
"Sayang," Ruby berjalan beriringan dengan Thomas.
"Iya?"
"Sepertinya banyak yang harus kita bicarakan."
"Sepertinya banyak yang kau sembunyikan dariku,Ruby!" Thomas berbicara dengan nada tinggi.
"Kamu marah?" Ruby merasa khawatir.
"Banyak yang kamu sembunyikan ya?" Thomas terlihat benar-benar marah.
"Sebenarnya aku belum menceritakan banyak hal padamu. Aku sudah berencana menceritakannya saat kita bertemu di luar kampus nanti," Ruby berusaha menjelaskan.
"Tolong tinggalkan aku sendiri," Thomas berlalu meninggalkan Ruby.
***
Hari menjelang sore,Thomas tidak menghubungi Ruby sejak pulang kampus tadi. Ruby berusaha menelepon Thomas namun tidak diangkat. Ruby berpikir apakah semuanya akan benar-benar berakhir seperti ini.
Ting...
Notifikasi pesan masuk ke ponsel Ruby. Ternyata pesan itu dari Thomas.
"Maaf sayang. Tadi aku mencuci mobil sepulang kampus," kata Thomas.
Membaca isi pesan Thomas,Ruby merasa lega karena Thomas tidak terlihat marah.
"Kalau begitu kau istirahatlah dulu," saran Ruby.
"Aku ingin menghabiskan waktu bersamamu," jawab Thomas.
"Istirahat dulu," Ruby membujuk Thomas karena ia mengetahui pasti Thomas merasa lelah dan belum mendapat waktu untuk beristirahat sama sekali.
"Baiklah,temani aku istirahat. Tapi aku mau mandi dulu," kata Thomas.
Ruby menunggu Thomas mandi. Thomas menelepon Ruby dan membawa ponselnya ke kamar mandi. Entah mengapa tiba-tiba Thomas tidak ingin jauh dari Ruby,bahkan mandi pun ia minta ditemani.
"Sayang,selesaikan mandinya."
Ruby dan Thomas tertawa di telepon. Beberapa saat kemudian,Thomas selesai mandi dan telepon terputus.
"Sayang. Aku sudah beres," Thomas mengirim pesan pada Ruby.
"Nah,sekarang istirahatlah," kata Ruby.
"Tidak mau," Thomas berusaha menggoda Ruby.
"Kenapa? Kau belum istirahat dari tadi," Ruby berusaha keras agar Thomas mau istirahat.
"Aku merindukanmu."
Ruby sangat bahagia membaca pesan itu. Untuk beberapa saat ia hanya berguling-guling di kasur karena bahagia sampai akhirnya Thomas menspam Ruby.
"Sayang"
"Sayang"
"Sayang"
"Kamu tidur ya?"
Thomas mengira Ruby ketiduran karena lama membalas pesannya.
"Tidak. Aku tidak tidur," Ruby baru membalas.
"Besok aku ke rumahmu ya?" tanya Thomas.
__ADS_1
Besok adalah hari sabtu. Tidak ada kelas yang harus mereka ikuti jadi mereka bebas pada hari itu.
"Baiklah. Tapi aku ingin menanyakan satu hal," kata Ruby.
"Tentang apa? Tanyakan saja padaku," jawab Thomas.
"Tadi siang kamu marah?"
"Ah itu. Aku minta maaf karena membentak mu. Aku hanya sedikit merasa cemburu. Sedikit," terang Thomas.
"Hanya sedikit ya?" Ruby menggoda Thomas.
"Sayang hentikan," Thomas merasa malu.
Mereka kemudian memutuskan untuk video call dengan laptop mereka masing-masing hingga mereka tertidur tanpa mematikan video nya.
***
Lolongan anjing terdengar di gang tempat Ruby tinggal. Ia segera terbangun dan ternyata hari sudah malam. Jam pada ponselnya menunjukkan pukul 9 malam. Video call Thomas dan Ruby masih terhubung. Ruby berusaha membangunkan Thomas yang tidur dengan sangat lelap.
"Sayang,bangunlah. Sudah malam," seru Ruby.
Thomas akhirnya membuka matanya namun ia kembali tidur.
Ruby membiarkan Thomas tidur lalu ia pergi mandi. Untuk beberapa menit ia meninggalkan laptopnya dengan sambungan video call yang memperlihatkan Thomas tidur lagi.
Ruby kembali ke kamar setelah selesai memasak mie instan. Ia makan sambil menatap layar laptopnya dimana Thomas terlihat bermalas-malasan.
"Sayang,ayo makan."
"Tunggu. Aku akan membuat mie juga," Thomas melompat dari tempat tidur sedangkan Ruby tidak jadi menyantap mie nya. Ia menunggu Thomas hingga mie nya dingin.
"Sayang ayo makan," Thomas datang membawa semangkuk mie. Mereka makan bersama secara online. Bahkan mereka saling menyuapi satu sama lain dengan mengarahkan sendok mereka ke depan layar laptop.
Malam itu mereka bersenang-senang. Sedari sore mereka tidak terpisahkan bahkan tidur dan makan bersama.
"Aku juga. Besok aku harus bangun pagi-pagi sekali untuk memilih baju," kata Ruby sambil tertawa.
