thomas tiba-tiba.


"Apa maksudmu? Tentu saja aku sangat mencintainya," jawab Felix.


"Kau terlihat tidak bersungguh-sungguh," ujar Thomas.


"Kau jangan sampai mengulang perbuatan yang pernah aku lakukan padanya. Aku tidak mau dia sakit hati lagi," jelasnya.


"Tenang saja. Kau ini kenapa sih?" Felix tidak paham dengan sikap Thomas.


Thomas hanya diam,dia sangat tidak bersemangat karena kedatangannya ke tempat itu adalah untuk melihat Ruby walaupun kini ia sudah memiliki kekasih baru. Bayang-bayang Ruby belum lepas dari benaknya,hanya Ruby yang bisa memperlakukannya dengan baik.


"Bukannya kau sudah memiliki kekasih?" kini giliran Felix yang bertanya tiba-tiba.


"Rasa cintaku padanya tidak sebesar rasa cintaku pada Ruby," jawab Thomas.


"Ruby milikku," Felix menegaskan.

__ADS_1


"Aku tau,tenang saja," jawabnya dengan santai.


Mereka semakin dekat dengan gerbang itu. Semkin dekat jumlah pohon besar semakin berkurang sehingga mereka bisa saja ketahuan.


"Jangan mendekat lagi," kata Thomas.


"Aku ingin lihat," jawab Felix yang keras kepala.


"Dari sini saja sudah terlihat," Thomas menarik tangan Felix dengan kesal. Mereka seperti kakak beradik yang sedang bertengkar.


"Kau ini,aku ingin lihat," Felix terus saja keras kepala.


Thomas mengeluarkan ponselnya,merekam semua yang bisa ia lihat disana. Dari celah semak-semak terlihat kumpulan orang-orang itu berdiri membentuk lingkaran. Kemudian mereka berjalan perlahan mengelilingi sesuatu yang entah apa,karena dari luar Thomas dan Felix tidak dapat melihat apa yang mereka kelilingi.


"Ayo lebih dekat," ajak Felix.


"Lebih dekat pun tidak akan telihat apa yang ada di lingkaran manusia-manusia itu," jawab Thomas yang masih tetap menolak.


"Ingat,tujuan kita kemari untuk mencari Ruby," tambahnya.


Felix terdiam setelah mendengar kata-kata Thomas. Ia menyadari Thomas terlihat lebih serius mencari Ruby dibandingkan dirinya.


Beberapa saat terdiam,seseorang dengan jubah putih keluar melalui pintu gerbang. Ia berjalan kearah Thomas dan Felix,membuka kerudungnya dan mengeluarkan kata-kata yang tidak didengar oleh Thomas dan Felix sebab orang itu berjalan sambil berbisik.


"Pria-pria bodoh," bisik orang itu sambil menyeringai.


Thomas dan Felix diam terpaku karena tidak percaya dengan apa yang ada di hadapan mereka.


"Bagaimana bisa," Felix menahan kata-katanya karena Thomas tiba-tiba saja memeluk Ruby.

__ADS_1


Felix sedikit jengkel dan menatap Ruby yang menahan tawanya.


"Ayo kita kembali. Aku lelah setelah menipu ajalku.."


__ADS_2