
"Iya,di sana mereka berkumpul dari kemarin. Nanti aku jelaskan," Ellen semakin mempercepat langkahnya sambil berbicara.
Ruby beserta teman-temannya yang lain ikut mempercepat langkahnya,berharap mereka bisa sampai dengan selamat kembali ke motel.
"Itu jalan keluarnya,kita sampai!" seru Kylie.
Sebuah tangga kayu berdiri di hadapan mereka. Tangga itu merupakan satu-satunya jalan keluar dari jalan rahasia yang mereka lalui itu.
"Ayo naik," kata Kylie yang memilih naik keatas lebih dulu. Ruby,Ellen,dan terakhir Felix menyusul sambil menggendong Andy.
Tidak seperti sebelumnya dimana ketika Kylie masuk ke sumur yang letaknya di belakang rumah Ann itu,sumur yang menjadi jalan rahasia Kylie bisa sampai di rumah tadi tertutup dengan triplek lapuk,sama seperti sumur yang ada di hutan.
"Akhirnya sampai ya," ujar Andy yang terlihat agak sedikit kelelahan.
"Sekarang ayo ke motel," Ruby kini berjalan lebih dulu karena ingin cepat-cepat pergi dari tempat itu.
Dari kejauhan,terlihat teman-teman Ruby sudah menunggu di sekitar motel. Seseorang terlihat berlari menghampiri mereka.
"Apa kalian baik-baik saja?" tanya nya.
"Seperti yang kau lihat. Bagaimana dengan kalian?" Ruby balik bertanya pada Reno.
"Tidak ada hal buruk terjadi. Sebenarnya hal ini diluar dugaan ku," jawab Reno.
"Aku mau memperkenalkan kalian dengan teman baru kita," Felix menggandeng tangan Ellen sambil tetap menggendong Andy sementara Kylie sudah berdiri di belakang Ruby.
"Bibi?!" Thomas yang baru keluar dari mobil untuk memeriksa barang-barang datang menghampiri Ellen.
"Kau? Kenapa disini?" Ellen juga cukup terkejut melihat kehadiran Thomas di tempat itu.
__ADS_1
"Ya,aku terjebak," jawab Thomas.
"Wah kalian sudah banyak terlibat dalam bahaya bersama-sama ya," Ellen menggoda Ruby dan Thomas. Mereka sekejap kembali mengenang peristiwa penculikan itu yang juga melibatkan Kylie.
"Sudah,nanti ada yang marah," bisik Thomas sambil melihat kearah Felix yang pura-pura tidak memperhatikan mereka.
"Oh iya,Kylie kenapa disini?" tanya Reno setelah melihat Kylie yang merupakan teman sekelasnya juga ada di sana.
"Sudahlah ayo bersiap pulang," ajak Ruby. Ia tidak ingin suasana semakin kacau jika teman-teman menanyakan Kylie atas peristiwa yang menimpa Ruby dan Thomas beberapa waktu lalu.
"Aku hampir lupa mengatakannya padamu. Tadi aku sempat berjalan ke tempat bekas pohon tumbang itu,aku baru menyadari ada rumah pohon," kata Thomas.
"Kenapa kau baru bilang? Aku juga mau lihat," jawab Reno sambil melingkarkan tangannya di bahu Thomas.
"Thomas,kau sudah menghubungi kekasihmu?" tanya Ruby.
"Hahaha tidak usah," jawabnya.
"Sayang,ayo ke mobil," ajak Ruby.
Mereka berdua ke mobil bersama Ellen sementara yang lain tetap diam di luar. Bella dan Cassie masih di sana,terus menerus merekam situasi yang masih terlihat tenang.
"Bi,tolong ceritakan padaku semua yang kau ketahui," Ruby merekam pembicaraan mereka.
"Wanita yang datang ke rumahmu malam itu kau ingat? Dia adalah pengikut sekte ini" Ellen mulai bercerita sementara Felix dan Ruby hanya terdiam.
"Dia adalah pengikut sekte ini begitu juga aku," lanjutnya.
"Apa?!" Ruby terperangah setelah mendengar perkataan Ellen. Yang ada di benaknya kini adalah Anne yang berpura-pura baik namun ternyata ia juga memiliki niat jahat pada Ruby dan kawan-kawannya.
