
Sudah hampir seminggu Ruby hanya menghabiskan waktu di kamar,menangisi hubungannya dengan pria yang sangat ia cintai sudah berakhir. Dan parahnya,kata-kata terakhir Thomas sebelum hubungan mereka berakhir selalu terlintas di benak Ruby. "Aku masih mencintainya," kata-kata itu sangat Ruby benci.
"Baik. Cukup Ruby,saatnya kau bangkit," Ruby mulai memotivasi dirinya sendiri.
Ia bangkit dari kasurnya,mandi dan mulai menulis naskah novelnya. Ruby memiliki hobi menulis dan ia merasa sudah saatnya untuk ia merealisasikan keinginannya menerbitkan novel. Ruby mulai menulis naskah siang dan malam,tidak pergi ke kampus selama beberapa hari.
Ia benar-benar menyibukkan diri dengan menulis hingga akhirnya ia menerima kabar bahwa Thomas dan Aster balikan. Anak-anak di kelas heboh dan sudah mengetahui tabiat buruk Thomas. Nama Thomas benar-benar tercoreng dan Ruby merasa itu adalah sedikit hiburan baginya.
Lagipula kualitas Aster masih jauh di bawah Ruby. Dari segi fisik,pendidikan,kecerdasan,finansial. Semuanya masih kalah jauh dari Ruby.
Entah kenapa Ruby merasa mulai membaik saat mengetahui mantan kekasihnya itu sudah berpacaran dengan selingkuhannya namun sesekali Ruby tetap merasa sedih.
Ia menuangkan kesedihannya lewat tulisan. Poem,puisi,dan hal lain yang ia tulis kemudian ia upload ke instagramnya.
"Hai kak,salam kenal. Aku Key," seseorang membalas di postingan poem yang Ruby posting.
Ruby membalas anak itu dengan ramah. Terlihat seperti seorang anak SMA namun Ruby tidak kenal siapa anak itu.
Key terlihat ingin mengakrabkan diri dengan Ruby. Ruby dengan senang hati meladeni pertanyaan-pertanyaan dari Key. Dia terlihat seperti anak yang cukup cerdas.
"Kakak tidak ingat aku?" tanya Key.
"Kita pernah bertemu sebelumnya? Maaf aku lupa," jawab Ruby melalui DM.
"Aku menyimpan nomor kakak juga yang aku dapatkan dari grup pecinta K-Pop," Key menjawab pertanyaan Ruby.
__ADS_1
"Oh. Hahaha,dari grup itu ya. Berarti kamu juga suka K-Pop?"
"Tentu. Bahkan kita mengidolakan idol yang sama," kata Key.
Mulai dari sana pertemanan mereka dimulai. Meskipun Key masih remaja namun ia sudah mampu berpikiran dewasa. Alhasil Ruby curhat kepada Key tentang masalah yang ia hadapi. Key selalu menemani Ruby setiap saat karena Key juga anak yang tidak memiliki sesuatu untuk dikerjakan selain tugas-tugasnya,dan sedikit malas.
Hari-hari Ruby mulai membaik walaupun setiap minggunya ada saja hari dimana ia menangis berjam-jam karena tidak menyangka Thomas akan meninggalkannya. Namun kehadiran Key memberikan warna baru dalam hidup Ruby. Mereka chat dari pagi hingga malam,bercanda dan mengerjakan tugas bersama-sama walaupun hanya secara online.
Semakin lama mereka semakin dekat,Key dan Ruby saling menceritakan keluarganya masing-masing. Key bercerita bahwa keluarganya tidak terlalu memperdulikannya karena sibuk bekerja. Key memang anak dari seorang pengusaha kaya yang super sibuk. Key memiliki banyak penyakit komplikasi yang tidak mengizinkannya melakukan kegiatan yang terlalu berat.
Ia hany bermain bersama adiknya yang masih kelas 2 SD dan seorang pembantu karena orang tuanya lebih sering tinggal di luar kota.
Kakak Key juga seorang mahasiswa semester 4 di sebuah universitas swasta ternama di luar kota. Universitas itu terkenal elite dan mahal,hanya diisi anak-anak yang memiliki kekayaan melimpah.
***
Hari setelah UAS yang sangat ditunggu-tunggu oleh Ruby pun tiba. Liburan! Ruby yang sudah sangat dekat dengan Key merencanakan untuk bertemu. Karena Ruby harus mengurus rumahnya di Belanda,mereka memutuskan untuk bertemu disana. Karena Felix juga mempunyai rumah warisan kakek neneknya di Belanda. Dan kabar mengejutkannya mereka memiliki rumah di area yang sama.