"Pakai baju biasa saja. Aku hanya akan berkunjung ke rumahmu,bukan mengajakmu pergi ke luar," jawab Thomas.
"Tetap saja,aku ingin terlihat cantik di depan pacarku."
Ruby bangun dan menaruh piringnya ke dapur. Hal yang sama juga dilakukan oleh Thomas.
"Sayang,aku mengantuk." Ruby menguap setelah selesai makan.
"Aku juga. Ayo kita tidur bersama lagi," ajak Thomas.
Mereka kemudian tidur setelah mematikan lampu kamar masing-masing dengan tetap terhubung melalui video call tentunya.
***
Ayam-ayam tetangga berkokok. Ruby terbangun dan sangat terkejut melihat Thomas sedang memperhatikannya.
Thomas sudah bangun lebih dahulu. Ruby bergegas mengambil kaca dan menatap dirinya di kaca. Dalam hati ia berkata "syukurlah penampilanku tidak terlalu buruk."
"Pagi sayang," sapa Thomas yang tampak sudah mencuci wajahnya dan berganti pakaian.
Ruby hanya tersenyum sambil memonyongkan bibirnya berharap Thomas menciumnya.
"Nanti saja," Thomas berusaha menghentikan Ruby agar berhenti memonyongkan bibirnya.
"Share lokasi rumahmu. Aku berangkat sekarang," kata Thomas.
"Apa?! Kenapa sepagi ini?" Ruby sedikit terkejut karena ia belum mandi dan memilih baju.
"Cuci wajahmu saja. Tidak usah mandi dan ribet berdandan," kata Thomas.
__ADS_1
Ruby kelabakan mempersiapkan diri. Ia mencuci wajahnya dan menggunakan skincare. Kemudian ia mengganti baju tidurnya dengan t-shirt polos berwarna putih dengan bawahan celana training.
Jarak dari rumah Thomas menuju rumah Ruby cukup dekat. Tidak sampai 10 menit Thomas sudah berada di daerah tempat Ruby tinggal.
"Sayang. Dimana rumahmu?," tanya Thomas.
"Kamu sekarang dimana?" Ruby balik bertanya.
Thomas mengirimkan foto lokasi ia berada. Ternyata Thomas nyasar masuk gang lain. Ruby keluar gang dan menyusuri jalan raya sampai akhirnya bertemu Thomas.
"Lokasi yang kamu kirimkan mengarah kemari," kata Thomas sambil mengusap-usap kepala Ruby.
Ruby naik ke motor Thomas dan mereka pergi ke rumah Ruby. Ruby memeluk erat pinggang Thomas sampai akhirnya mereka sampai di rumah Ruby.
"Ayo masuk," Ruby menggandeng tangan Thomas lalu menuju ruang tamu.
Mereka kemudian duduk. Ruby mengambil minum untuk Thomas.
"Sayang," Thomas mengawali kata-katanya.
Ruby hanya cengar-cengir menahan rasa grogi yang tiba-tiba datang.
"Banyak yang ingin aku tau tentangmu," sambung Thomas.
"Tanyakan saja apa yang ingin kau tau," jawab Ruby.
"Siapa Sam?" Thomas langsung ke topik pembahasan.
"Sayang sebenarnya..."
Ruby menceritakan semua kejadian yang ia alami dengan Sam dan Albert yang menyelamatkan Ruby.
Thomas tampak menyimak dengan baik setiap kata yang keluar dari bibir Ruby.
"Apa kau marah?" tanya Ruby setelah selesai menceritakan kejadian yang ia alami secara detail.
"Untuk apa aku marah?" Thomas menanyakan pertanyaan yang tidak perlu dijawab.
"Berarti kau belum pernah melakukannya kan?" sambung Thomas.
"Belum sayang. Mana mungkin aku mau," jawab Ruby.
Thomas memeluk Ruby dengan erat. Mencium keningnya dan berkata..
"Aku akan menjagamu mulai sekarang," kata Thomas.
Ruby sangat bahagia mendengar apa yang Thomas katakan. Ia benar-benar merasa aman dan nyaman berada di samping Thomas.
"Sekarang giliran ku yang bertanya," kata Ruby sambil tetap diam di pelukan Thomas.
"Tanyakan saja sayang," jawab Thomas.
Mereka berpelukan sambil menceritakan kejadian yang pernah mereka alami di masa lalu. Bagaimana Ruby dengan mantannya dan bagaimana Thomas dengan mantannya.
"Hm aku sangat mengantuk," Thomas tiba-tiba merebahkan badannya di sofa dengan posisi kepala berada di paha Ruby.
"Ini masih pagi," kata Ruby.
"Aku bahagia tidak ada rahasia apa-apa lagi diantara kita. Aku lega sudah menceritakan semuanya padamu," kata Ruby.
"Aku pun merasakan hal yang sama. Berjanjilah tidak akan ada rahasia diantara kita," Thomas menjawab perkataan Ruby.
"Aku berjanji," jawab Ruby.
Thomas dan Ruby berjanji mulai hari itu tidak akan ada yang mereka sembunyikan satu sama lain.
Mereka menjalin hubungan baru seperti kertas putih tanpa noda yang akan mereka tulis dengan kisah cinta mereka yang baru saja dimulai...
__ADS_1