__ADS_1
"Dulu aku juga pengikut sekte ini namun karena terpaksa. Akhirnya aku melarikan diri dan memiliki rumah di dekat rumahmu. Aku tidak menyangka mereka akan menemukanku," Ellen terus menceritakan tentang hubungannya dengan sekte itu.
Ketika Ellen berusia 17 tahun,ia sudah kehilangan kedua orang tuanya. Mengalami hidup yang sulit di usia muda membuatnya hampir putus asa,namun ia bertemu dengan seorang wanita yang tidak lain adalah Ann. Ann mengajaknya untuk tinggal bersama,ia mengangkat Ellen menjadi adiknya. Ketika Ann mendatangi Ellen,Ann juga mengajak seorang anak seusia Ellen dan mereka tinggal bersama-sama. Saat itu Ann dan Anne tinggal bersama ibunya yang kini sudah meninggal. Setelah kepergian ibunya,Ann lah yang meneruskan sekte itu. Beberapa minggu setelah Ellen dan anak seusianya tinggal bersama,mereka merasa bahagia. Namun hal itu tidak berlangsung lama karena seminggu setelahnya Ellen dan anak itu dipindahkan ke gereja yang ada di pedalaman.
"Aku ingat temanku itu bernama Miranda. Dia sering berganti nama dan mencari ku. Dia mendapat tugas untuk menemukanku karena dia yang membantuku kabur dulu," kata Ellen.
Di gereja,banyak anak seusianya yang juga diadopsi sebagai anak maupun adik oleh ibu Ann. Di sana mereka diajak berdoa pada awalnya namun lama-kelamaan mereka dipaksa menyembah ibu Ann. Jika ada yang melawan akan dihukum. Hukuman yang diberikan mulai dari mengurung seseorang di dalam ruangan sempit dengan cahaya minim tanpa memberinya makanan selama 3 hari,memukul menggunakan rotan,berendam di sungai selana berjam-jam saat tengah malam hingga memakan makanan basi. Ellen sendiri tidak mau menyembah ibu Ann,dan dia sering mendapatkan hukuman. Anak-anak di sana diberi obat penenang disaat memberontak. Dan ada sebuah obat yang tidan Ellen ketahui,beberapa anak yang meminum obat itu menjadi sangat tunduk kepada ibu Ann. Di sana juga merea diberi doktrin bahwa ibu Ann adalah orang yang dikirimkan oleh Tuhan untuk menghantarkan pengikutnya menuju surga serta memberantas segala kegiatan yang menimbulkan dosa. Setiap orang yang berbuat hal-hal kotor akan mereka jadikan tumbal ritual yang dalam kepercayaan mereka untuk membersihkan dunia sebelum kiamat tiba. Ibu Ann mencuci otak pengikutnya dan mengatakan kiamat akan datang sebentar lagi,dan siapapun yang menyembahnya secara otomatis akan masuk surga. Dan selagi menunggu hari itu tiba,sekte itu akan membersihkan dunia dari segala perbuatan kotor.
"Kira-kira seperti itu ajaran sekte ini dulu. Sekarang aku tidak tau apakah masih sama," Ellen mengakhiri ceritanya.
"Apa bibi pernah melihat ritual yang dilakukan oleh sekte itu?" tanya Ruby.
"Sebenarnya saat aku melarikan diri,di hari yang sama akan diadakan ritual. Sepasang kekasih yang aku pikir masih berusia 20 tahun,mereka ditangkap dan dibawa ke gereja. Polisi yang membawa mereka," jawab Ellen.
"Polisi?" Felix seolah-olah tak percaya.
"Benar. Disini juga ada campur tangan penguasa," Ellen meyakinkan.
Dugaan mereka selama ini benar,polisi atau pejabat ada sangkut pautnya dengan sekte ini.
"Tapi dulu sekte itu dibubarkan," tambah Ellen.
"Dibubarkan? Kenapa?" Ruby semakin penasaran.
"Ritual itu diketahui oleh masyarakat umum yang menentang sekte dengan ritual korban manusia. Karena kemarahan publik,pemerintah turun tangan membubarkan sekte itu tapi sudah aku duga mereka tida bersungguh-sungguh membubarkannya,hanya untuk menenangkan masyarakat," jawab Ellen.
"Kita bisa gunakan ini untuk memancing amarah masyarakat. Aku akan mengorbankan diriku," kata Ruby.
"Tidak akan aku biarkan kau melakukan hal berbahaya lagi," Felix tidak setuju.
__ADS_1
"Tunggu. Miranda?"