Ruby yang sudah mempersiapkan barang-barangnya segera pergi ke bandara. Ia pergi seorang diri karena memang sudah terbiasa untuk pergi ke luar negeri sendiri. Di pesawat,Ruby menulis naskahnya di tumpukkan kertas. Selama berjam-jam ia menulis sampai akhirnya tertidur.
Pesawat landing,suasana berbeda dirasakan Ruby.
"Belanda. Akhirnya," kata Ruby.
Ia segera menyelesaikan urusannya di bandara. Di sisi lain,Key dan keluarganya baru akan berangkat menuju bandara. Jadi Ruby memiliki banyak waktu luang sebelum bertemu dengan Key.
__ADS_1
Namun raut wajah sedih muncul di wajah Ruby melihat foto Thomas dan Aster. Untuk mengobati kesedihannya,Ruby berfoto dan sangat banyak memotret situasi di Belanda. Kemudian ia menguploadnya di Instagram. Tentu saja,Aster merasa iri. Terlihat dari unggahan statusnya di Instagram. Ruby semakin senang melihat orang yang ia benci kepanasan karena merasa kalah saing. Dan sejak hari itu Ruby memutuskan tidak akan bersedih lagi dan lebih aktif di media sosial untuk membuat lawannya merasa kalah.
"Hahaha ide yang bagus," kata Ruby pada dirinya sendiri.
***
Ruby sampai di depan rumahnya. Rumah dengan desain modern minimalis ala Belanda yang terletak di samping sungai itu merupakan rumah Ruby yang sudah cukup lama ia tinggalkan. Ia membuka kunci rumah dan melihat isi di dalam rumah yang sangat amat kotor. Debu tebal dimana-mana yang membuat Ruby kesulitan bernapas,untungnya ia membawa masker. Ia membawa koper dan barang-barang lainnya menuju lantai dua,yaitu kamarnya. Hal pertama yang Ruby lakukan ialah mengambil sapu bulu kemudian membersihkan debu-debu yang ada disana. Kemudian ia mengambil alat penghisap debu dan mulai membersihkan kamarnya. Ia mengganti bed cover dan yang terakhir ia menyapu lantai.
Koper ia taruh di pojok kamar,ia memutuskan besok akan menyewa tukang pembersih rumah agar kerjaannya tidak terlalu berat. Ruby merebahkan diri di kasur dan memejamkan mata. Namun,tidak seperti biasanya,ketika ia memejamkan mata ia kembali teringat pada mantan kekasihnya yang sebenarnya masih sangat ia cintai. Ia mulai menangis,menatap foto kekasihnya yang ia simpan di dalam dompet namun tangisannya segera berhenti ketika mengingat hal buruk yang telah dilakukan Thomas pada dirinya.
"Seharusnya aku bersyukur karena Tuhan sudah menunjukkan bahwa manusia itu tidak pantas untuk diriku," ujar Ruby.
Ia menatap dirinya di layar ponsel dan tersenyum.
"Tuhan bersamaku. Tuhan menopang ku," Ruby kembali bersemangat dan mulai menulis naskah novelnya lagi.
Sampai malam ia bekerja,bahkan tidak makan dan mandi. Hingga akhirnya rasa kantuk menyerang dirinya. Ruby tertidur dalam keadaan tertelungkup.
**
Matahari bersinar begitu terik hari itu. Sinar menerobos ke kamar Ruby lewat kaca jendela. Ruby segera terbangun dan baru ingat bahwa ia tertidur tanpa makan dan mandi. Bahkan ia belum mengunci rumahnya sebelum tidur. Ia langsung turun dan mengecek apakah ada seseorang yang menyelinap masuk kedalam rumahnya. Tapi,untung saja semuanya dalam keadaan aman. Pagi itu ia keluar rumah,mengambil ponselnya dan memfoto keindahan pagi itu di tepi sungai yang ada di dekat rumahnya.
Tidak lupa ia memposting foto itu di Instagram story nya.
Tentu saja tujuan utamanya ialah membuat saingannya merasa kalah. Ruby memang wanita yang sangat suka bersaing untuk memenangkan sesuatu. Namun,apa yang ingin Ruby menangkan? Hati Thomas kembali? Tapi bahkan jika jawabannya ia,Thomas tidak akan melihat postingan Ruby karena mereka kini saling memblokir. Atau ada hal lain yang ingin Ruby menangkan?
__ADS_1